Gak Hanya Apartemen, 7 Usulan Fasilitas DPR Ini Juga Ditolak Presiden dan Rakyatnya

26 Agustus 2017
|Atik Kencana S.
0SHARES

Hampir setiap tahunnya, DPR kerap melayangkan pengajuan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja yang bikin sesak napas rakyat. Di tahun ini, DPR telah melayangkan rancangan yang mencapai angka Rp 4,3 triliun. Selanjutnya di tahun 2018, angka itu melambung tinggi mencapai Rp 7,2 triliun. Hal tersebut disebabkan adanya salah satu poin pengajuan pembangunan apartemen bagi para anggota DPR.

Namun, ternyata di tahun 2015 lalu sempat mencuat rancana pengajuan anggaran yang hingga kini masih menuai protes. Apalagi para anggota DPR sudah memiliki rumah dinas masing-masing di bilangan Kalibata. Nah, ternyata gak hanya proyek apartemen saja yang menuai protes. Ada tujuh lagi mega proyek DPR yang ditolak oleh presiden dan rakyatnya. Apa saja itu? Yuk, langsung kepoin aja bareng YuKepo!

1. Museum dan Perpustakaan

Pada tahun 2015, DPR pernah mengajukan proyek pembangunan museum dan perpustakaan baru. Kecaman datang dari berbagai kalangan atas usulan ini mengingat DPR sendiri sudah memiliki perpustakaan dan museum. Dalam kenyataannya, kedua fasilitas tersebut mangkrak dan tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Dugaan banyak berdatangan, usulan tersebut diduga bukan didasarkan atas kebutuhan, melainkan ada udang di balik bakwan eh batu.

2. Alun-alun Demokrasi

Beberapa tahun lalu DPR pernah dengan kekeuhnya mengajukan dana untuk membuat Alun-alun Demokrasi. Fasilitas tersebut niatnya digunakan sebagai sarana menampung aspirasi para pendemo. Rencana pembangunan fasilitas ini sampai pada tahap uji publik. Sayangnya, protes banyak berdatangan dari berbagai kalangan. Hingga sekarang proyek Alun-alun Demokrasi ini tidak jelas juntrungannya.

3. Visitor Center

Ada lagi usulan proyek lain yang gagal terealisasi, Proyek tersebut adalah pembangunan fasilitas berupa Visitor Center. Fasilitas ini akan dikelola sebagai sebuah aktivitas penerimaan pengunjung setiap harinya untuk menimba ilmu, berwisata, berdiskusi, dan urusan lainnya yang berada di basement yang juga terdapat toko suvenir, restoran, pos, bank, dan lainnya. Namun, karena fasilitas tersebut dianggap tidak urgen, akhirnya fasilitas ini tidak direalisasikan.

4. Jalan Akses Tamu ke Gedung DPR

Usulan fasilitas DPR yang ditolak lainnya adalah jalan akses tamu. Dengan adanya fasilitas ini, tamu yang berkunjung akan dipermudah untuk menuju ruang sidang, perpustakaan, dan museum yang ada di kompleks DPR. Karena tidak ada urgensinya, alhasil usulan ini kembali ditolak.

5. Ruang Pusat Kajian Legislasi

Selain beberapa fasilitas di atas, DPR juga mengusulkan untuk membangun Ruang Pusat Kajian Legislasi. Ruangan ini juga digunakan untuk merancang undang-undang, mengkaji APBN, pusat penelitian, dan pusat akuntabilitas keuangan negara

6. Ruang Anggota dan Tenaga Ahli

Terakhir adalah DPR juga turut mengusulkan pembangunan ruang yang diperuntukkan oleh anggota dan para tenaga ahli. Ruangan ini juga nantinya berlaku sama bagi semua anggota dewan serta para staf pendukung.

7. Integrasi Kawasan

Integrasi kawasan menjadi tahap terakhir dalam daftar proyek yang diajukan DPR beberapa tahun lalu. Integrasi kawasan ini bertujuan untuk mengintegrasi tempat tinggal para anggota dengan kantor kerja para anggota. Kawasan terintegrasi ini diyakini oleh DPR bisa menjadi ikon baru di Jakarta

Nah, itulah tadi tujuh mega proyek DPR yang usulannya ditolak oleh presiden. Hal yang disayangkan dari pengajuan tersebut adalah kondisi rakyat yang masih jauh dari kesan sejahtera, namun para wakil rakyatnya yang kian semena-mena mengusulkan anggaran demi prestise semata. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES