Bikin Nggak Bisa Tidur, Inilah 7 Kecelakaan Transportasi Paling Dahsyat di Indonesia. Ngeri!

16 Februari 2018
|Muhammad Sidiq Permadi

Moda transportasi di Indonesia kian hari kian bertambah banyak. Selain penambahan dari segi kuantitas, pemerintah pun berusaha untuk menyeimbangkannya dari segi kualitas. Berbagai sarana dan prasarana penunjang gencar dibangun guna memanjakan masyarakat Indonesia. Selain itu, pemerintah juga berharap agar ketika sarana dan prasarana tersebut telah selesai dibangun, maka akan dapat mengurangi tingkat kemacetan, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.

Saat ini pun banyak masyarakat Indonesia yang mengalihkan perhatiannya pada berbagai moda transportasi, mulai dari roda dua hingga roda empat dan bahkan lebih. Namun di balik itu semua, ada beberapa pihak penyedia jasa transportasi yang masih saja mengabaikan faktor keselamatan sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas terjadi. Kita mungkin masih ingat ketika pada Sabtu (10/2) kemarin telah terjadi kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah bus di Subang. Kecelakaan tersebut setidaknya mengakibatkan 27 orang meninggal dunia. Faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan ditengarai akibat rem bus yang tidak berfungsi saat melewati Tanjakan Emen. Selain kecelakaan bus kemarin, masih banyak kecelakaan transportasi mengerikan yang pernah terjadi di Indonesia. Baik karena human error ataupun karena faktor lainnya. Berikut tujuh daftar kecelakaan transportasi paling mengerikan yang pernah terjadi di Indonesia versi YuKepo.

1. Tragedi Bintaro

Pada 19 Oktober 1987 telah terjadi sebuah kecelakaan transportasi yang dianggap sebagai kecelakaan kereta api paling tragis di dunia. Tragedi ini melibatkan dua unit kereta ekonomi. Kereta pertama berangkat dari Stasiun Rangkasbitung dan kereta kedua berangkat dari Stasiun Tanah Abang. Namun, akibat kesalahan komunikasi, kedua kereta kemudian saling bertabrakan di Pondok Betung, Bintaro. Akibatnya, sebanyak 156 penumpang kereta tewas seketika. Yang lebih mengerikan adalah mayoritas jasad dari para korban yang ditemukan sudah tidak utuh lagi.

2. Tragedi Tampomas

Tragedi ini terjadi pada tanggal 27 Januari 1981 di Perairan Masalembo. KMP Tampomas II milik PELNI yang dinahkodai oleh Kapten Abdul Rivai secara tiba-tiba terbakar. Menurut manifes, setidaknya ada 1054 penumpang dan 82 awak kapal yang ada di sana. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut terdapat 1442 penumpang (ditambah dengan penumpang gelap) yang berada di atas kapal nahas tersebut. Kapten Abdul Rivai yang mengetahui terjadinya kebakaran pun memutuskan untuk tetap tinggal di atas kapal hingga kapal tenggelam. Penyebab terjadinya kebakaran dipicu oleh percikan api pada ruang mesin kapal. Kebakaran hebat pun tidak dapat dicegah, terlebih pada saat itu kapal tidak memiliki smoke detector sehingga tidak dapat mengetahui sumber api secara cepat. Pemerintah Soeharto pun seakan menutupi tragedi tersebut sehingga hasil dari investigasinya pun sangat tidak memuaskan.

3. Tragedi Senopati Nusantara

Dalam tragedi ini, hanya 128 penumpang dari total 628 orang yang berhasil diselamatkan. Kecelakaan transportasi bahari yang terjadi pada 30 Desember 2006 ini berawal dari cuaca yang buruk sehingga mengakibatkan kapal karam. KM Senopati Nusantara pun akhirnya tenggelam di Perairan Karimun Jawa dalam perjalanannya dari Teluk Kumai (Kalimantan Tengah) menuju Semarang.

4. Tragedi Adam Air 574

Maskapai Adam Air dengan nomor penerbangan 574 mengalami insiden kecelakaan yang masih menjadi misteri hingga saat ini. Pesawat yang berangkat pada tanggal 1 Januari 2007 dengan rute Surabaya-Manado tiba-tiba kehilangan kontak dengan pihak menara bandara. Diperkirakan maskapai ini menghilang di Perairan Majene, Sulawesi.

Proses pencarian pun dibantu oleh Kapal Amerika dan Kanada serta pesawat dari Singapura. Namun, selama proses pencarian, hanya kotak hitam yang berhasil ditemukan. Dengan begitu, sebanyak 96 penumpang dan 6 awak pesawat hampir pasti dinyatakan meninggal meski hingga saat ini belum ditemukan bukti berupa penemuan jasad para korban. Tragisnya, kecelakaan ini terjadi hanya berselang tiga hari dari kecelakaan transportasi yang menimpa KM Senopati Nusantara.

5. Tragedi Garuda 152

Kecelakaan transportasi pesawat Garuda menjadi tragedi terbesar dalam sejarah penerbangan di Indonesia. Sebanyak 222 penumpang dan 12 awak pesawat meregang nyawa pada tragedi tersebut. Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan 152 jatuh dari langit Sibolangit, Deli Serdang, Sumatra Utara pada 26 September 1997. Kecelakaan transportasi tersebut diduga kuat akibat asap dari kebakaran hutan yang begitu tebal sehingga menyulitkan pandangan pilot hingga akhirnya pesawat menabrak lereng gunung dan hancur berkeping-keping.

6. Tragedi Mandala 91

Masih dari dunia penerbangan, kali ini kecelakaan transportasi menimpa maskapai penerbangan Mandala dengan nomor penerbangan 91. Pesawat yang baru saja lepas landas dari Bandara Polonia, Medan, terjatuh di Padang Bulan, Medan, pada 5 September 2005. Akibatnya, sebanyak 111 penumpang dan awak serta 44 warga sipil menjadi korban dalam tragedi nahas tersebut. Banyak dugaan tentang penyebab terjadinya kecelakaan yang menimpa pesawat jurusan Medan-Jakarta ini. Mulai dari kerusakan mesin pesawat hingga bobot kargo yang berlebih akibat banyaknya durian seberat 2 kg yang turut dibawa oleh Gubernur Sumatra Utara kala itu, Tengku Rizal Nurdin, yang juga menjadi korban dalam tragedi tersebut. 

7. Tragedi Paiton

Terakhir, ada kecelakaan transportasi yang paling memilukan di Indonesia. Kecelakaan yang terjadi pada 8 Oktober 2003 menewaskan seluruh penumpang bus yang berisi para siswa SMK Yapemda, Sleman setelah melakukan perjalanan study tour ke Bali. Bus yang ditumpangi oleh 54 orang siswa beserta para guru terbakar setelah ditabrak truk kontainer dari depan dan dihantam truk tronton dari belakang. Tangki truk tronton pun pecah dan akhirnya menyebabkan percikan api yang dengan cepat membesar dan membakar badan bus. Semua penumpang pun tewas terpanggang di dalam bus, sedangkan sang supir berhasil keluar sebelum bus meledak dan terbakar. 

Itu dia tujuh kecelakaan transportasi paling mengerikan yang pernah terjadi di Indonesia. Pemerintah bersama pihak terkait harus terus memperbaiki kualitas pelayanan serta keamanan dari moda transportasi publik. Dengan begitu, masyarakat pun akhirnya lebih memilih menggunakan moda transportasi publik ketimbang menggunakan kendaraan pribadi. Yang terpenting dari semuanya adalah jangan pernah mengabaikan keselamatan dari para pengguna moda transportasi publik karena nyawa tidak bisa digantikan dengan apa pun!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
SHARES