Berikut 10 Mitos Jawa yang Ternyata Masih Bisa Diterima Akal Sehat

09 Juni 2017
|Atik Kencana S.

Masih ingat gak sih waktu kita kecil sering ditakut-takuti dengan mitos-mitos Jawa? Contohnya, “jangan keluar saat magrib, nanti diculik Wewe Gombel”. Pernah kan pastinya? Nah siapa yang sangka ternyata mitos-mitos tersebut memang bisa diterima dengan akal sehat dan masih berguna hingga kini. Penasaran maksudnya mitos-mitos apa saja yang YuKepo maksud? Yuk langsung aja kita kepoin!

1. “Makan buah jangan sama bijinya, nanti bisa numbuh di kepala”

Mitos yang satu ini memang menjadi salah satu mitos Jawa yang paling populer. Bayangkan aja, mitos ini sudah sering kita dengar sejak masa kecil dahulu. Pohon tumbuh di kepala karena makan biji buah memang suatu hal yang mustahil. Namun mitos Jawa ini mengajarkan kita untuk senantiasa melestarikan alam. Biji buah tersebut sebaiknya tidak dimakan melainkan ditanam, supaya tumbuh kembali.

2. “Nyapu harus bersih, kalau enggak nanti suaminya brewokan”

Mitos Jawa ini biasanya dikatakan pada anak-anak gadis yang memang tugasnya membantu ibunya mengurus rumah, terutama pada saat menyapu. Sebenarnya gak ada hubungannya antara menyapu dengan suami. Mitos ini hanya untuk mengajarkan pada gadis-gadis tersebut untuk menyapu dengan bersih. Soalnya pada saat itu lelaki brewok cenderung kotor dan tidak rapi. Jarang ada yang mau dengan cowok brewokan.

3. “Jangan keluar saat magrib, nanti bisa diculik Wewe Gombel”

Kayaknya semua orang pernah dikasih tahu tentang mitos ini deh di masa-masa kecilnya. Terutama anak-anak Jawa yang memang takut banget dengan sosok Wewe Gombel yang sering menculik anak kecil saat magrib tiba. Sebenarnya mitos ini hanya untuk mengajarkan para anak untuk tetap berada di rumah saat magrib untuk ibadah dan kumpul keluarga. Jadi gini toh maksudnya?

4. “Jangan duduk di depan pintu, ngalangin jodoh”

Duduk di depan pintu bagi orang Jawa merupakan suatu sikap yang tidak sopan. Terlebih lagi duduk di depan pintu bisa menghalangi jalur keluar masuknya orang. Mitos ini memang lebih sering dilontarkan kepada perempuan agar selalu bersikap sopan dan tidak menghalangi rezeki yang akan masuk.

5. “Ayo habisin makannya, kalau enggak nanti ayammu mati”

Mitos Jawa ini dulu lebih sering dilontarkan pada anak-anak kecil yang susah makan. Sekalinya makan mungkin tidak akan habis. Dulunya, hampir semua anggota keluarga Jawa memang memiliki hewan ternak yang sangat mereka sayangi. Nah mitos tersebut berfungsi sebagai ancaman agar si anak mau menghabiskan makanannya. Dengan hal tersebut si anak belajar menghargai makanan dan tidak menyia-nyiakan rezeki yang datang.

6. “Tutup piring jangan buat makan”

Mitos ini memang fungsinya untuk memberi tahu bahwa tutupan piring memang fungsinya bukan untuk makan. Dengan hal tersebut kita diajarkan untuk menggunakan suatu barang berdasarkan sifat fungsionalnya saja. Jangan disalahgunakan!

7. “Jangan duduk di bantal nanti bisulan”

Orang Jawa memang dari dulu lebih suka duduk di lantai atau lesehan. Karena kebiasaan ini banyak yang menggunakan bantal sebagai alas duduk mereka. Lalu berkembanglah mitos Jawa ini untuk mengajarkan penggunaan barang sesuai fungsinya. Apalagi benda yang memang diperuntukkan untuk kepala sangat tidak baik jika digunakan untuk alas pantat.

8. “Jangan makan sayap ayam, jauh dari jodoh nantinya”

Mitos Jawa ini lebih sering dilontarkan untuk para gadis. Memang sih menurut penelitian, bagian sayap ayam memang menjadi salah satu bagian yang mengandung paling banyak lemak. Nah, cewek tahu sendirilah kalau kebanyakan makan yang mengandung banyak lemak, bakalan muncul jerawat-jerawat lucu di wajah. Nah akibat jerawat inilah pesona cewek tersebut jadi menurun. Bahkan cowok-cowok pada kabur.

9. “Udah malam jangan bersiul, nanti hantu-hantu pada datang”

Orang Jawa yang memang mayoritas masih percaya dengan keberadaan makhluk halus. Gak sedikit juga dari mereka yang malah takut banget sama hantu. Karena rasa takut tersebutlah mitos ini muncul. Bersiul di malam hari bisa dibilang tidak sopan dan bisa mengganggu ketenangan para tetangga yang ingin beristirahat. Jadi bukan karena bersiul merupakan metode memanggil hantu.

10. “Jangan menyapu ke arah depan rumah, nanti rezeki pada pergi”

Mayoritas rumah-rumah orang Jawa memang dilengkapi dengan pintu belakang. Pintu belakang tersebut berfungsi sebagai akses membuang kotoran rumah dan akses keluar masuk anggota keluarga saat ada tamu supaya tidak mengganggu. Nah, bagi orang Jawa menyapu ke arah depan rumah merupakan suatu hal yang tidak sopan dan dapat menghalau rezeki. Yang tadinya ada tamu mau mampir malah gak jadi karena yang punya rumah lagi nyapu.

Nah, itulah tadi beberapa mitos Jawa yang ternyata bisa diterima logika. Mitos-mitos tersebut sebenarnya memang untuk mengajarkan kita tata perilaku yang baik. Bukannya untuk menakut-nakuti. Setuju gak?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
SHARES