Dijuluki 'Gubernur Maksiat', Begini Cara Ali Sadikin Tangani Kehadiran Waria di Jakarta. Kontroversial!

www.merdeka.com

Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Indonesia menjadi salah satu kota terpadat di Indonesia. Mengingat julukan yang tersemat padanya, Orang-orang rela datang ke kota itu untuk mempertaruhkan nasib mereka. Namun, hal itu membuat populasi masyarakat di ibu kota kian sesak. Berbagai suku, budaya, serta jenis manusia tumpah ruah di Jakarta. Salah satunya adalah kehadiran waria sebagai bagian dari penduduk Jakarta.

Berdasarkan laporan yang termuat dalam Kompas edisi 15 Agustus 1968, tercatat sedikitnya 15 ribu waria yang ada di Jakarta. Mereka terbagi ke dalam empat kelompok: waria abadi dan waria separuh, waria gagal (bantet), waria single fighter, serta waria yang bersembunyi, seperti yang ditulis Djaja pada 2 November 1968.

law-justice.co

Kelompok waria tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing. Melansir dari Historia, Jumat (23/3/2018), kelompok waria abadi berciri mengenakan busana perempuan dalam keseharian. Waria separuh hanya memakai busana perempuan pada waktu tertentu. Waria bantet biasanya hanya menjadi waria dalam waktu singkat dan kembali jadi lelaki.

Berkaitan dengan orientasi seksual, para waria tidak melulu berhubungan dengan lelaki. Beberapa kelompok waria masih mau berhubungan dengan wanita. Sementara untuk kelompok tertentu, mereka memosisikan dirinya sebagai seorang wanita penuh.

Lalu, apa yang dilakukan oleh Ali Sadikin selaku Gubernur DKI Jakarta perihal keberadaan para waria kala itu?

historia.id

Mengetahui cukup banyak terdapat kelompok waria di Jakarta, Ali Sadikin kemudian mengumpulkan, menemui, dan mengajak mereka bicara pada akhir 1968.

“Mereka juga manusia, dan mereka juga penduduk Jakarta. Jadi saya harus mengurus mereka juga,” kata Ali Sadikin dalam biografinya, Bang Ali: Demi Jakarta karya Ramadhan KH.

Kelompok tersebut pun sangat merasa terhormat dapat bertemu dengan Gubernur Ali. Kemudian, mereka pun berkata kepada sang gubernur agar ia dapat mengeluarkan seruan yang meminta kepada masyarakat untuk menerima kehadiran mereka sebagaimana adanya. Menurut Ali, para waria harus memiliki daya guna, dapat menggali potensinya, berpendidikan, serta bekerja secara halal.

“Tapi tidak gampang mendapatkan lapangan kerja. Sudahlah, asalkan mereka tidak terlalu mencolok, sudah bagus,” ucap Ali Sadikin.

Usai bertemu dengan kelompok tersebut, Ali kemudian mengajukan istilah baru dengan menyebut mereka sebagai Wadam alias wanita adam. Ali juga membolehkan para wadam untuk mengelola sebuah bar, Paradise Hall ketika acara Jakarta Fair berlangsung. Namun, belum juga berjalan lama, Paradise Hall harus ditutup.

“Ia bangkrut karena kurang pengunjung. Sejak itu para waria kembali berkeliaran ke mana-mana, mencari nafkah,” tulis Kemala Atmojo dalam Kami Bukan Lelaki.

kenyoot.blogspot.co.id

Sebagian dari waria tersebut kemudian kembali ke jalur prostitusi. Mereka biasanya akan mangkal di Lapangan Banteng, Monas, Taman Surapati, dan Taman Lawang. Sementara waria yang lain berusaha menjadi penghibur dengan mengadakan kontes Miss Wadam. Kontes ini kemudian memunculkan banyak waria penghibur profesional yang manggung di hotel dan klub malam, baik secara perorangan maupun kelompok.

Kalau menurutmu, apakah langkah Gubernur Ali Sadikin dalam menanggulangi kehadiran waria di Jakarta ini sudah tepat? Atau adakah solusi lain yang dapat diberlakukan? Waria dan transgender memang fenomena yang nyata dan perlu mendapatkan perhatian khusus agar tidak terjadi konflik dalam masyarakat. Dan untuk mengetahui solusi apa yang tepat bagi fenomena ini, ada baiknya kita terlebih dahulu memahami mereka dan tuntutan mereka alih-alih mengucilkan atau bahkan memusuhi. Ingat, bagaimanapun waria dan transgender juga manusia yang patut dimanusiakan, ya.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Super Kreatif dalam Melihat Peluang, Inilah 10 Pekerjaan yang Hanya Ada di Indonesia!

Super Kreatif dalam Melihat Peluang, Inilah 10 Pekerjaan yang Hanya Ada di Indonesia!

Jangan Salah Sangka, Ini Bukan Anak Krakatau, Tapi Gunung Paluweh di Pulau Palu'e!

Jangan Salah Sangka, Ini Bukan Anak Krakatau, Tapi Gunung Paluweh di Pulau Palu'e!

Disegani di Luar Negeri, Inilah 5 Suku Asli Indonesia yang Dipercaya Berkekuatan Magis!

Disegani di Luar Negeri, Inilah 5 Suku Asli Indonesia yang Dipercaya Berkekuatan Magis!

Perseteruan Amien Rais dan Luhut Kian Memanas, Begini Kronologi Konflik antar Politisi Ini!

Perseteruan Amien Rais dan Luhut Kian Memanas, Begini Kronologi Konflik antar Politisi Ini!

Inilah Foto-foto Tol Salatiga yang Dinobatkan sebagai Tol Paling Indah di Dunia

Inilah Foto-foto Tol Salatiga yang Dinobatkan sebagai Tol Paling Indah di Dunia

Beratnya Lebih dari 16 Ton, Inilah 5 Fakta Tumpukan Sampah Teluk Jakarta. Miris!

Beratnya Lebih dari 16 Ton, Inilah 5 Fakta Tumpukan Sampah Teluk Jakarta. Miris!

loading