Diduga Masuk Zona Terlarang, Dua Mahasiswa Indonesia Ini Ditahan di Mesir

12 Agustus 2017
|Faizah Pratama
31SHARES

Dua orang mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar ditahan oleh aparat keamanan Mesir. Sepekan lebih Nurul Islami dan Muhammad Hadi ditahan polisi Provinsi Ad Daqohliyah. Dua mahasiswa asal Limapuluh Kota, Sumatera Barat ini telah ditahan sejak 1 Agustus 2017. Mereka ditahan karena dituduh memasuki zona terlarang.

Dilansir dari www.viva.co.id, menurut Muhammad Alfatiha, Ketua Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau di Mesir, Nurul dan Hadi ditahan setelah membeli minuman di Desa Samanud. Wilayah tersebut memang telah dijadikan zona terlarang oleh Pemerintah Mesir selama beberapa tahun terakhir. Samanud sangat terlarang dimasuki terutama oleh warga asing.

Kedua mahasiswa Al-Azhar asal Indonesia itu diketahui memang sempat tinggal di Desa Samanud. Begitu wilayah tersebut dinyatakan terlarang bagi warga asing, mereka pun pindah ke Kota Kairo. Pada tanggal 1 Agustus 2017 mereka kembali ke desa itu untuk mengambil barang yang belum sempat terbawa di tempat tinggal mereka sebelumnya.

Setelah urusan mereka tuntas, mereka keluar untuk mencari minuman. Saat itulah mereka diperiksa hingga ditangkap pihak keamanan Markaz Aga. Padahal, rekan kedua mahasiswa itu yakin jika visa kedua rekannya itu tidak bermasalah. Hanya saja kedua mahasiswa itu melanggar zona terlarang.

Hal serupa ternyata pernah terjadi sebelumnya, dikutip dari www.cnnindonesia.com, tiga mahasiswa asal Indonesia dilaporkan ditahan oleh pihak berwenang Mesir sejak awal Juni lalu. Penangkapan tersebut bermula saat mereka akan membeli bahan makanan untuk buka puasa di pasar. Mereka tiba-tiba didatangi polisi dan membawa mereka ke kantor. Padahal ketiganya telah menunjukkan paspor asli, visa, dan identitas mahasiswa.

Para polisi memang sedang melakukan razia baik kepada warga Mesir maupun warga asing yang dicurigai terlibat radikalisme. Di tempat lain, mahasiswa lainnya juga ditahan di pos polisi Aga Provinsi El Dakahlia juga ditangkap dengan alasan serupa.

Menghadapai berbagai persoalan itu pihak KBRI pun segera turun tangan. Pihak KBRI berkoordinasi dengan pihak berwenang di sana. Namun, baik kasus sebelumnya maupun kasus yang baru terjadi, pihak KBRI memang cukup kesulitan untuk menemui mereka. Kasus pertama pun berujung pada keputusan deportasi empat mahasiswa Indonesia dengan alasan keamanan, padahal keempatnya masih berstatus sebagai mahasiswa Al-Azhar dan memiliki izin tinggal resmi. Untuk kasus kedua yang terjadi pihak KBRI belum menemui titik terang meski sudah melakukan berbagai upaya.

Soal Desa Samanud yang dijadikan sebagai zona terlarang juga masih simpang siur sebabnya. Belum ada surat edaran yang menyatakan wilayah tersebut terlarang. Untuk memasuki wilayah itu pun tidak melalui pemeriksaan surat-surat dan tidak pula melewati pos militer. Ada pula kabar yang menyatakan wilayah tersebut terlarang karena ada Syaikh terlarang di sana. Pihak berwenang Mesir memang sedang gencar-gencarnya melakukan razia akibat serangkaian teror yang terjadi di sana. Bahkan Pemerintah Mesir menerapkan darurat keamanan sejak 10 April 2017 lalu. 

Bagi mahasiswa Indonesia ataupun WNI di sana memang harus menyadari wilayah Mesir kini sedang ketat melakukan pemeriksaan terhadap warganya maupun warga asing. Sebaiknya berhati-hatilah saat melakukan aktivitas, jangan sampai mengalami nasib yang sama dengan mahasiswa Indonesia tersebut.

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
31SHARES