Dr. Saharjo S.H., Tokoh Nasional Pencetus Istilah "Narapidana" yang Kini Dilupakan Publik

yukepo.com

Begitu banyak pahlawan dan tokoh nasional yang berjasa bagi negara di masa-masa kemerdekaan Indonesia, mulai dari yang angkat senjata melawan kolonial secara langsung,  merumuskan dasar negara, sampai dengan yang terus membangun dan memperbaiki sistem pemerintahan agar selalu pro-rakyat dan sesuai dengan kepribadian bangsa.

Saking banyaknya, ada juga di antara tokoh-tokoh tersebut yang namanya kurang begitu dikenal publik, terutama tokoh-tokoh di bidang pemerintahan, padahal jasanya juga tidak kalah besar bagi negara. Salah satu tokoh tersebut adalah Dr. Saharjo, S.H., seorang ahli hukum yang jasanya luar biasa bagi sistem hukum di Indonesia. Nah,  kalau kamu belum begitu kenal dengan Dr. Saharjo, S.H., sekarang waktunya untuk lebih mengenal beliau.

www.solopos.com

            Dr. Saharjo S.H. adalah seorang ahli hukum kelahiran Surakarta, 26 Juni 1909. Selama mengabdi di Departemen Kehakiman (sekarang Kementerian Hukum dan HAM RI), putra abdi dalem Keraton Surakarta, R. Ngabei Sastroprayitno, tersebut adalah tokoh yang berjasa dalam menemukan istilah-istilah hukum yang lebih tepat dan tidak berkonotasi kasar. Sebelum terjun di bidang hukum, Dr. Saharjo S.H. sebelumnya bercita-cita menjadi dokter dan bahkan sudah sempat bersekolah di sekolah kedokteran, STOVIA. Oleh karena ternyata kemudian merasa bakatnya bukan menjadi seorang dokter, beliau pun memutuskan untuk keluar dan pindah ke AMS (sekolah setingkat SMA). Sebelum kemudian melanjutkan ke Fakultas Hukum, beliau sempat bekerja sebagai tenaga pengajar di sebuah perguruan rakyat di Jakarta dan aktif menjadi anggota Partai Indonesia (Partindo).

tokoh.id

Setelah melanjutkan ke perguruan tinggi dan lulus tahun 1941, kariernya di bidang hukum dimulai dengan bekerja di Departemen Kehakiman. Kariernya pun terus bersinar hingga pernah memegang jabatan sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Kehakiman, Menteri Kehakiman dalam Kabinet Kerja I, II, dan III, dan Wakil Perdana Menteri bidang Dalam Negeri. Perjalanannya yang panjang tersebut akhirnya selesai sudah ketika beliau meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 13 November 1963, di usianya yang ke-54 tahun, karena pendarahan otak yang dideritanya.

www.bitebrands.co

Selama berkarier di Departemen Kehakiman, ahli hukum yang hidupnya terkenal sederhana tersebut telah mencetuskan usulan-usulan brilian di bidang hukum, seperti mengusulkan penggunaan lambang pohon beringin untuk mengganti Dewi Yustisia yang waktu itu digunakan sebagai lambang Departemen Kehakiman. Menurut beliau, pohon beringin lebih sesuai dengan Indonesia dan cocok dijadikan sebagai lambang pengayoman dan perlindungan bagi rakyat yang menginginkan keadilan hukum. Usul luar biasa tersebut akhirnya diterima oleh para peserta Seminar Hukum Nasional pada tahun 1963.

twitter.com

Selain usul penggunaan lambang pohon beringin, Dr. Saharjo, S.H. juga mengusulkan penggunaan istilah-istilah hukum yang lebih tepat dan sesuai, seperti penggunaan istilah 'narapidana' untuk mengganti 'orang hukuman' dan 'pemasyarakatan' untuk mengganti 'penjara'. Menurut Dr. Saharjo S.H., alasannya adalah bahwa hukuman yang diberikan kepada orang yang dinyatakan bersalah tidak dimaksudkan sebagai siksaan, tetapi mereka dididik untuk menyadari kesalahannya agar setelah bebas dan kembali ke masyarakat, mereka dapat memperbaiki kesalahannya dan menjadi orang yang lebih baik. Usul tersebut juga diterima dan disahkan melalui Konferensi Kepenjaraan di Bandung pada tanggal 27 April 1964.

Sebenarnya, jasa-jasa Dr. Saharjo, S.H. lainnya di dunia hukum Indonesia masih banyak. Penggunaan lambang pohon beringin serta penggunaan istilah 'narapidana' dan 'pemasyarakatan' hanya sebagian kecil bukti peninggalan tokoh yang dianugerahi pemerintah dengan gelar Satya Lencana Kemerdekaan dan Pahlawan Nasional tersebut. Sedikit-sedikit semoga kamu sekarang sudah lebih mengenal pahlawan kita satu ini, ya.

 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Inilah Penampakan 10 Pakaian Adat Masyarakat Indonesia Zaman Dulu. Banyak yang Telanjang Dada!

Inilah Penampakan 10 Pakaian Adat Masyarakat Indonesia Zaman Dulu. Banyak yang Telanjang Dada!

Tidak Banyak yang Tahu, Ini Ketangguhan Pasukan Tentara Elite Indonesia Penjaga Kedaulatan Bangsa

Tidak Banyak yang Tahu, Ini Ketangguhan Pasukan Tentara Elite Indonesia Penjaga Kedaulatan Bangsa

Kisah Dilan yang Berlatar di Bandung Heboh, Begini Gambaran Bandung Tempo Doeloe. Keren!

Kisah Dilan yang Berlatar di Bandung Heboh, Begini Gambaran Bandung Tempo Doeloe. Keren!

Inilah Kerennya Tradisi Ritual Memandikan Tengkorak, Nyobeng, di Kalimantan Barat. Horor Tapi Unik!

Inilah Kerennya Tradisi Ritual Memandikan Tengkorak, Nyobeng, di Kalimantan Barat. Horor Tapi Unik!

Bikin Sedih. Begini Perjuangan Lenong, Budaya Betawi yang Makin Habis Tergerus Zaman!

Bikin Sedih. Begini Perjuangan Lenong, Budaya Betawi yang Makin Habis Tergerus Zaman!

Disanjung Dunia, 7 Penemu Hebat Asal Indonesia Ini Justru Diacuhkan Negaranya Sendiri. Ironis!

Disanjung Dunia, 7 Penemu Hebat Asal Indonesia Ini Justru Diacuhkan Negaranya Sendiri. Ironis!

loading