Bukan Pekerjaan Mudah, Inilah Daftar Gubernur DKI Jakarta yang Paling Galak Sepanjang Sejarah

kanetindonesia.com

Memimpin DKI Jakarta memang bukan perkara yang mudah. Jakarta bisa dibilang sebagai miniatur Indonesia. Kenapa bisa dibilang begitu? Soalnya semua hal tentang Indonesia menyatu di Jakarta. Mulai dari suku, agama, budaya, dan lain-lainnya. Gak heran kalau semua jadi tumpah ruah di sini.

Jakarta sebagai ibukota Indonesia memang menjadi tempat yang sangat menjanjikan untuk mengadu nasib. Gak hanya untuk orang Indonesia, berlaku juga untuk para pekerja dari luar negeri yang mencari nafkah di sini. Dengan gemerlapnya lampu ibukota, otomatis menjadi daya tarik tersendiri bagi warga daerah untuk tinggal di sini. Oleh karena itu memang bukan perkara yang mudah untuk mengatur Jakarta baik dari segi peraturan maupun moral.

Untuk memimpin Jakarta memang dibutuhkan sosok yang tegas demi terciptanya Jakarta yang teratur. Hal tersebut bukan hanya diaplikasikan dengan undang-undang yang sifatnya mengikat bagi seluruh warga Jakarta, tapi juga dibuktikan dengan pengaplikasiannya. Peraturan bisa saja dibuat sekeras apapun kalau dalam pengaplikasiannya masih lunak ya tetap saja tidak akan berjalan. 

Kali ini YuKepo mau membahas mengenai beberapa Gubernur DKI Jakarta yang dinilai paling galak sejak berdirinya Jakarta hingga kini. Galak yang dimaksud di sini merupakan sebuah bentuk tanggung jawab dalam hal memimpin ibukota ini. Penasaran siapa saja? Yuk langsung kita simak di bawah ini.

1. Ali Sadikin

assets.intisari-online.com

Ali Sadikin yang lahir di Sumedang pada tanggal 7 Juli 1927 ini awalnya merupakan seorang Letnan Jenderal KKO-AL (Korps Komando Angkatan Laut) hingga pada akhirnya ditunjuk oleh Presiden Soekarno untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta sejak tahun 1966 hingga 1977. Hingga kini kepemimpinan Ali Sadikin memang dikenang oleh warga Jakarta pada khususnya, apalagi soal kegalakannya.

Kegalakan Ali Sadikin dalam menata Jakarta memang menjadi legenda. Pada suatu proyek massal pernah suatu hari ia melakukan sidak ke tempat tersebut. Ali sempat kaget saat melihat proyek tersebut macet karena si kontraktor telat memasok semen. Benang merah permasalahannya ternyata ada di direktur perusahaannya tersebut karena melanggar kontrak. Harusnya semen-semen itu dikirim langsung dari pabriknya bukan dari agen.

Karena dianggap memperlambat pekerjaan, Ali memanggil direktur perusahaan pemasok semen tersebut, namun ia selalu mangkir hingga 2 kali panggilan. Puncaknya pada panggilan ketiga, direktur tersebut datang dan tidak bisa menjawab pertanyaan Ali. Karena geram, Ali Sadikin pun menampar pipi direktur tersebut sebanyak 3 kali. Baru setelah kejadian itu si gubernur perusahaan berjanji untuk memenuhi kontraknya.

Ini merupakan salah satu contoh bahwa Gubernur Ali Sadikin memimpin Jakarta dengan dibumbui aksi kegalakannya. Gak heran kalau Ali Sadikin memang dikenang sepanjang masa.

2. Sutiyoso

radarbandung.id

Sutiyoso lahir di Semarang 6 Desember 1944. Sama seperti Ali Sadikin, ternyata Sutiyoso pernah mengabdi kepada negara sebagai seorang militer. Gubernur yang lebih akrab disapa dengan Bang Yos ini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama dua periode dari 6 Oktober 1997 hingga 7 Oktober 2007.

Tidak sefrontal gaya Ali Sadikin saat memimpin Jakarta, namun Sutiyoso juga dikenal sebagai pemimpin yang galak. Salah satu buktinya yaitu Bang Yos pernah memarahi wartawan karena dianggap sebagai penebar konflik antara beliau dengan Agum Gumelar. Hal itu terjadi saat Bang Yos sebagai Gubernur DKI Jakarta tengah menggagas Transjakarta.

Proyek Transjakarta memang banyak menuai kritikan dan kecaman. Bahkan dikabarkan Menteri Perhubungan saat itu yakni Agum Gumelar tidak menyetujui proyek itu dan meminta adanya penundaan. Karena hal ini banyak tersiar kabar bahwa hubungan antara dua purnawirawan Jenderal TNI ini sedang renggang. Mendengar kabar tersebut Bang Yos langsung menegur wartawan agar tidak mengadu domba beliau dengan Agum Gumelar.

Bang Yos menegur wartawan tersebut dengan menggunakan nada tinggi sambil menjelaskan bahwa hubungan mereka berdua baik-baik saja, baik hubungan secara teman maupun profesional. Tak lupa, Bang Yos menegur para wartawan untuk tidak memicu sumbu api konflik antarpejabat.

3. Soerjadi Soedirdja

artshangkala.files.wordpress.com

Soerjadi Soerdirdja lahir di Batavia pada 11 Oktober 1938. Ia merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta yang menjabat dari periode 1992 hingga 1997.  Dalam masa kepemimpinannya, ia mampu membebaskan jalan-jalan Jakarta dari becak, membangun daerah resapan air, dan membangun rumah susun.

Faktanya memang Soerjadi menjadi salah satu Gubernur DKI Jakarta yang merupakan anak betawi asli. Kiprahnya di dunia militer nampaknya membentuk pribadinya yang tegas dan galak. Di awal kiprahnya sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia menghadapi masalah tidak tertatanya terminal Kampung Rambutan. Ia menindak tegas para pegawai yang tidak bertanggung jawab dalam terminal tersebut. Gak hanya itu, ia memecat sebanyak 20 orang aparat Pemprov DKI dalam pembangunan terminal ini. Masih ada lagi, ia memecat 42 aparatnya yang ‘memainkan’ pembangunan Pasar Jatinegara. 

4. Basuki Tjahaja Purnama

profilbos.com

Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih akrab disebut Ahok ini lahir di Belitung Timur, 29 Juni 1966. Ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak 19 November 2014 saat gubernur sebelumnya Joko Widodo mengundurkan diri.

Ahok memang sangat disorot oleh media karena sikap dan gaya bicaranya yang galak. Ia pernah terang-terangan di depan media memaki siapapun yang dianggapnya tidak disiplin dan merugikan orang banyak.

Tentu saja masih segar di kepala kita mengenai perseteruan Ahok dengan Abraham Lunggana atau Haji Lulung perihal PKL (Pedagang Kaki Lima) di Tanah Abang. Ahok memang ingin menertibkan PKL yang ada di Tanah Abang agar kemacetan di sana bisa terurai, namun Haji Lulung yang merupakan Wakil Ketua DPRD Jakarta tersinggung dengan ucapan Ahok bahwa ada anggota DPRD yang ‘bermain’ di kawasan tersebut. Ahok membalasnya dengan mengatakan bahwa Haji Lulung merupakan pembuat kacau di Jakarta. Akibat gaya bicara Ahok yang ceplas-ceplos, beliau didemo oleh beberapa ormas yang tidak menyukai gaya kepemimpinan Ahok tersebut.

Duh rumit banget ya kalau mau menata Jakarta. Jakarta dengan segala percampuran budayanya memang memiliki ciri khas khusus untuk dipimpin oleh seseorang. Sisi galak mungkin dibutuhkan untuk memimpin Jakarta, namun galak yang berfaedah. Tak hanya itu, siapapun yang memimpin Jakarta tentunya harus mampu memahami karakteristik masyarakat Jakarta agar mudah untuk ditata. 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Bukan Sambal Biasa, Sambal Khas Daerah di Indonesia Ini Bikin Lidahmu Terbakar

Bukan Sambal Biasa, Sambal Khas Daerah di Indonesia Ini Bikin Lidahmu Terbakar

Masih Jomblo? Coba Deh Ikutan Tradisi Cari Jodoh di Berbagai Daerah Indonesia Ini

Masih Jomblo? Coba Deh Ikutan Tradisi Cari Jodoh di Berbagai Daerah Indonesia Ini

Dikira Sebagai Lagu Pemanggil Kuntilanak, Inilah Makna Lagu Lingsir Wengi Sebenarnya

Dikira Sebagai Lagu Pemanggil Kuntilanak, Inilah Makna Lagu Lingsir Wengi Sebenarnya

Belgia Menyajikan Miniatur Indonesia dengan Nama "The Kingdom of Ganesha", Tengok Yuk!

Belgia Menyajikan Miniatur Indonesia dengan Nama "The Kingdom of Ganesha", Tengok Yuk!

Sate Bukan Sekedar Tusuk Menusuk Daging, Inilah Asal-usul Sate yang Jarang Diketahui

Sate Bukan Sekedar Tusuk Menusuk Daging, Inilah Asal-usul Sate yang Jarang Diketahui

Jalan Trans Papua Sebagai Titik Cerah Bagi Masyarakat Papua, Bagaimana Wujudnya?

Jalan Trans Papua Sebagai Titik Cerah Bagi Masyarakat Papua, Bagaimana Wujudnya?

loading