Diperkarakan Banyak Orang, Begini Lika-Liku Keributan Puisi Kontroversial Sukmawati. Bikin Ngelus Dada!

www.yukepo.com

Kasus dugaan penistaan agama kembali terjadi. Kali ini melibatkan anak dari bapak proklamator Indonesia, Sukmawati Soekarnoputri. Kasus tersebut mencuat setelah Sukmawati membacakan puisi karyanya berjudul “Ibu Indonesia” pada acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (29/3/2018).

Puisi karyanya itu diduga mengandung unsur SARA yang menghina agama Islam. Lalu, seperti apa kronologi serta maksud dari Sukmawati atas puisi ciptaannya tersebut? Bagaimana pandangan dari anggota keluarga yang lain? Serta tindakan apa yang telah dilakukan, baik oleh Sukmawati maupun pihak lain yang mempermasalahkan puisi tersebut? Langsung aja yuk kita pantau bareng-bareng!

1. Awal mula kontroversi

www.youtube.com

Pada Kamis (29/3/2018) yang lalu, Sukmawati Soekarnoputri mendapatkan kehormatan untuk menampilkan puisi karyanya dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Jakarta Convention Center (JCC). Namun, bukannya mendapatkan pujian, anak dari Bung Karno tersebut malah mendapat hujatan. Hal itu disebabkan puisinya dinilai mengandung unsur SARA. Pasalnya, puisi Sukmawati dianggap menyindir suara adzan dan cadar yang merupakan ornamen khas Islam.

2. Dilaporkan dua pihak

wartakota.tribunnews.com

Selang beberapa jam, puisi “Ibu Indonesia” milik Sukmawati dibacakan, tercatat sudah ada dua laporan yang masuk ke kantor Polda Metro Jaya. Pertama adalah seorang pengacara pengacara bernama Denny Adrian Kushidayat dan yang kedua adalah politikus Partai Hanura, Amron Asyhari. Dalam pembuatan laporan, Denny mengaku mewakili umat Islam yang ada di seluruh Indonesia. Laporannya memiliki nomor LP/1782/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum atas dugaan Penistaan Agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP dan atau Pasal 16 UU Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis. Sementara itu, pelapor kedua yang berasal dari politikus Partai Hanura, Amron Asyhari memiliki nomor LP/1785/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum dengan dugaan Penistaan Agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP.

“Saya tak akan mencabut laporan meski dia meminta maaf nantinya. Ini jelas telah menghina dan melecehkan kami sebagai umat Islam. Saya minta agar polisi segera mengusut kasus ini," tegas Amron seperti yang dikutip dari liputan6.com, Rabu (4/4/2018).

3. Tanggapan keluarga

nasional.tempo.co

Menanggapi kasus dugaan penistaan agama yang tengah menimpa anggota keluarganya, Guntur Soekarnoputra selaku kakak kandung dari Sukmawati sangat menyayangkan hal tersebut. Menurutnya, puisi yang disampaikan oleh Sukmawati tidak ada kaitannya dengan pandangan dan sikap dari keluarga Bung Karno.

"Sebagai anak tertua, saya saksi hidup, bahwa seluruh anak Soekarno dididik oleh Bung Karno dan ibu Fatmawati Sukarno sesuai ajaran Islam,”

"Kami diajarkan syariat Islam dan Bung Karno pun menjalankan semua rukun Islam termasuk menunaikan ibadah haji"

"Itu pendapat pribadi Sukmawati, tidak ada urusannya dengan pandangan dan sikap keluarga," kata Guntur.

Sementara itu, Guruh Soekarnoputra selaku adik dari Sukmawati menganggap jika puisi karya kakaknya itu harus ditanggapi secara jernih dan bijaksana. Ia pun yakin jika puisi yang berjudul “Ibu Indonesia” milik Sukmawati tidak bermaksud menyinggung soal Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA).

“Saya melihat reaksi-reaksi gitu, itu kan akhirnya sangat relative tergantung dari persepsi kita, ya persepsi orang bermacam-macan, saya bisa mengerti isinya, bukan untuk SARA dan sebagainya,” ucap Guruh seperti yang dilansir dari Tribunnews.com.

4. Bagaimana tanggapan Sukmawati sendiri?
epic.co.id

Sukmawati sendiri telah memberikan tanggapan terkait kisruh yang menimpanya. Menurutnya, puisi tersebut merupakan pendapatnya yang diungkapkan secara jujur.

"Lho Itu suatu realita, ini tentang Indonesia. Saya ga ada SARA-nya. Di dalam puisi itu, saya mengarang cerita. Mengarang puisi itu seperti mengarang cerita. Saya budayawati, saya menyelami bagaimana pikiran dari rakyat di beberapa daerah yang memang tidak mengerti syariat Islam seperti di Indonesia Timur, di Bali dan daerah lain," katanya.

Lalu, ia pun menanggapi soal azan yang dibanding-bandingkan dengan kidung Ibu Indonesia. Sebelumnya, pembandingan tersebut telah dipersoalkan oleh pengurus Persaudaran Alumni 212, Kapitra Ampera.

"Soal kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu, ya boleh aja dong. Nggak selalu orang yang mengalunkan azan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati," ujar Sukmawati. "Jadi ya silakan orang-orang yang melakukan tugas untuk berazan pilihlah yang suaranya merdu, enak didengar. Sebagai panggilan waktu untuk salat. Kalau tidak ada, Akhirnya di kuping kita kan terdengar yang tidak merdu," sambungnya.

5. Balasan untuk puisi “Ibu Indonesia”
aceh.tribunnews.com

Menanggapi puisi “Ibu Indonesia” milik Sukmawati, Felix Siauw selaku tokoh agama memberikan sebuah puisi balasan. Puisi sepanjang 10 alinea tersebut sebagian besar memberikan argumen tandingan terkait puisi Sukmawati. Berikut bunyi puisi dari Ustadz Felix Siauw.

Kamu Tak Tahu Syariat

Kalau engkau tak tahu syariat Islam, seharusnya engkau belajar bukan berpuisi, harusnya bertanya bukan malah merangkai kata tanpa arti

Bila engkau mau mengkaji, engkau akan memahami bahwa hijab itu bukan hanya pembungkus wujud, tapi bagian ketaatan, sebagaimana saat engkau ruku dan sujud

Engkau juga akan mengerti, bahwa membandingkan konde dan cadar itu perkara menggelikan, sebab yang satu ingin terjaga, yang lain malah mengumbar

Pastinya juga engkau tak tahu bahwa negeri ini dibangkitkan darah perlawanannya oleh kalimat takbir, yang enam kali dilantangkan dalam azan yang engkau tuduh tak lebih merdu dibanding kidung ibu

Tanpa Islam tak ada artinya Indonesia, maka dimulakan negeri ini dengan "Atas berkat rahmat Allah". Islam adalah ruh Indonesia, nyawa Indonesia

Takkan berdaya wanita Indonesia tanpa Islam, yang telah menuntun mereka dari gelapnya penjajahan menuju cahaya kemerdekaan. Dari sekeder pelengkap jadi tiang peradaban

Dan kini aku menggugat dirimu, mempertanyakan dirimu, siapa kamu sebenarnya? Mengapa cadar dan azan begitu mengganggu dirimu, membuat engkau resah? Yang kutahu, hanya penjajah yang begitu

Tak paham konde, tak mampu berkidung, tak jadi masalah. Tapi tak tahu syariat mana bisa taat? Tak Indonesia tetap bisa menghuni surga, tak Islam maka tak ada lagi penolong di satu masa yang tak ada keraguan di dalamnya

Kalau engkau tak tahu syariat. Mari sini ikut melingkar dan merapat. Akan aku sampaikan biar engkau pahami, bagi mereka yang beriman, tak ada yang lebih penting dari Allah dan Rasul-Nya

Selain balasan puisi dari Ustad Felix, seorang mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran (KPI) UIN Ar-Raniry bernama Putri Hardini melakukan hal yang serupa. Lembaga pers kampus setempat pun mengunggah sebuah video di laman Instagram dengan menampilkan Putri yang tengah membacakan puisi karyanya. Berikut bunyi puisinya.

Aku tahu syariat Islam Jadi, aku tahu jilbab dan cadar lebih indah dari kondemu Aku tahu syariat Islam Jadi, aku tahu gerai rambutmu lebih suci jika ditutupi jilbab Aku tahu syariat Islam Jadi, aku tahu suara azan dan lantunan Alquran lebih merdu dari apapun, bahkan dari suara kidung Ibu Pertiw

Namun, Jika kau tak mengetahui syariat Islam Cari tahulah Belajarlah Dan jangan mengatakan kata sajakmu yang kau pikir indah namun menghina

Waduh, semakin sengit aja nih kayaknya persoalan SARA di Indonesia. Memang isu tersebut sangatlah sensitif di Indonesia. terlebih setelah kasus yang menimpa Ahok tahun 2017 silam. Tapi, kalau dipikir-pikir, seni itu kan adalah kebebasan berekspresi. Tapi, kalau seni itu sendiri dibatasi, apa masih bisa dianggap sebagai bentuk kebebasan berekspresi? Menurutmu sendiri gimana nih, guys? Apakah puisi Sukmawati merupakan bentuk kebebasan ekspresi melalui seni, atau bentuk penistaan terhadap agama Islam.

 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Tak Pernah Mengaku Muslim, Ini Jawaban Zayn Malik Soal Keyakinannya - Keepodotme

Tak Pernah Mengaku Muslim, Ini Jawaban Zayn Malik Soal Keyakinannya - Keepodotme

Menebak-nebak Cawapres yang Akan Mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019 Mendatang, Siapa ya?

Menebak-nebak Cawapres yang Akan Mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019 Mendatang, Siapa ya?

Sakit Tapi Tak Berdarah! Baru Ambil Uang Rp 47 Juta dari Bank, nggak Lama Uang Ini Raib Digondol Maling. Nyesek!  - Keepodotme

Sakit Tapi Tak Berdarah! Baru Ambil Uang Rp 47 Juta dari Bank, nggak Lama Uang Ini Raib Digondol Maling. Nyesek! - Keepodotme

Cerita Cinta The Smiling General: Dijodohkan dengan Ibu Tien, Soeharto Grogi Bukan Kepalang!

Cerita Cinta The Smiling General: Dijodohkan dengan Ibu Tien, Soeharto Grogi Bukan Kepalang!

Selain Bekas Jerawat, Inilah 5 Hal “Membekas” yang Sulit Dihilangkan - Keepodotme

Selain Bekas Jerawat, Inilah 5 Hal “Membekas” yang Sulit Dihilangkan - Keepodotme

Dari Ujung Barat Hingga Ujung Timur, Inilah 8 Tempat di Indonesia yang Diakui UNESCO!

Dari Ujung Barat Hingga Ujung Timur, Inilah 8 Tempat di Indonesia yang Diakui UNESCO!

loading