Fakta Mengenai Anggaran Eksekusi Mati di Indonesia Ini Bakalan Bikin Kamu Kaget!

03 September 2017
|Atik Kencana S.
62SHARES

Eksekusi mati memang sudah bukan menjadi hal yang baru di Indonesia. Selama ini sudah terhitung beberapa proses hukuman mati yang dilakukan di Indonesia. Walaupun bukan baru sekali, nyatanya masih banyak lho orang Indonesia yang awam dengan proses eksekusi mati ini. Mulai dari proseduralnya hingga rincian anggarannya.

Maka dari itu, kali ini YuKepo mau bahas mengenai fakta dari anggaran eksekusi mati yang bisa mencapai angka yang fantastis. Penasaran seperti apa saja faktanya? Yuk, langsung aja kita kepoin!

1. Rapat koordinasi butuh biaya besar

Dalam rincian dana untuk eksekusi setiap terpidana mati, poin pertama yang tertulis merupakan rapat koordinasi. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Kapolda dan Kejaksaan setempat. Setiap rapat koordinasi mengeluarkan anggaran sebesar Rp 1 juta, sedangkan rapat yang dibutuhkan sebanyak tiga kali atau lebih. Kebayang dong untuk rapat menentukan kelanjutan kasus eksekusi mati saja membutuhkan dana yang tidak sedikit.

2. Eksekutor diperlakukan istimewa

Eksekutor tiap terpidana mati terdiri dari Jaksa dan beberapa orang regu pendukung serta penembak. Para eksekutor ini rupanya diberikan fasilitas yang masuk dalam rincian dana eksekusi. Fasilitas yang disediakan adalah transportasi, konsumsi, penginapan, dan juga anggaran untuk masing-masing orang. Misalnya saja regu tembak yang terdiri atas 10 hingga 12 orang menerima uang sebesar Rp 1 juta per orang. Selain itu, biaya konsumsi juga diberikan, yakni sebesar Rp 27.000 per orang selama empat hari. Kemudian, total biaya penginapan yang mencapai Rp 60 juta selama tiga hari. Belum lagi biaya transportasi yang mencapai angka Rp 40 juta. Banyak juga ya uang yang dibutuhkan. 

3. Biaya pemakaman seorang terpidana bisa membiayai pemakaman 10 orang

Pihak yang tergabung dalam pemakaman seorang terpidana mati berbanding lurus dengan biaya yang harus dikeluarkan. Kemungkinan mereka akan diberikan nafkah per kepala atau sesuai kesepakatan. Misalnya jika dihitung per kepala, maka akan dinafkahi sebesar Rp 1 juta sehingga total biaya yang harus dikeluarkan untuk memakamkan satu orang terpidana mati bisa mencapai Rp 10 juta. Mahal juga, ya? Kenapa jenazah terpidana mati tidak kemudian diurus dengan keluarganya saja untuk menekan biaya? 

4. Beberapa profesi yang mendampingi terpidana mati

Umumnya, saat proses eksekusi mati biasanya didampingi oleh para algojo, tentara, dan polisi. Namun ternyata, para terpidana mati didampingi oleh beberapa profesi yang berbeda, misalnya rohaniawan, penerjemah, dan petugas kesehatan. Nah, setiap profesi ini juga membutuhkan anggaran, lho. Anggarannya sama saja seperti regu penembak. Hanya saja jika di satu regu penembak berisi 10 orang, maka profesi khusus di atas hanya dibutuhkan satu orang per profesi. Namun, hal itu berbeda dengan petugas kesehatan yang membutuhkan dana sebesar Rp 10 juta untuk mengevakuasi satu orang terpidana mati. 

Nah, itulah tadi fakta-fakta mengenai anggaran eksekusi mati di Indonesia. Ternyata, bukan hanya sekadar tembak dan kubur saja, ya? Dibutuhkan beberapa proses yang lumayan rumit seperti rapat dan pendampingan dengan beberapa profesi tertentu. Bisa jadi ini adalah meninggal dengan cara yang “mahal”. Tapi, amit-amit deh, ya. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
62SHARES