Identik sebagai Makanan Khas Lebaran, Inilah Filosofi Ketupat yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

03 Juli 2017
|Olphi Disya
0SHARES

Lebaran kurang lengkap rasanya kalau nggak ada menu makanan berupa ketupat dan teman-temannya. Nggak hanya menjadi tradisi khas masyarakat Indonesia, ternyata ketupat atau kupat memiliki simbol tersendiri yang berkaitan dengan hari raya umat Islam. Mungkin banyak dari kamu yang belum tau tentang latar belakang pemilihan ketupat sebagai makanan wajib Lebaran, ya kan? Sejak abad ke-15, pemerintahan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah menjadikan ketupat sebagai makanan khas Lebaran. Ternyata, ada filosofi tersendiri dipilihnya ketupat sebagai makanan khas lebaran, seperti berikut ini.

1. Ketupat

Ketupat merupakan singkatan dari ngaku lepat yang artinya mengaku bersalah. Dengan kata lain, ketupat menjadi simbol di hari yang fitri agar kita senantiasa menjadi manusia yang rendah hati sehingga mampu untuk mengakui bahwa kita nggak luput dari kesalahan. Nggak heran ya kalau ketupat selalu ada di meja makan saat Lebaran tiba.

2. Janur

Tentu bukan ketupat namanya kalau nggak dibuat dengan janur. Janur sendiri berasal dari daun pohon kelapa yang kemudian diproses sedemikian rupa sehingga bisa dengan mudah dianyam menjadi kulit ketupat. Tapi, tahukah kamu kalau janur juga merupakan singkatan dari jatining nur yang berarti hati nurani? Janur menyimbolkan hati nurani yang melingkupi kehidupan manusia. Ternyata, maknanya dalam banget ya.

3. Beras

Satu-satunya bahan makanan yang menjadi isi ketupat adalah beras. Setelah diisi, ketupat akan direbus hingga padat. Kenapa ya diisi beras? Selain menjadi makanan pokok orang Indonesia, beras juga merupakan simbol dari nafsu duniawi yang selalu ada di dalam diri manusia. Kalau janur bermakna hati nurani dan beras bermakna nafsu duniawi, maka bisa diartikan bahwa hidup manusia penuh dengan nafsu duniawi yang seharusnya dilingkupi oleh hati nurani agar hidupnya senantiasa damai.

4. Anyaman janur

Janur terpilih dianyam hingga kemudian didapatkan bentuk persegi. Kenapa janur dianyam? Karena ternyata anyaman janur tersebut merupakan simbol kompleksitas masyarakat. Filosofi ini sebenarnya berasal dari masyarakat Jawa. Proses anyaman tersebut juga bermakna tali silaturahmi sebagai pelekat antarmasyarakat. Jadi, nggak salah lagi dong kalau ketupat buat hantaran di hari raya?

5. Bentuk ketupat

Bentuk ketupat dari dulu hingga sekarang nggak pernah berubah. Bentuknya yang persegi membuat ketupat memiliki makna tersendiri, yaitu papat limo pancer yang artinya ke mana pun manusia pergi tidak boleh melupakan arah kiblat salat. Sebenarnya, kata papat merujuk pada keempat penjuru mata angin. Nah, jadi bentuk ketupat menyimbolkan manusia yang harus selalu ingat kewajibannya, yaitu salat dan senantiasa menghadap kiblat. Keren ya!

Nggak nyangka kan maknanya luar biasa keren. Ketupat nggak hanya enak disantap, tapi juga memiliki filosofi rasa syukur kepada Tuhan. Siapa nih yang doyan banget makan ketupat?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Olphi Disya
"Upcoming psychologist. Awesome weirdo."
0SHARES