Di Balik Namanya yang Unik, Ternyata Begini Sejarah Penamaan Gunung Slamet! Percaya Nggak?

www.tripjalanjalan.com

Indonesia dapat dikatakan dihuni oleh banyak sekali gunung berapi yang masih aktif hingga kini. Sebut saja Gunung Agung yang kini sedang bergemuruh di Bali sana, Gunung Merapi yang telah beberapa kali meletus dan meluluhlantarkan sebagian wilayah Sleman, Yogyakarta. Bahkan, Gunung Merapi dikatakan sebagai gunung berapi yang paling aktif di Indonesia. Sejak tahun 1548, Gunung Merapi telah meletus sebanyak 68 kali. Selain Gunung Merapi, ada pula Gunung Slamet yang pada tahun 2014 statusnya sempat kembali naik ke tingkat waspada. 

malangtoday.net

Berbicara mengenai Gunung Slamet, banyak sejarawan mengatakan bahwa nama Slamet yang disematkan pada gunung berapi tersebut bukanlah nama aslinya.  Dalam hal ini terdapat dua versi yang berbeda mengenai penamaan gunung yang berada di Provinsi Jawa Tengah tersebut. Versi yang pertama berasal dari penjelasan sejawaran asal Belanda, J. Noorduyn. Ia menyatakan bahwa nama asli dari Gunung Slamet adalah Gunung Agung. Hal itu didasarkan pada naskah bahasa Sunda yang berkisah tentang perjalanan Bujangga Manik berkeliling Pulau Jawa. Kisahnya dituangkan dalam bentuk puisi yang ditulis pada daun nipah. Secara keseluruhan, naskah dari Bujangga Manik berjumlah 29 lembar daun nipah yang masing-masing berisi sekitar 56 baris kalimat dan 8 suku kata. 

sportourism.id

Bujangga Manik memiliki nama lain Prabu Jaya Pakuan. Ia merupakan seorang resi dari Kerajaan Sunda. Dalam naskahnya diceritakan bahwa ia sempat singgah di Bali. Selain itu, naskah tersebut menyebutkan berbagai macam gunung, salah satunya adalah Gunung Agung. Menurut telaah Noorduyn, lokasi dari Gunung Agung sama dengan lokasi dari Gunung Slamet saat ini sehingga muncul dugaan bahwa nama asli dari Gunung Slamet adalah Gunung Agung.

navigasi-budaya.jogjaprov.go.id

Versi kedua menyatakan bahwa nama asli dari Gunung Slamet adalah Gunung Gora dan orang yang mencetuskan untuk mengubah nama dari Gunung Gora menjadi Gunung Slamet adalah Syekh Maulana Malik Magribi. Cerita dimulai ketika Syekh Maulana menderita penyakit kulit yang sangat sulit disembuhkan ketika tengah dalam pengembaraannya. Kemudian, sampailah ia di lereng Gunung Gora dan menemukan sumber mata air panas dengan pancurannya yang berjumlah tujuh buah. Ia pun memutuskan untuk tinggal di sana sementara waktu. 

wisata-indonesia.id

Setiap harinya, ia selalu mandi di sumber air panas itu dan lama kelamaan penyakit kulit yang dideritanya pun sembuh. Ia pun kemudian menamai sumber air panas itu dengan nama Pancuran Tujuh yang hingga kini masih ada di kawasan Baturaden. Sementara itu, kata Baturaden sendiri berasal dari nama pengawal yang selalu setia menemaninya ke mana pun ia pergi. Awalnya, sang pengawal ia beri nama Rasuladi yang bermakna pengawal yang selalu setia atau Batur Adi yang kemudian nama Batur Adi berubah menjadi Baturaden yang dikenal hingga saat ini.

Berkat sumber air panas tersebut, Syekh Maulana sembuh dari penyakit kulitnya. Karena sumber air panas tersebut terletak di sebuah lereng gunung, maka gunung itu pun diubah namanya menjadi Gunung Slamet karena telah menyelamatkan nyawa dari Syekh Maulana berkat kehebatan Pancuran Tujuh yang dimilikinya. 

Begitulah asal muasal penamaan dari gunung berapi yang satu ini. Boleh percaya boleh juga tidak, itu semua kembali kepada diri kita masing-masing. Bagaimanapun, sejarah dan asal muasal memuat nilai-nilai yang dapat kita pelajari di masa kini sehingga ada baiknya kita mau memelajari dan mengetahui berbagai sejarah yang ada di Indonesia. Seperti kata Bung Karno, Janganlah kita sekali-sekali melupakan sejarah.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Yuk Kenalan dengan Berbagai Spesies Orang Utan di Indonesia. Ada yang Baru, Lho!

Yuk Kenalan dengan Berbagai Spesies Orang Utan di Indonesia. Ada yang Baru, Lho!

5 Fakta di Balik Pembacaan Teks Proklamasi Ini Jarang Diketahui Orang. Kamu Tahu?

5 Fakta di Balik Pembacaan Teks Proklamasi Ini Jarang Diketahui Orang. Kamu Tahu?

Wow, Indonesia Menjadi Negara Pengguna Listrik Prabayar Terbesar di Dunia. Kok Bisa ya?

Wow, Indonesia Menjadi Negara Pengguna Listrik Prabayar Terbesar di Dunia. Kok Bisa ya?

Keren! Begini Potret dari Keseharian Presiden Soeharto, Sisi Lain yang Jarang Diketahui Publik!

Keren! Begini Potret dari Keseharian Presiden Soeharto, Sisi Lain yang Jarang Diketahui Publik!

Kece! Lestari hingga Kini, Tradisi Sekaten Tak Lekang Dimakan Zaman. Yuk ke Sini!

Kece! Lestari hingga Kini, Tradisi Sekaten Tak Lekang Dimakan Zaman. Yuk ke Sini!

Ternyata Begini Sejarah Penggunaan Lambang OSIS di Indonesia, Punya Makna yang Dalam, Lho!

Ternyata Begini Sejarah Penggunaan Lambang OSIS di Indonesia, Punya Makna yang Dalam, Lho!

loading