Dari Haram Jual Beras hingga Punya Stasiun TV Sendiri, Inilah Uniknya Kasepuhan Ciptagelar!

wisatahalimun.co.id

Nama Kasepuhan Ciptagelar mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Desa adat yang terletak di Sukabumi, Jawa Barat ini kerap menjadi destinasi wisata. Pasalnya, desa ini memiliki keindahan alam yang luar biasa dan juga tradisi yang masih begitu lestari. Bayangkan, dalam satu tahun saja bisa dilangsungkan tiga puluh upacara adat yang melibatkan seluruh desa. Mulai dari upacara tanam padi hingga upacara pemberkatan hasil panen yang bernama upacara Seren Taun. Belum lagi dengan berbagai upacara lain yang melibatkan berbagai hiburan dan tari-tarian khas Ciptagelar.

Namun, Kasepuhan Ciptagelar ternyata memiliki sisi yang lebih menarik lagi selain kekayaan budaya dan tradisinya. Kasepuhan Ciptagelar merupakan desa yang sangat mandiri. Meski berada di kaki gunung dan merupakan desa yang cukup terisolir, namun desa ini berhasil bertahan hidup dengan sumber daya yang dimilikinya sendiri. Penasaran bagaimana hebatnya Kasepuhan Ciptagelar? Cek fakta-fakta berikut!

1. Kasepuhan Ciptagelar merupakan salah satu desa adat di Indonesia yang berhasil swasembada pangan

apeatmaja.wordpress.com

Ya, Kasepuhan Ciptagelar setiap tahunnya memiliki tradisi penanaman padi yang dilakukan oleh seluruh masyarakat desa. Padi yang ditanam oleh mereka setiap tahunnya terbukti dapat memenuhi kebutuhan pangan 29.000 orang warganya setiap tahun dan bahkan menjadi cadangan pangan untuk tiga tahun ke depan yang disimpan dalam 8.000 lumbung padi milik mereka. Kalau saja setiap desa di Indonesia bisa begini, mungkin negara ini sudah swasembada pangan ya dari dulu!

2. Mereka punya kepercayaan bahwa beras adalah nyawa dan menjual beras merupakan dosa besar

pusatkajianarsitektur.staf.upi.edu

Meski memproduksi beras dalam jumlah yang sangat besar, namun masyarakat Kasepuhan Ciptagelar tidak menjual kelebihan beras tersebut kepada desa lain. Hal ini disebabkan oleh kepercayaan masyarakat Ciptagelar yang meyakini bahwa beras itu layaknya nyawa, tidak dapat diperjual-belikan. Mereka yang menjual beras telah melakukan dosa besar. Selain itu, setiap orang di Ciptagelar juga harus bekerja menanam padi demi dapat makan. Karena alat tukar yang dapat digunakan untuk "membeli" beras adalah tenaga dan kontribusinya pada proses penanaman padi.

3. Desa unik ini meski tradisional, namun terbuka dengan kemajuan teknologi. Mereka memiliki instalasi pembangkit listriknya sendiri

www.kahfijourney.com

Siapa sangka bahwa di desa yang lokasinya cukup terpencil di kaki gunung ini sudah terdapat listrik? Hebatnya lagi, listrik yang dinikmati oleh masyarakat Ciptagelar merupakan hasil dari pembangkit tenaga listrik buatan mereka sendiri. Ya, desa mandiri ini bahkan mencukupi kebutuhan listriknya sendiri tanpa harus menggunakan aliran listrik dari PLN.

4. Mereka bahkan memiliki stasiun TV sendiri saking mandirinya
www.inisukabumi.com

Kasepuhan Ciptagelar bukannya merupakan desa yang menolak teknologi modern meski mereka menjaga ketat berbagai tradisi dan kebudayaannya. Kasepuhan ini justru mengadopsi berbagai kemajuan teknologi dan mengembangkannya secara mandiri untuk kepentingan masyarakat desa. Karena itulah, Kasepuhan Ciptagelar memiliki stasiun TV-nya sendiri yang mempertontonkan kehidupan masyarakat di desa itu sendiri. Uniknya, pemancar TV yang digunakan oleh stasiun TV Desa Ciptagelar merupakan pemancar yang dirangkai oleh mereka sendiri menggunakan berbagai barang bekas.

5. Juru bicara Kasepuhan Ciptagelar, Yoyo Yogasmana pun merupakan sosok berprestasi yang sering keliling berbagai negara membawa kekayaan adat Ciptagelar
www.zetizen.com

Siapa sangka bahwa juru bicara Kasepuhan Ciptagelar memiliki segudang prestasi dan sudah kerap diundang ke berbagai acara di luar negeri untuk banyak hal, baik melakukan pertunjukan seni maupun menjadi pembicara. Di rumahnya, terdapat berbagai poster dan foto-foto dari pertunjukan yang telah ia langsungkan di berbagai negara. Yoyo memang merupakan sosok keren yang serba bisa. Ia pula yang berperan sebagai tokoh di balik berdirinya stasiun TV milik Kasepuhan Ciptagelar.

Kasepuhan Ciptagelar memang patut diacungi jempol dan dijadikan percontohan oleh desa-desa lain di Indonesia. Kemampuan mereka untuk menjadi desa yang mandiri dan mencukupi berbagai kebutuhannya sendiri bahkan sampai mendirikan stasiun TV sendiri seharusnya ditiru oleh desa-desa lain di Indonesia agar negara kita dapat segera menjadi negara mandiri yang tidak banyak bergantung pada negara lain.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Deretan Fakta Menarik tentang Seni Tato Suku Mentawai yang Tertua di Dunia

Deretan Fakta Menarik tentang Seni Tato Suku Mentawai yang Tertua di Dunia

Hebat! Indonesia Ternyata Punya 5 Alat Perang Buatan Sendiri yang Laku di Luar Negeri!

Hebat! Indonesia Ternyata Punya 5 Alat Perang Buatan Sendiri yang Laku di Luar Negeri!

Inilah Mengapa Desain Spanduk Warung Pecel Lele dan Soto Lamongan Selalu Sama di Mana Pun

Inilah Mengapa Desain Spanduk Warung Pecel Lele dan Soto Lamongan Selalu Sama di Mana Pun

Gila! Murid Ini Terbangkan 65 Gurunya ke Luar Negeri, Alasannya Bikin Terharu

Gila! Murid Ini Terbangkan 65 Gurunya ke Luar Negeri, Alasannya Bikin Terharu

Delapan Tahun Berlalu, Bagaimana Nasib Ponari Si Dukun Cilik Batu Ajaib Sekarang?

Delapan Tahun Berlalu, Bagaimana Nasib Ponari Si Dukun Cilik Batu Ajaib Sekarang?

Menyebarkan Kabar Kemerdekaan Lewat Radio, Inilah Jusuf Ronodipuro

Menyebarkan Kabar Kemerdekaan Lewat Radio, Inilah Jusuf Ronodipuro

loading