Dari Pedofilia Hingga Kasus-kasus Lain yang Menimpa Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri

www.theodysseyonline.com

Bersekolah di luar negeri mungkin menjadi impian banyak orang. Mereka memimpikan pendidikan yang lebih baik yang bisa didapatkan dengan menuntut ilmu di luar negeri untuk berbagai alasan. Beberapa ingin menimba ilmu di negeri asing untuk masa depan yang lebih baik, beberapa melakukannya untuk berkontribusi lebih membangun bangsa dan mengharumkan nama bangsa.

Bagaimanapun, bersekolah di luar negeri, meski tampaknya menyenangkan, sebenarnya memiliki tanggung jawab yang besar pula. Karena mahasiswa-mahasiswa Indonesia di luar negeri ini menjadi perwakilan kaum intelektual Indonesia di luar negeri. Sehingga sudah pasti, mahasiswa-mahasiswa ini dituntut untuk menjadi representasi yang baik bagi Indonesia dengan berlaku baik dan taat pada hukum.

Meski begitu, ternyata tidak semua mahasiswa Indonesia di luar negeri berhasil menjadi representasi yang baik bagi nilai-nilai yang dianut oleh Indonesia. Beberapa bahkan sampai terlibat kasus pelanggaran hukum di luar negeri. Berikut tiga kasus yang pernah menimpa mahasiswa Indonesia di luar negeri!

1. Mahasiswa Indonesia di Inggris terkena kasus pedofilia

www.chroniclelive.co.uk

Baru-baru ini, Indonesia dibuat malu dengan kasus penangkapan seorang mahasiswa Indonesia berinisial FA di Inggris yang diduga merayu dan mengajak seorang anak dibawah umur untuk berhubungan seks. Mahasiswa lulusan jurusan Komunikasi Massa di Universitas Northumbria ini terjebak oleh kelompok Guardians of The North yang memang bertujuan untuk menjaring para pedofil melalui sosial media. FA yang berumur 21 tahun, mengontak sebuah akun bocah laki-laki palsu bernama Zen yang dioperasikan oleh kelompok Guardians of The North. FA mengajak Zen untuk melakukan aktivitas seksual, meski setelah Zen menyatakan bahwa ia masih berumur 14 tahun sehingga Zen masih dikategorikan sebagai anak di bawah umur. Aktivitas seksual dengan anak di bawah umur di Inggris jelas melanggar hukum.

Meski mengetahui bahwa Zen masih di bawah umur dan aktivitas seksual dengan Zen berarti melanggar hukum, namun FA masih terus mengajak Zen untuk datang ke rumahnya dan melakukan aktivitas seksual dengannya. Saat FA seharusnya menemui Zen, ia ternyata tidak menemukan seorang bocah laki-laki 14 tahun melainkan kelompok Guardians of The North yang lantas mengkonfrontasinya atas aksi tidak pantas FA dan melaporkannya ke polisi. FA menyatakan bahwa dirinya bersalah karena mengajak anak dibawah umur untuk berhubungan seksual dan diberikan sanksi berupa hukuman kurungan selama delapan bulan dengan masa percobaan selama dua tahun.

2. Mahasiswa Indonesia di Mesir ditangkap karena dianggap terlibat gerakan radikal

www.jakartarakyat.web.id

Bulan Juni 2017 lalu, berhembus kabar mengenai empat mahasiswa Indonesia yang ditangkap oleh pihak kepolisian Mesir. Tiga dari mahasiswa Indonesia tersebut ditangkap saat akan berbelanja bahan pangan di Pasar Kota Samanud untuk berbuka puasa. Sedangkan seorang lagi ditangkap beberapa hari kemudian dan ditahan di Polsek Aga di Mesir. Penangkapan keempat mahasiswa ini sebenarnya kurang jelas duduk perkaranya.

Diduga, mereka terlibat dalam suatu pengajian yang bersifat radikal di Mesir sehingga dicurigai oleh pihak kepolisian Mesir terlibat dalam gerakan radikalisme di Mesir. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI tidak diberikan penjelasan yang mendetail terkait alasan di balik penangkapan keempat mahasiswa Indonesia ini. Setelah melalui berbagai proses diplomasi, keempat mahasiswa tersebut akhirnya di deportasi kembali ke Indonesia setelah Idul Fitri.

3. Mahasiswa Indonesia di Turki dituduh bergabung dengan kelompok yang berusaha mengkudeta Pemerintah Turki

news.detik.com

11 Agustus 2016 lalu, dua orang mahasiswi asal Indonesia di Turki ditangkap oleh aparat keamanan Turki. Kedua mahasiswi asal Demak dan Aceh ini ditangkap saat diadakan razia di rumah yang dikelola oleh Yayasan Gulen. Kedua mahasiswi ini memang mengaku tinggal di rumah tersebut dan menerima beasiswa dari salah satu organisasi milik Fethullah Gulen. Pasca percobaan kudeta yang terjadi di Turki, Pemerintah Turki langsung mengadakan pengawasan ketat terhadap organisasi dan yayasan yang terkait dengan Fethullah Gulen, ulama kharismatik yang dituduh menjadi dalang dibalik upaya kudeta di Turki. Termasuk kedua mahasiswi asal Indonesia ini ditangkap karena dicurigai terlibat dalam kelompok Fethullah Gulen. Setelah beberapa hari ditahan, kedua mahasiswi tersebut akhirnya dibebaskan oleh aparat kemananan Turki.

Hmm, sebagai mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di luar negeri, memang harus berhati-hati dalam bertindak dan berafiliasi. Semoga tidak lagi terjadi penangkapan semacam ini di masa depan, ya.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Jokowi Resmikan Monumen Kapsul Waktu, Tempat Menyemai Mimpi Anak-Anak Indonesia - Keepodotme

Jokowi Resmikan Monumen Kapsul Waktu, Tempat Menyemai Mimpi Anak-Anak Indonesia - Keepodotme

Inilah Bukti Kreativitas Dalang Indonesia yang Bikin Tokoh Wayang Kulit Sendiri

Inilah Bukti Kreativitas Dalang Indonesia yang Bikin Tokoh Wayang Kulit Sendiri

Filler Puting dan Citra Payudara Ideal - Keepodotme

Filler Puting dan Citra Payudara Ideal - Keepodotme

Materi Ospek Mahasiswa Diganti Materi Bela Negara? Kira-kira Seperti Ini Kegiatannya

Materi Ospek Mahasiswa Diganti Materi Bela Negara? Kira-kira Seperti Ini Kegiatannya

Ingin Memanjakan Karyawan, Perusahaan Ini Bikin Aturan Cuti Khusus  Untuk Masturbasi.  - Keepodotme

Ingin Memanjakan Karyawan, Perusahaan Ini Bikin Aturan Cuti Khusus Untuk Masturbasi.  - Keepodotme

Wow, Film Indonesia Menuai Pujian di Festival Film Internasional Cannes!

Wow, Film Indonesia Menuai Pujian di Festival Film Internasional Cannes!

loading