Fakta Prosesi Ngaben, Ritual Kremasi bagi Para Jenazah yang Dilakukan Turun Temurun di Bali

28 Oktober 2017
|Atik Kencana S.
0SHARES

Salah satu keunikan yang terdapat di Bali bukan hanya pulaunya yang eksotis beserta hamparan pantainya yang sangat indah. Tak hanya pula soal gemerlapnya lampu yang berada di pusat-pusat hiburan malam. Namun, ada satu lagi keunikan Bali yang tak hanya mampu menarik wisatawan domestik, namun juga mancanegara, yaitu Ngaben. Upacara kematian ini menjadi daya tarik tersendiri. Para wisatawan banyak yang penasaran mengenai megahnya upacara ini. Kali ini, YuKepo sudah menyiapkan beberapa fakta mengenai upacara Ngaben ini. Penasaran? Yuk, kepoin bareng YuKepo!

1. Dana yang dikeluarkan

Jangan dikira murah, dalam sekali upacara Ngaben biasanya memerlukan dana sekitar 15 hingga 20 juta. Mengingat upacara ini merupakan tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun, gak heran kalau perhelatannya dilakukan dengan sangat meriah. Tujuan dilakukannya upacara Ngaben ini adalah supaya arwah orang yang meninggal tak memiliki hambatan.

2. Acara Pemegat merupakan pembuka

Di pagi hari sebelum upacara Ngaben dimulai, para keluarga dan kerabat akan berkumpul demi melangsungkan acara Pemegat. Acara ini merupakan suatu bentuk keikhlasan dari para anggota keluarga dan kerabat atas berpulangnya seseorang.

3. Jenazah akan ditempatkan di Bade

Sebelum dimulai perjalanan menuju tempat pembakaran atau kremasi, jenazah akan diletakkan di Bade untuk diusung ramai-ramai menuju lokasi. Tentunya, pada saat iring-iringan ini, sudah tak ada lagi isak tangis dari keluarga dan kerabat. Bahkan, sepanjang perjalanan, jenazah akan diiringi oleh suara gamelan dan kidung suci.

4. Maksud Bade yang diputar

Pada saat iring-iringan menuju tempat kremasi, di setiap persimpangan jalan, Bade akan diputar sebanyak tiga kali. Tentunya, ini bukan menjadi ajang hiburan, lho, ya, melainkan untuk mengantisipasi agar arwah jenazah tak menjadi arwah penasaran.

5. Ikatan keluarga dengan jenazah

Ketika upacara Ngaben sudah dilaksanakan hingga selesai, barulah para keluarga dan kerabat bisa berdoa dengan tenang di pura masing-masing. Nah, dari tradisi Ngaben inilah bisa dilihat mengenai betapa kuatnya ikatan keluarga yang terjadi di Bali. Mereka kerap mengingat dan menghormati para leluhur dan orang tua.

Nah, itulah tadi beberapa fakta unik mengenai tradisi upacara Ngaben yang ada di Bali. Ternyata, biaya yang dibutuhkan dalam setiap upacara ini bisa dibilang fantastis. Tentunya, apa yang sudah menjadi tradisi tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Apalagi masyarakat Bali termasuk yang paling patuh terhadap ajaran leluhur dan tradisi. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES