Duh Sedih, 7 Hewan Asli Indonesia Ini Dinyatakan Telah Punah. Apa Saja Ya?

22 Desember 2017
|Galih Wisnu Brata
0SHARES

Indonesia memiliki keragaman fauna khas yang tak dipunyai negara lain. Namun, ada beberapa hewan asli Indonesia yang telah dinyatakan punah. Kepunahan hewan-hewan ini disebabkan beberapa faktor. Faktor yang paling berpengaruh adalah ulah manusia. Populasi manusia yang makin lama makin bertambah mampu menggeser habitat dan mengganggu hajat hidup para hewan. Bahkan, mereka juga tega melakukan perburuan liar hanya demi keuntungan pribadi. Berikut ini adalah 7 hewan asli Indonesia yang telah dinyatakan punah.

1. Harimau Jawa

Harimau Jawa dinyatakan punah oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1980. Populasi hewan bernama Latin Panthera Tigris Sondaica ini pada tahun 1950-an hanya 25 ekor. Dari tahun ke tahun, jumlahnya pun semakin sedikit. Di tahun 1979 dilaporkan hanya tersisa 3 ekor. Kepunahannya disinyakir karena hilangnya habitat asli hewan ini. Perburuan besar-besar juga menjadi faktor penyebab punahnya Harimau Jawa.

2. Harimau Bali

Selain Jawa, Pulau Dewata juga memiliki harimau asli yang disebut Harimau Bali. Sama halnya dengan Harimau Jawa, kepunahan Harimau Bali disebabkan oleh kerusakan habitat dan perburuan liar. Hewan bernama Latin Panthera Tigris Balica ini dinyatakan punah secara resmi sejak 27 September 1937. Harimau Bali terakhir ditembak mati pada tahun 1925.

3. Harimau Tasmania

Thylacinus Cynocephalus atau Harimau Tasmania adalah hewan yang berhabitat di Papua. Dinamai Harimau Tasmania karena punggungnya bercorak belang. Tapi, ada juga yang menyebutnya dengan serigala Tasmania atau harimau saja. Harimau Tasmania merupakan spesies terakhir dari genusnya, Thylacinus. Hewan ini dinyatakan punah pada abad ke-20.

4. Tikus Gua Flores

Dilihat dari namanya, kita sudah tahu asal dari hewan ini. Tikus Gua Flores memiliki nama Latin Spaleomys Florensis. Keberadaannya kini hanya tinggal sejarah. Beberapa subfosil fragmen ditemukan tersebar di banyak gua di Pulau Flores. Penyebab kepunahannya belum diketahui secara pasti. Beberapa spekulasi menyatakan bahwa hewan ini punah karena diburu, faktor alam, atau terserang penyakit.

5. Tikus Hidung Panjang Flores

Pulau Flores tak hanya punya satu hewan khas yang punah. Tikus Hidung Panjang adalah hewan asli Pulau Flores yang juga masih berkerabat dengan Tikus Gua Flores. Tikus yang bernama Latin Paulamys Naso ini, fosilnya ditemukan sekitar tahun 1981. Penemuan tersebut terjadi saat dilakukan penggalian di gua dekat Warukia, Flores Barat oleh H.R. van Heekeren. Diduga, hewan tipe pengerat ini dulunya hidup di wilayah hutan Montane bagian barat Pulau Flores. Secara resmi, hewan ini dinyatakan punah oleh IUCN pada tahun 1996.

6. Tikus Pohon Verhoeven

Hewan asli Indonesia yang dinyatakan punah selanjutnya masih dari keluarga tikus. Asalnya pun masih dari Pulau Flores. Tikus Pohon Verhoeven atau Papagomys Theodor Verhoeven memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada tikus pada umumnya. Para ahli mengatakan bahwa tikus jenis ini telah punah sekitar 1500 SM. Namun, IUNC baru mengumumkannya secara resmi di tahun 1996.

7. Kuau Bergaris Ganda

Argusianus Bipunctatus atau yang sering disebut Kuau Bergaris Ganda merupakan hewan unggas. Walaupun hanya sedikit bukti yang ditemukan, hewan ini diyakini sebagai hewan asli Indonesia yang berhabitat di Jawa dan Sumatera. Bukti yang pernah ditemukan adalah bulu Kuau Bergaris Ganda yang dikirim ke London pada tahun 1871.

Sebenarnya patut disayangkan hewan-hewan tersebut harus punah. Sebagai hewan asli Indonesia, tentunya hewan-hewan itu bisa menjadi ciri khas yang juga bisa mendatangkan keuntungan bagi Indonesia, khususnya di bidang pariwisata. Sebagai warga Indonesia dan sebagai sesama makhluk, kita harus peduli dengan hewan, terutama mereka yang terancam punah. Saat ini beberapa hewan asli Indonesia telah dinyatakan hampir punah, seperti badak, harimau Sumatera, dan bekantan. Ayo selamatkan hewan dari kepunahan dengan turut menjaga alam selaku habitat mereka!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
0SHARES