Berkat Kerja Keras Pasca Bangkrut, Beginilah Kisah Penemuan Ikan Mujair oleh Mbah Moedjair!

29 April 2018
|Galih Wisnu Brata
0SHARES

Kalian pasti tahu ikan mujair kan? Ternyata nama ikan tersebut diambil dari nama penemunya, lho. Penemu jenis ikan yang super enak ini bernama Mbah Moedjair. Penasaran dengan kisah hidup Mbah Moedjair? Yuk kenalan dengan sang penemu ikan mujair ini.

Mbah Moedjair yang bernama asli Iwan Muluk ini lahir di Desa Kuningan pada 1890. Ia merupakan anak dari pasangan suami istri Bayan Isman dan Rubiyah. Mbah Moedjair menikah dengan Partimah dan dikaruniai 7 orang anak. Ia meninggal pada September 1957 dan dimakamkan di Blitar. Cerita tentang dirinya dituturkan oleh anak dan cucunya.

Mbah Moedjair memiliki sebuah warung sate yang cukup terkenal di wilayahnya. Sayangnya, warung tersebut bangkrut akibat Mbah Moedjair yang gemar berjudi. Di tengah kemerosotan yang dialaminya tersebut, Mbah Moedjair diajak bertirakat oleh Pak Muraji, Kepala Desa Papungan. Keduanya melakukan tirakat di Pantai Serang setiap tanggal 1 Suro menurut penanggalan Jawa. Di pantai inilah Mbah Moedjair menemukan ikan mujair.

Saat itu, Mbah Moedjair melihat ikan yang menurutnya unik. Ia melihat spesies ikan yang induknya memasukkan anak-anaknya ke mulut saat bahaya datang mengancam. Mbah Moedjair kemudian membawa ikan tersebut pulang ke rumah. Karena habitat asalnya air asin, ikan yang dibawa pulang tersebut banyak yang mati. Namun, Mbah Moedjair tak kenal menyerah. Ia melakukan beberapa kali percobaan hingga akhirnya ikan tersebut bisa menjadi ikan yang bisa dikembangbiakan di kolam.

Tercatat sebanyak 11 kali percobaan dilakukan Mbah Moedjair hingga ia berhasil. Saat itu hanya tersisa 4 ikan saja yang bertahan hidup dalam peliharaan. Dari 4 ikan itu, pada akhirnya Mbah Moedjair bisa mempunyai 3 kolam. Ia pun membagikan sebagian budidaya ikannya kepada tetangga dan sebagian lain dijual.

Karena keberhasilannya, Pemerintah Belanda melalui Asisten Residen Kediri pun tertarik untuk mendatanginya. Asisten Residen Kediri tersebut adalah seorang peneliti. Ia mengungkapkan bahwa ikan temuan Mbah Moedjair tersebut berasal dari perairan Afrika. Untuk menghormati jerih payah Mbah Moedjair, Asisten Residen menamai ikan tersebut mujair.

Berkat temuan tersebut, Mbah Moedjair juga mendapatkan beberapa penghargaan. Pada 17 Agustus 1951, Kementerian Pertanian Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Mbah Moedjair. Selain itu, penghargaan lain juga diterimanya dari Eksekutif Comitte Indo Pasifik Fisheries Council pada 30 Juni 1954.

Pada tahun 1960, makam Mbah Moedjair atas inisiatif Departemen Perikanan Indonesia dipindahkan ke area khusus yang difungsikan sebagai makam keluarga. Nah, untuk mengenang jasanya di makamnya tertulis Moedjair Penemu Ikan Moedjair. Selain itu, di batu nisannya juga tercetak relief ikan mujair. Jalan menuju makam tersebut juga diberi nama jalan Moedjair.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
0SHARES