Fakta Tentang Patung Pancoran dengan Nama Asli Patung Dirgantara Ini Perlu Kamu Ketahui

18 Juni 2017
|Ani Nur Cholifah
627SHARES

Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki banyak tempat yang ikonik. Selain Monas ternyata Patung Pancoran juga menjadi salah satu yang sangat populer di Jakarta. Patung yang terletak di kawasan Pancoran ini sebenarnya bernama Patung Dirgantara lho. Nah, selain seringnya warga yang salah menyebut Patung Dirgantara ini dengan Patung Pancoran ternyata ada beberapa fakta  lain yang mungkin belum kamu tahu. Makanya nih YuKepo udah rangkumin ulasannya untuk kamu. Langsung aja yuk simak ulasannya di bawah ini!

1. Nama aslinya adalah Patung Dirgantara

Patung Dirgantara ini dibuat sebagai simbol dari kemegahan dan kehebatan dunia kedirgantaraan atau lebih dikenal sebagai dunia penerbangan Indonesia. Kemudian Soekarno mengagas nama patung ini dengan nama Patung Dirgantara. Meskipun banyak masyarakat yang menyebut ini sebagai Patung Pancoran. Jadi, kamu termasuk menyebut patung ini sebagai Patung Pancoran atau Dirgantara?

2. Bung Karno menjadi model Patung Dirgantara

Bung Karno setelah menggagas nama patung ini, beliau juga yang memberikan contoh gaya Patung Dirgantara tersebut sebelum maket Patung Dirgantara ini dibuat. Bung Karno bahkan harus berkali-kali memperagakan bentuk patung ini agar patung ini bisa sempurna. Kemudian Bung Karno mempercayakan pembuatan patung ini kepada pria asal Salatiga, Jawa Tengah, bernama Edhi Sunarso. 

3. Biaya patung Dirgantara ini masih menyisakan hutang

Patung Dirgantara yang dibuat pada tahun 1964 ini menghabiskan dana senilai Rp 12 juta yang saat itu nilainya sangat fantastis. Biaya awal pembuatan patung ini ditanggung oleh Edhi Sunarso sebagai pembuat. Sayangnya pemerintah hanya memberikan subsidi senilai Rp 5 juta. Kemudian demi terwujudnya pembuatan Patung Dirgantara yang gagah ini Bung Karno rela mengeluarkan dana dari hasil penjualan mobil pribadinya. Mobil itu dijual seharga Rp 1 juta, bila disetarakan dengan kondisi sekarang harga mobil itu sama dengan harga Lamborghini senilai Rp 9,5 miliar. Lalu sisanya itu masih menjadi hutang negara yang rumornya sampai saat ini masih belum terbayar.

4. Proses pembuatannya juga diawasi langsung oleh Bung Karno

Patung yang dirancang selama setahun oleh Edhi Sunarso dan dibantu oleh Keluarga Arca Yogyakarta ini selalu dipantau oleh Bung Karno senidiri. Bahkan saat proses pemasangan patung yang dilakukan oleh PN Hutama Karya oleh Ir. Sutami selaku arsitek pelaksananya juga ditunggui oleh Bung Karno. Keberadaan beliau kemudian membuat aparat negara kualahan karena harus selalu siaga menjaga keamanan beliau sebagai kepala negara. Kemudian pemasangan patung ini hanya menggunakan alat sederhana dan manual dengan derekan dari tarikan tangan. Proses akhir pengecorannya dipimpin oleh tim Pengecoran Patung Artistik Dekoratif asal Yogyakarta. Saat proses pembuatannya, patung seberat 11 ton ini sempat melenceng dari target karena adanya peristiwa Gerakan 30 September PKI  (G30S/PKI) pada tahun 1965.

5. Mitos yang beredar di kalangan masyarakat

Mungkin sebagian dari kamu pernah mendengar mitos bahwa arah patung ini merupakan petunjuk di mana Bung Karno menyimpan hartanya yang bisa digunakan untuk melunasi hutang negara. Kemudian muncul juga mitos beberapa tempat yang ramai diperbincangkan seperti Monas, Istana Negara, Lapangan Banteng, Taman Monumen Pahlawan Proklamasi Kemerdekaan Soekarno-Hatta, dan Graha Angkasa Pura hingga sebelah utara pantai Ancol.

Kemudian muncul juga kalau arah ini menunjuk ke arah pelabuhan Sunda Kelapa, tempat yang menjadi salah satu jantung peradaban Indonesia ketika dijajah oleh Belanda. Sehingga sejarah pelabuhan Sunda Kelapa harus terus dikenang agar bisa terus menginspirasi para generasi penerus bangsa. 

6. Makna seseungguhnya dari Patung Dirgantara

Patung Dirgantara yang berdiri menunjuk arah utara ini sering menjadi perdebatan bagi masyarakat yang dikaitkan dengan hal-hal mistis. Meskipun sudah jelas sejak awal akan dibuatnya patung ini memiliki filosofi tentang kegagahan, keberanian, dan kedirgantraan. Kemudian alasan patung ini menghadap utara karena utara adalah mata angin yang selalu menuju ke arah depan. Jadi harapannya Dirgantara di Indonesia bisa terus menatap masa depan yang baik dan terus maju.

Ternyata di balik berdiri kokohnya patung Dirgantara dan perjuangan Bung Karno dalam membuatnya ini masih menyisakan sedikit pilu. Semoga perjuangan dan harapan Bung Karno yang diabadikan dalam patung ini bisa terwujud, sehingga dunia Dirgantara Indonesia terus maju. Selain itu, buat kamu yang masih sering sebut patung ini sebagai patung Pancoran, jangan salah lagi ya. Kamu juga bisa kok share artikel ini supaya banyak temen-temen kamu yang nggak salah sebut lagi. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ani Nur Cholifah
"Melawan zona nyaman!"
627SHARES