Indonesia Akan Beli "Sperma" Seharga 100 M dari Brazil, Emang Apa Istimewanya?

26 September 2017
|Romlah Sundari

Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sedang menggiatkan program swasembada pangan dan mengurangi impor pangan. Memang Indonesia yang subur ini memiliki potensi untuk menjadi negara swasembada pangan di mana kebutuhan pangan dalam negeri dapat terpenuhi sendiri tanpa perlu mengimpor dari luar negeri. Namun, pada kenyataannya kita banyak mengimpor berbagai bahan pangan dari luar negeri meskipun produk-produk tersebut sebenarnya di produksi pula di dalam negeri, seperti beras, daging sapi, dan kacang kedelai. Oleh karena itu, pemerintah kini sedang berupaya memaksimalkan pertanian dan peternakan dalam negeri agar dapat melaksanakan program swasembada pangan.

Salah satu komoditas yang mendapat perhatian dari pemerintah adalah daging Sapi. Untuk itu, Menteri Pertanian Indonesia, Amran Sulaiman, menyatakan bahwa pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar 100 Miliar untuk membeli sperma sapi dari Brazil. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan produksi daging sapi dalam negeri sehingga ke depannya dapat mengurangi jumlah impor daging sapi Indonesia. 

Lalu, mengapa sperma yang dibeli adalah sperma dari sapi Brazil? Ternyata, sapi Brazil menurut Amran memiliki berat badan yang jauh di atas rata-rata sapi Indonesia. Jika sapi Indonesia hanya memiliki berat sekitar 400 kilogram, sapi Brazil beratnya dapat mencapai 1,5 hingga 2 ton. Karena itulah Amran mengajukan usulan untuk membeli sperma sapi Brazil. 

Selain dengan membeli sperma sapi dari luar negeri, pemerintah Indonesia juga telah berupaya untuk meningkatkan produksi daging sapi dalam negeri melalui program Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) yang mewajibkan setiap sapi indukan dewasa untuk bunting. Dengan program ini, pemerintah telah berhasil mendongkrak angka kelahiran anak sapi hingga 1,4 juta pada tahun 2016 lalu yang nilainya selama dua tahun setara dengan 70 triliun rupiah. Angka ekspor daging sapi Indonesia pun telah meningkat sebanyak 22% pada tahun lalu.

Bagaimanapun, meski terdengar lucu, namun pembelian sperma sapi ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh kementerian pertanian Indonesia. Sebelumnya, Indonesia memang pernah membeli sperma sapi Asia Tenggara dan sapi Belgian Blue dari Belgia. Bahkan, pada saat pemerintah membeli sperma sapi Belgian Blue yang seharga 15 juta per-sapi ini, Kementan juga mengajak para peternak sapi Belgian Blue untuk berinvestasi di Indonesia dengan iming-iming lahan seluas 2000 hektar. Namun, penemuan baru terkait sapi Brazil ini membuat Indonesia beralih dan ingin mengembangkan sapi Brazil di Indonesia. Sperma ini nantinya akan dikembangkan di Indonesia melalui teknologi Transfer Embrio serta Inseminasi Buatan. Hmm, semoga program-program pengayaan produksi daging sapi di Indonesia ini berhasil, ya, agar harga daging sapi di pasaran bisa lebih murah!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
SHARES