Dari Kirab Kerbau hingga Berendam, Begini 5 Cara Merayakan Malam Satu Suro!

23 September 2017
|Romlah Sundari

Malam satu suro memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Indonesia, terutama yang berada di Pulau Jawa. Malam satu suro menjadi penting karena merupakan perayaan awal tahun Jawa yang bertepatan dengan perayaan awal tahun baru Hijriyah pula. Sistem penanggalan Jawa memang pada awalnya diinisiasi oleh Sultan Agung, Raja Kesultanan Mataram Islam yang mengacu pada sistem penanggalan Hijriyah di negara-negara Islam. Seperti perayaan tahun baru lainnya, malam satu suro diwarnai dengan berbagai ritual dan tradisi yang dipercaya akan membuat tahun yang akan datang menjadi lebih baik. Tradisi-tradisi ini masih dipegang erat oleh beberapa golongan dalam masyarakat hingga kini. Memang sebaiknya tradisi ini dilestarikan karena memiliki muatan nilai budaya dan merupakan salah satu bukti kekayaan kebudayaan di Indonesia.

Lalu, apa saja tradisi yang dilakukan di malam satu suro? Apakah benar bahwa ritual dan tradisi yang dijalankan cenderung mistik? Nah, berikut lima ritual malam satu suro yang telah berhasil YuKepo ketahui, yuk kita kepoin!

1. Kirab pusaka

Malam satu suro memang merupakan bagian dari kebudayaan kejawen yang telah berkembang di Jawa jauh sebelum agama-agama masuk. Maka, tidak heran jika ritual ini melibatkan benda-benda pusaka seperti keris dan cincin. Biasanya pada malam satu suro, keris dan cincin ini akan dikeluarkan dari tempat penyimpanannya, lantas dicuci dan dibawa dalam kirab mubeng beteng atau acara mengelilingi banteng-benteng yang ada di Yogyakarta.

2. Tapa bisu

Tapa bisu sebenarnya merupakan bagian dari kirab mubeng beteng. Tapa bisu berarti bahwa saat melakukan kirab, para peserta harus melakukannya dengan bisu alias tidak berbicara. Hal ini dilakukan untuk mendorong para peserta agar dapat berintrospeksi diri menyambut tahun yang baru selama melakukan kirab ini. Karena saat kita tidak sibuk berbicara, justru kita jadi lebih bisa mendengar suara hati kecil kita sendiri.

3. Kirab kebo bule

Hampir sama seperti tradisi Kirab Pusaka di Yogyakarta, tradisi Kirab Kebo Bule di Surakarta ini juga merupakan acara menggiring pusaka mengitari wilayah tertentu. Namun di Surakarta, yang dianggap pusaka merupakan kerbau bule turunan dari kerbau Kiai Slamet yang merupakan kerbau keramat kesayangan Sultan Paku Buwono II. Kerbau ini akan dibawa berkeliling dan diarak oleh masyarakat sembari berebut untuk menyentuh kerbau-kerbau bule yang diduga albino ini. Dipercaya bahwa mereka yang dapat menyentuh kerbau ini akan mendapat berkah di tahun mendatang.

4. Kungkuman

Di Semarang dan Jawa Tengah terdapat tradisi kungkuman, yaitu ritual berendam sembari bertapa dengan khusyuk di sungai. Namun, sungai yang digunakan untuk tradisi Kungkuman ini tidak bisa sembarang sungai karena harus merupakan sungai tempat di mana dua aliran sungai bertemu atau yang menurut masyarakat dikenal dengan nama sungai tempur. Sembari berendam dalam air sungai, peserta ritual akan berkonsentrasi menyampaikan hajat atau keinginan mereka di tahun mendatang. Hampir sama dengan target atau resolusi tahun baru, hanya saja dalam tradisi Jawa, hal ini dilakukan dengan cara berendam dan bertapa alih-alih menuliskannya.

5. Pembacaan babad Cirebon

Babad Cirebon atau sejarah Cirebon akan dibacakan pada malam satu suro dalam acara yang dilangsungkan oleh keluarga Keraton Kanoman Cirebon. Dalam ritual ini, keluarga Keraton Cirebon akan menaiki replika kereta pusaka milik Sunan Gunung Jati dan berziarah ke makam Sunan Gunung Jati. Hal ini dilakukan selain untuk menziarahi makam, namun juga untuk mendoakan keselamatan keluarga Keraton Cirebon dan negara secara luas.

Memang ritual dan tradisi yang dilakukan pada malam satu suro cenderung mistik. Namun, sebenarnya pada intinya ritual-ritual ini merupakan bentuk pengharapan masyarakat Jawa akan tahun yang lebih baik dan sebuah introspeksi akan tahun yang telah berlalu. Sama seperti tradisi menuliskan resolusi tahun baru yang dilakukan oleh masyarakat dunia dengan cara meninjau ulang tahun yang sudah berlalu dan menetapkan target atau pengharapan akan perubahan yang lebih baik di tahun depan. Hmm, kalau kamu, apa tradisi yang kamu lakukan di malam satu suro atau malam tahun baru lainnya?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
SHARES