Dari Alun-alun Sampai Perangko, Nama Soekarno Diabadikan di 5 Negara Ini. Keren!

04 Maret 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
38SHARES

Ir. Soekarno atau Bung Karno menjadi tokoh yang paling berpengaruh selepas Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan. Kepiawaiannya dalam berdiplomasi serta menggelorakan semangat rakyat Indonesia membuat namanya tidak hanya dikenang di Indonesia, melainkan juga di luar negeri.

Pada kenyataannya, terdapat beberapa negara yang menggunakan nama Soekarno sebagai nama sebuah bangunan ataupun jalan. Hal itu menandakan bahwa Bung Karno memang telah dikenal dan turut berjasa bagi negara-negara tersebut. Di mana saja negara-negara tersebut? Berikut lima negara yang mengabadikan Soekarno dalam sebuah nama.

1. Kuba

Sudah bukan rahasia lagi jika Bung Karno memiliki hubungan yang cukup dekat dengan pemimpin-pemimpin Kuba. Sebut saja Che Guevara dan Fidel Castro. Bung Karno sendiri sempat mengunjungi Havana, Kuba, pada tanggal 9 hingga 14 Mei 1960. Kehadirannya ke sana menjadikan ia sebagai kepala negara pertama yang mengunjungi Kuba setelah revolusi 1959. Bahkan, sesampainya di bandara, Soekarno langsung disambut oleh Presiden Osvaldo Dorticos, Perdana Menteri Fidel Castro Ruz, dan Gubernur Bank Nasional Che Guevara juga Menteri Luar Negeri Dr. Raul Roa Garcia. Oleh karena kedekatannya itu, Kuba kemudian meluncurkan sebuah perangko seri Bung Karno pada tahun 2008 lalu. Penerbitan perangko tersebut sekaligus merayakan hubungan diplomatik kedua negara sekaligus perayaan hari lahir Fidel Castro yang ke-80.

2. Rusia

Soekarno dinilai sangat berjasa bagi umat muslim di Rusia. Hal itu berawal dari perjalanan Soekarno ketika mengunjungi St Petersburg yang kala itu masih bernama Leningrad. Dari dalam mobil, Soekarno secara tidak sengaja melihat sebuah bangunan masjid yang sangat unik dan indah. Sayangnya, masjid tersebut pada waktu itu telah digunakan sebagai gudang senjata oleh pemerintah Rusia.

Kemudian, ketika beliau terbang ke Moskow untuk melakukan pertemuan guna membicarakan perihal kerja sama bilateral, secara tegas Soekarno mengungkapkan kekecewaanya kepada sang penguasa kala itu, Nikita Kruschev, karena masjid indah yang dilihatnya itu digunakan sebagai gudang senjata. Seminggu setelah kunjungan Soekarno, secara tiba-tiba seorang petinggi pemerintah mengabarkan bahwa satu-satunya masjid yang ada di Leningrad telah dibuka kembali untuk ibadah umat Islam. Sang penyampai pesan tidak menyampaikan alasan secuil apa pun tentang hal tersebut. Namun, masyarakat muslim di sana percaya bahwa dibukanya kembali masjid tersebut tidak lain karena dampak dari kedatangan Soekarno ke sana. Oleh karena itu, masjid ini pun dinamai sebagai Masjid Biru Sukarno oleh masyarakat muslim di sana.

3. Mesir

Gammal Abdul Nasser, pemimpin Mesir pada waktu itu dan Bung Karno memiliki hubungan yang cukup dekat. Ketika Bung Karno pertama kalinya menginjak kaki di Mesir, namanya diubah oleh mahasiswa Indonesia yang tengah menimba ilmu di sana dengan nama Ahmad Soekarno. Hal itu bertujuan memperkuat nuansa keislaman sehingga masyarakat Mesir tahu bahwa Presiden Indonesia beragama Islam. tercatat sudah enam kali Bung Karno mengunjungi Mesir. Persahabatan antara Nasser dan Soekarno terjalin karena keduanya merupakan permrakarsa diselenggarakannya Konferensi Asia-Afrika. Namanya pun kemudian harum di sana sehingga pemerintah pun menamakan sebuah jalan yang terletak di daerah Kat Agouza Geiza sebagai Jalan Ahmad Soekarno.

4. Maroko

Sama seperti di Mesir, di Maroko pun terdapat sebuah jalan dengan nama Jalan Soekarno. Jalan tersebut diresmikan sendiri oleh Bung Karno bersama Raja Muhammad V pada 2 Mei 1960 saat Bung Karno mengunjungi Maroko. Pada waktu itu, jalan tersebut dinamakan Sharia Al-Rais Ahmed Sukarno. Namun, saat ini lebih dikenal dengan nama Rue Soekarno. Pencatutan Soekarno sebagai nama jalan tersebut dilandasi oleh penghargaan yang ingin diberikan oleh pemerintah Maroko berkat kontribusi beliau dalam penyelenggaran Konferensi Asia-Afrika yang hasilnya mulai dirasakan oleh negara-negara peserta, termasuk Maroko. 

5. Pakistan

Begitu hormatnya Pakistan terhadap Soekarno sehingga pemerintah setempat pun menamai dua tempat yang berbeda dengan nama Soekarno. Kedua tempat tersebut adalah Soekarno Square Khyber Bazar di Peshawar dan Soekarno Bazar di Lahore. Jasa Bung Karno yang paling diingat adalah ketika mengirim TNI AL untuk berpatroli di sekitar Laut Pakistan ketika konflik antara Pakistan dengan India tengah memanas pada tahun 1965. Sebagai bentuk balas budi, Quaid Azzam Ali Jinnah sebagai Kepala Negara Pakistan pada waktu itu memerintahkan pasukannya untuk menahan semua pesawat Belanda yang singgah di Pakistan pada tahun 1947 ketika Belanda ingin kembali menyerang Indonesia.

Itu dia lima negara yang menyematkan nama Soekarno sebagai bagian dari bentuk penghormatan kepada presiden pertama Republik Indonesia tersebut. Bung Karno memang sangat disegani oleh semua orang. Tidak hanya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Oleh karena itu, kita patut mengenang dan mengingat kembali jasa beliau untuk Negara Indonesia tercinta.

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
38SHARES