Dikenal sebagai Kata Umpatan, Ternyata Ini Arti “Sontoloyo” yang Sebenarnya

13 Oktober 2017
|Median
0SHARES

Hampir tidak ada di antara kita yang belum pernah mendengar seruan “sontoloyo!”. Bahkan, kita sendiri saja mungkin pernah mengucapkannya untuk mengatai orang atau sekadar untuk bercanda. Nah, ngomong-ngomong kamu sudah tahu belum sih arti sebenarnya dan asal mula kata makian “sontoloyo” ini? Buat yang penasaran, kita simak bareng-bareng yuk di topik bahasan kali ini.

Oke, dirunut dari asal mulanya. Sontoloyo adalah sebutan bagi penggembala itik atau kalau di Jawa biasa disebut tukang angon bebek. Jadi, sontoloyo pada zaman dahulu bisa disebut sebagai nama profesi, orang yang biasa menggembalakan itik. Ketika menggembala, sontoloyo biasanya khas dengan atribut tongkat kecil panjang yang dipegang dan caping di kepalanya. Dia berjalan kaki menggiring itik-itiknya menuju persawahan sampai nanti pulang ke kandang. Kalau kamu hidup atau pernah menetap di lingkungan pedesaan, orang yang menggembalakan itik pasti menjadi salah satu keseharian yang sering kamu lihat. Hanya mungkin kamu tidak tahu saja bahwa penggembala tadi itulah yang disebut sebagai sontoloyo.

Menurut Wikipedia, konotasi negatif sontoloyo awalnya muncul dari para pemilik sawah yang kesal karena tanamannya dirusak itik dan ketidaksabaran para pengguna jalan yang disulitkan oleh itik-itik yang menyeberang atau memenuhi jalan. Mereka yang kesal ini kemudian menyalahkan sontoloyo dengan mengumpat, “Dasar sontoloyo”. Nah, mulai dari sinilah kemudian sontoloyo mengalami pergeseran makna dari nama profesi menjadi kata umpatan. Sontoloyo tidak hanya menjadi kata umpatan yang dikenal oleh kalangan penutur bahasa Jawa, tetapi dalam perkembangannya telah menjadi kata umpatan yang tidak asing lagi di Indonesia. Dikutip dari KBBI, sontoloyo berarti ‘konyol, tidak beres, bodoh (dipakai sebagai kata makian)’. Tuh kan, beda jauh dari arti sontoloyo yang sebenarnya.

Sudah ngerti ya sekarang arti sontoloyo yang sebenarnya sampai gimana ceritanya bisa menjadi kata umpatan. Semoga besok bisa lebih bijak lagi dalam menggunakan kata sontoloyo. Jangan sampai kamu kelewatan bercanda sampai membawa-bawa kata sontoloyo segala, padahal kamu lagi berada di dekat seorang sontoloyo. Ya, kalau dianya biasa aja sih nggak papa, tapi kalau dianya tersinggung? Nggak enak banget kan entar jadinya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Median
"Nata polah."
0SHARES