Disanjung Dunia, 7 Penemu Hebat Asal Indonesia Ini Justru Diacuhkan Negaranya Sendiri. Ironis!

28 Januari 2018
|Galih Wisnu Brata
741SHARES

Banyak keluhan yang sering muncul dari masyarakat Indonesia. Mulai dari harga bahan pokok melonjak hingga berita hoaks yang santer beredar dan polemik politik. Padahal, di balik semua kepelikan dan keributan yang terjadi, Indonesia sebenarnya adalah negara dengan segudang potensi.

Tak hanya kaya potensi sumber daya alam, sumber daya manusia pun patut diperhitungkan. Banyak jenius Indonesia yang telah membuat penelitian dan menghasilkan berbagai penemuan yang hebat. Sayangnya, ada peneliti dan penemu yang karyanya justru lebih diakui di dunia daripada di negeri sendiri. Wah, kasihan ya. Nah, inilah 7 penemu Indonesia yang hebat namun karyanya lebih diakui oleh dunia.

1. Arfi'an dan Arie Kurniawan

Kakak beradik, Arfi'an dan Arie Kurniawan, belajar tentang teknik desain komputer secara mandiri lewat internet. Keduanya tak memiliki perangkat komputer sehingga harus pinjam milik saudaranya. Meski begitu, dua bersaudara ini pernah menjuarai kompetisi 3D Design Engineering dalam kategori Jet Engine Bracket . Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh General Electric (GE) di Amerika Serikat. Arfi'an dan Arie mengalahkan lebih dari 700 peserta dari 56 negara. Dua bersaudara ini juga pernah mengalahkan mahasiswa S3 dan doktor di luar negeri dalam kompetisi Computer Aided Design (CAD). Di balik kesuksesannya di ajang kompetisi tingkat dunia, desain dua bersaudara ini pernah ditolak oleh Universitas Diponegoro.

2. Yogi Erlangga

Yogi Erlangga mendapat sebutan sebagai doktor termuda untuk bidang matematika terapan. Ia meraih gelar doktor di Universitas Teknologi Delft, Belanda saat masih berusia 31 tahun. Dengan ilmu yang diperolehnya hingga bangku S3, Yogi berhasil menemukan rumus yang berhubungan dengan penggunaan minyak. Yogi menggunakan unsur gelombang, pemetaan, dan perhitungan secara detail dan sistematis untuk mendapatkan rumus tersebut. Hasil penelitiannya ini mendapat perhatian dari perusahaan-perusahaan minyak dunia. Salah satunya adalah Shell. Namun, perusahaan minyak di Indonesia tidak ada yang melirik hasil temuannya ini.

3. Muhammad Nurhuda

Muhammad Nurhuda mengabdikan dirinya sebagai pengajar di Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, Malang. Di tengah kesibukannya menyampaikan ilmu, Nurhuda berhasil menciptakan kompor yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Kompor ciptaannya tersebut memiliki emisi gas buang yang jauh lebih rendah dari yang telah ditetapkam oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Kompor ramah lingkungan ini berbahan bakar kayu cacahan, butiran kayu, dan pelet sawit. Sayangnya, kompor buatan Nurhuda tidak menarik minat konsumen di Indonesia. Akan tetapi, kompor buatannya justru laku di negara lain, seperti India, Peru, Norwegia, Kamboja, Meksiko, Timor Leste, dan negara-negara di kawasan Afrika.

4. Khoirul Anwar

Khoirul Anwar merupakan alumnus Teknik Elektro ITB yang lulus tahun 2000 dengan gelar cumlaude. Setelah itu, ia melanjutkan studi master dan doktor di Nara Institute of Science and Technologi. Berkat ilmu yang ditimbanya, ia berhasil menciptakan teknologi broadband. Teknologi tersebut merupakan cikal bakal dari jaringan 4G LTE. Kemampuan hebatnya ini ternyata belum banyak dibutuhkan oleh Indonesia. Untuk itu, ia memutuskan untuk ke Jepang demi menyalurkan kemampuannya. Selain menciptakan teknologi broadband, Khoirul Anwar juga pernah menerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium pada tahun 2006 di California.

5. Randall Hartolaksono

Randall Hartolaksono adalah seorang lulusan dari University of London dengan mengambil jurusan teknik mesin. Ia berhasil menciptakan bahan antiapi dan antipanas dari kulit singkong. Ciptaannya ini diawali dari ketidaksengajaan. Saat Randall sedang meneliti saripati kulit singkong untuk dijadikan bahan pelumas engsel robot, ia menumpahkan bahan tersebut ke atas api tanpa sengaja. Api langsung padam seketika. Randall kemudian menelitinya lebih lanjut dengan arahan profesor dari University London. Dia berhasil menciptakan produk antiapi yang telah digunakan dalam beberapa produk mobil dunia, seperti Ford dan Petronas. Yah, lagi-lagi Indonesia tidak memberikan perhatian terhadap karya anak bangsa yang satu ini.

6. Warsito P. Taruno

Kanker masih menjadi salah satu penyakit yang ganas dan ditakuti. Tapi ternyata, telah ditemukan alat yang bisa membunuh sel kanker. Yang menciptakan alat tersebut adalah orang Indonesia. Dia adalah Warsito P. Taruno. Warsito berhasil menciptakan alat terapi kanker yang disebut Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT). Hasil ciptaan Warsito ini telah diuji dan dibuktikan di laboratorium. Walaupun penemuannya hebat, Lembaga Kesehatan Indonesia tidak memberikan izin sehingga alat ini tidak bisa diproduksi secara masal. Hal berbeda dilakukan oleh Jepang. Jepang justru memesan alat ciptaan Warsito ini.

7. Ricky Elson

Seorang pakar mesin asal Indonesia berhasil menciptakan mobil sport. Mobil karya Ricky Elson tersebut diberi nama Selo. Selo memiliki tampilan yang keren. Selain itu, mobil ini juga ramah lingkungan karena menggunakan listrik sebagai bahan bakar. Karena tidak lolos uji emisi, Selo ditolak oleh pemerintah Indonesia. Berbanding terbalik dengan pemerintah Indonesia, pemerintah Malaysia justru meminang mobil ciptaan Ricky dan berniat mengembangkannya. Semoga saja nantinya nggak rebutan ya.

Tuh, penemu Indonesia memang terbukti cerdas dan hebat. Hanya saja, terkadang para penemu hebat dan cerdas ini tidak mendapat dukungan dari negeri sendiri, baik dari masyarakat maupun pemerintah. Semoga ke depan Indonesia semakin memperhatikan karya dari anak negeri ya. Agar para penemu pun merasa leluasa berkarya demi kemajuan Indonesia!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
741SHARES