Dibilang Mirip Yahudi, Ini 7 Fakta Menarik Ugamo Malim, Kepercayaan Asli Suku Batak

22 Januari 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
452SHARES

Agama merupakan pegangan dari umat manusia di dalam kehidupan yang dijalaninya. Tanpa agama, manusia ibarat itik tanpa induknya. Tanpa agama, manusia ibarat seseorang yang buta di tengah hiruk pikuk keramaian kota. Setuju? Agama menunjukkan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang harus dilakukan dan mana yang harus dijauhi. Dengan begitu, manusia akan memiliki pegangan selama hidupnya. Dengan agama, manusia memiliki petunjuk dan juga pedoman sehingga mereka tidak akan tersesat.

Sejauh ini, agama yang diakui, baik di Indonesia maupun dunia, secara garis besar ada lima, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, serta Budha. Namun, di samping kelima agama tersebut, masih banyak aliran kepercayaan yang belum diketahui oleh masyarakat luas. Salah satunya adalah aliran kepercayaan Ugamo Malim. Penasaran seperti apa fakta menarik tentang aliran kepercayaan yang satu ini? Langsung aja kita kepoin bareng deh. Yuk, kepo!

1. Parmalim

Para penganut dari aliran kepercayaan ini disebut dengan “Parmalim”. Saat ini, jumlah dari Parmalim yang tersisa di Tanah Batak hanya sekitar 10 ribu orang. Aliran kepercayaan ini terpusat di Hutan Tinggi, Laguboti Kabupaten Tobasa.

2. Pimpinan tertinggi Ugamo Malim adalah Sisingamangaraja I-XII

Sisingamangaraja menjadi pimpinan tertinggi dari aliran kepercayaan ini. Namun, setelah Sisingamangaraja mangkat, Raja Marnangkok Naipospos yang menggantikan Sisingamangaraja sebagai pimpinan tertinggi Ugamo Malim.

3. Tuhan dalam Ugamo Malim

Apa yang disembah dari aliran kepercayaan ini? Para Pamalim mengaku menyembah Debata Mulajadi Na Bolon yang artinya ‘Maha Awal dan Maha Besar’. Selain itu, Parmalim juga memercayai beberapa dewa yang membantu Debata Mulajadi Na Bolon, yakni Debata Na Tolu, Si Boru Deakparujar, Nagapadohaniaji, dan Si Boru Saniang Naga.

4. Jumlah mereka tersebar di Sumatra dan Jawa

Meskipun tersisa hanya sekitar 10 ribu orang, namun keberadaan Parmalim cukup luas, dari Sumatra hingga Jawa. Hal itu tak terlepas dari adat suku Batak sendiri yang gemar untuk merantau. Selain itu, banyak juga para pemuda parmalim yang sukses dalam menempuh pendidikan bahkan hingga tingkat perguruan tinggi. Namun, kebanyakan dari mereka menutupi aliran kepercayaan yang dianut lantaran lelah terhadap semua pertanyaan yang diajukan orang-orang.

5. Suku Batak membagi alam raya menjadi 3 bagian utama

Bagi para penganut Ugamo Malim, alam raya terbagi atas tiga bagian utama. Pertama adalah Banua Ginjang (Dunia Atas), yakni Kerajaan tertinggi Debata Mulajadi Na Bolon serta roh-roh nenek moyang yang sudah meninggal. Kedua adalah Banua Tonga (Dunia Tengah), yakni tempat semua manusia beraktivitas. Ketiga adalah Banua Toru (Dunia Bawah), yakni sebuah tempat yang tidak mengenal konsep surga dan neraka.

6. Terpecah menjadi dua kubu

Setelah Raja Marnangkok mangkat, kabarnya penganut dari Ugamo Malim terpecah menjadi dua bagian. Kelompok pertama dipimpin oleh adik kandung almarhum Raja Marnangkok, yakni Monang Naispospos. Sementara kelompok kedua dipimpin oleh anak keempat almarhum Raja Marnangkok, Poltak Naispospos. 

7. Ugamo Malim disebut mirip dengan Agama Yahudi

Ada yang meyakini bahwa Ugamo Malim sangat mirip dan erat kaitannya dengan agama Yahudi yang dibawa oleh bangsa Israel. Hal itu dapat dilihat dari beberapa indikator sebagai berikut. Sama-sama menganut monoteisme, adanya ritual pembabtisan dan pemberian nama seorang bayi pada hari ketujuh setelah kelahirannya (disebut dengan Martutu Aek), mengenal yang namanya upacara kematian, peribadatan yang dilakukan setiap hari Sabtu (Samisara/Mararisantu), serta masih banyak lagi kemiripan yang ada.

Itulah beberapa fakta menarik dari Ugamo Malim, aliran kepercayaan asli dari tanah Batak. Apa pun kepercayaannya, pasti selalu mengajarkan manusia untuk berbuat baik kepada sesamanya. Karena agama itu ada untuk membantu kehidupan manusia menjadi lebih baik, tertib, damai, dan sejahtera. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
452SHARES