Hompimpa Alaium Gambreng, Pondasi Bermasyarakat yang Sudah Ditanamkan Sejak Kecil, Namun Terlupakan

01 November 2017
|Atik Kencana S.
0SHARES

Masa kecil emang jadi masa-masa yang paling indah. Gak ada tuh yang namanya galau karena pacar, ribut sama sahabat gara-gara gebetan, atau kegalauan yang hqq karena gak punya kuota internet. Semua terasa indah bermain dengan sahabat. Kebingungan utama hanyalah uang jajan yang habis karena dipalak sama kakak kelas.

Balik lagi ke zaman masih kecil dulu, tentunya kegembiraan utama adalah ketika bermain permainan tradisional dengan para teman sebaya. Gak ada deh tuh mandang temen kaya atau enggak, cakep atau jelek, Islam atau bukan. Pokoknya kalau udah “hompimpa alaium gambreng,” semua sudah siap bermain permainan tertentu. Seru banget, ya?

Nah, ngomongin soal “hompimpa alaium gambreng,” kira-kira apa sih yang dimaksud dengan sebutan tersebut? Pasti ada artinya, dong? Kok aneh banget ya bahasanya? Kenapa harus begitu sebutannya? Artinya apa ya? Eitsssss sabar dulu bos-bosku. Makanya, kali ini YuKepo mau bahas mengenai makna dari hompimpa alaium gambreng tersebut. Penasaran gak? Yuk, kepoin bareng YuKepo!

Hompimpa digunakan sebagai salah satu cara menentukan pihak yang menang dan pihak yang kalah. Caranya mudah sekali, sebanyak tiga orang atau lebih mengayunkan telapak tangan sembari mengucapkan kata “hompimpa”. Selanjutnya telapak tangan akan dihadapkan ke atas atau ke bawah sembari mengucapkan “alaium gambreng”. 

Penentuan pemenangnya adalah peserta yang menunjukkan telapak tangannya yang paling berbeda dengan yang lainnya. Begitu seterusnya hingga tersisa dua orang. Nah, dua orang terakhir tersebut akan melakukan suit atau suten sebagai penentuan akhir.

Nah, belum banyak yang tau sampai sekarang mengenai makna dari “hompimpa alaium gambreng” tersebut. Walaupun sering diucapkan, namun jarang sekali dibahas mengenai arti dan pemaknaannya. Sebenarnya secara harfiah arti dari “hompimpa alaium gambreng” adalah “dari Tuhan kembali ke Tuhan, mari kita bermain”. Selain sebagai penentu awal dari permainan, hompimpa ini juga merupakan representasi atau simbol permulaan dari segala kehidupan. Lebih dalamnya lagi, hompimpa juga bermakna sebagai cerminan sikap musyawarah yang tinggi, siap menerima kesepakatan, lalu mampu menumbuhkan kebersamaan antar-individu.

Waduh gak nyangka banget ya kalau “hompimpa alaium gambreng” ternyata memiliki makna yang luar biasa mendalamnya di kehidupan sehari-hari. Semboyan ini sebagai pembuktian bahwa permainan tradisional memang sarat akan nilai-nilai kehidupan. Gak nyangka ya sedari kecil kita sudah ditanamkan nilai seperti ini. Bagi yang masih anti-kebersamaan, mungkin semasa kecilnya gak diajak main sama temen-temennya. Kasian. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES