Dulunya Disanjung dan Bertujuan Baik, Begini Kisah Preman Medan dari Masa ke Masa!

14 April 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

Medan merupakan kota dengan populasi preman yang cukup tinggi. Keterkaitan preman dengan kota penghasil panganan bika ambon tersebut nyatanya telah dimulai sejak era kolonial. Namun, pada era tersebut, preman Medan bukan menjadi aktor antagonis seperti sekarang ini. Seperti apa kisah preman Medan dari masa ke masa? Yuk, kita kepoin bareng YuKepo!

1. Sejarah preman Medan

Kisah preman Medan bermula pada awal abad ke-20. Pada saat itu, preman merupakan sekumpulan orang yang bekerja sebagai kuli non-kontrak atau tenaga lepas yang dibayar per hari. Para Planters atau tuan-tuan kebun Belanda yang menjadi penguasa tanah Deli menyebut mereka dengan istilah “Vrije Man” yang bermakna ‘orang bebas’ Kata ‘bebas’ dalam hal ini bermakna bebas makan dan minum, seperti yang ditulis dalam Kompas edisi 30 November 1986.

2. Sebagai pembela para kuli

Vrije Man muncul di tengah-tengah masyarakat Medan sebagai pembela kuli kontrak asal Jawa, Tionghoa, dan India yang mengalami siksaan dari mandor kebun atas perintah si empumya kebun. Untuk menunjukkan tajinya kepada si empunya kebun, para Vrije Man kemudian melakukan berbagai aksi pengrusakan. Mulai dari merusak tanaman kebun, minum-minuman hingga mabuk, serta memancing keributan dan bahkan hingga menantang tuan kebun untuk berkelahi. 

3. Munculnya istilah preman

Sebagai bentuk balas budi karena merasa dilindungi, para Vrije Man mendapatkan makanan serta minuman gratis dari para kuli yang juga membuka warung. Dari sinilah istilah Vrije Man berubah menjadi “preman” yang merupakan akronim dari pre minum dan makan. “Pre” merupakan singkatan dari “prei” yang asal mulanya berupa kata “vrije”, sedangkan kata “man” berasal dari akronim “minum dan makan”.

4. Preman Medan tahun 1945

Pada masa perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan, para preman Medan pun turut mengambil peran. Salah satunya adalah Peristiwa Jalan Bali pada Oktober 1945. Pada masa ini, kelompok preman yang paling dikenal getol untuk beraksi dan berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah Laskar Naga Terbang pimpinan Timur Pane. Anggota dari kelompok ini mayoritas adalah anak-anak muda Medan yang awalnya merupakan para jagoan di Kota Medan yang kemudian dibina oleh Matheus Sihombing.

5. Preman Medan tahun 1950

Memasuki tahun 1950-an, kehadiran preman mulai diterima oleh masyarakat. Bahkan, Wali Kota Medan pada saat itu, Haji Moeda Siregar, memberikan penghargaan kepada preman Medan berkat perannya dalam mendamaikan perkelahian antarsuku yang terjadi antara pemuda Batak dengan pemuda Aceh. Selain itu, para preman Medan juga membantu untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang mengalami pencurian atau perampokan. Mereka akan segera mencari pimpinan copet dan rampok setempat, kemudian meminta agar barang-barang yang telah dicuri segera dikembalikan kepada para pelapor.

6. Preman tahun 1959

Ketika masa pemerintahan Soekarno, para preman terhimpun dalam sebuah organisasi bernama Pemuda Pancasila yang berperan sebagai organisasi sayap kanan Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI). Partai tersebut merupakan partai bentukan Jenderal Abdul Haris Nasution pada 28 Oktober 1959. Kemudian, organisasi Pemuda Pancasila secara formal diresmikan pada 1961 dalam kongres IPKI.

“Pemuda Pancasila dihadirkan untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 ketika banyak kelompok pemuda saat itu beralih mendukung Nasakom,” tulis Loren Ryter, “Pemuda Pancasila: The Last Loyalist Free Men of Suharto′s Order” dalam Violence and The State in Suharto′s Indonesia suntingan Ben Anderson.

 “Ketika Presiden Soekarno menyerukan mobilisasi umum untuk pembebasan Irian Barat, Pemuda Pancasila mendukungnya dengan mempersiapkan diri bertempur sebagai milisi. Mereka tergabung ke dalam front Pasukan Djibaku Irian Barat (PDIB),” tulisnya.

7. Cara preman Medan menghidupi diri

Salah seorang mantan petinju serta preman Medan legendaris, Effendi Nasution alias Pendi “Keling” menyatakan banyak cara halal bagi para preman untuk menghidupi diri. Menurut mantan pemimpin Pemuda Pancasila Kota Medan tersebut, tindakan mencuri, merampok, atau kejahatan lainnya adalah haram untuk dilakukan oleh para preman.

"Banyak cara terhormat, yang penting preman itu bukan bandit. Misalnya, menjaga keamanan bandar dan arena perjudian, menjadi pengawal pengusaha kaya, menjaga pusat-pusat keramaian dan bioskop. Dan sesekali mendapat order memukuli jagoan pengusaha lain,” kata Pendi Keling seperti yang dikutip dari Kompas.

8. Peristiwa 1965 menjadi titik balik kehormatan preman

Peristiwa G30S/PKI menjadi titik balik dari berbagai sikap heroik yang ditampilkan oleh para preman Medan. Pada masa ini, oknum preman dalam Pemuda Pancasila bertindak sebagai pelaku penjagalan mereka yang dituduh komunis atau antek PKI. Mereka akan membersihkan seluruh orang yang berafiliasi dengan PKI tanpa pandang bulu, baik dari Pemuda Rakyat, Barisan Tani Indonesia (BTI), hingga lembaga masyarakat Tionghoa (Baperki).

 

9. Preman 1980 hingga sekarang

Seiring dengan perjalanan waktu, banyak preman Medan yang tergabung ke dalam perkumpulan berbasis organisasi kelompok pemuda di Medan. Aktivitasnya pun semakin lekat dengan dunia kriminal. Pada paruh kedua tahun 1980, premanisme menjadi satu dari 53 jenis kejahatan yang setiap 24 jam wajib dilaporkan Polda Sumatra Utara ke Mabes Polri. 

Berawal dari sejarah yang baik, kini preman Medan sudah berbelok arah dan tujuan hingga mereka dicap sebagai kriminal di Indonesia. Memang yang namanya kekerasan adalah alat yang bisa jadi efektif dalam menyelesaikan suatu persoalan, akan tetapi sangat mudah untuk disalahgunakan hingga justru merugikan dan menciptakan lingkaran setan. Hm, andai saja tujuan para preman tetap kukuh untuk melindungi masyarakat ya, alih-alih menciptakan teror dalam masyarakat.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES