Beratnya Lebih dari 16 Ton, Inilah 5 Fakta Tumpukan Sampah Teluk Jakarta. Miris!

www.eramuslim.com

Jakarta oh Jakarta. Begitu berat beban yang ditanggung oleh Ibu Kota Negara kita tercinta. Berbagai permasalahan pelik selalu saja hadir menyapa di setiap harinya. Mulai dari masalah macet, demo, korupsi, banjir, hingga yang terkini, sampah. Bagi kamu yang rajin menonton berita, tentu sudah mengetahui bahwa Pemprov DKI tengah melakukan pengerukan terhadap Teluk Jakarta. Kenyataannya pun sungguh menyedihkan. Ribuan dan bahkan (mungkin) puluhan ribu sampah hingga di teluk yang satu ini.

Bukan tidak mungkin, ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banjir tahunan Jakarta. Masalah sampah di Teluk Jakarta ini sebenarnya bukan persoalan baru. Pemprov DKI pun telah berulang kali melakukan pembersihan. Namun, karena masyarakatnya banyak yang bandel serta faktor dari alam membuat sampah kembali menumpuk di sana. Berkaitan dengan hal itu, kali ini YuKepo akan mengungkap lima fakta mengenai sampah yang ada di Teluk Jakarta. Yuk, kita baca bareng-bareng!

1. Sampah telah menumpuk di Teluk Jakarta sejak 2014

jakarta.tribunnews.com

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan jika penumpukan sampah di Teluk Jakarta telah berlangsung sejak tahun 2014. Meski begitu, ia tidak ingin menyalahkan pemerintahan sebelumnya karena percaya jika pada saat itu pemerintah telah berupaya keras menyelesaikan permasalahan ini.

"Kabarnya dari pengelola sampah Teluk Jakarta di sana dari 2014, tapi kita yakin bahwa sebelumnya pemerintah sudah memberi perhatian, tapi belum eksekusi saja. Jadi, kita jangan saling menyalahkan, kita kerjakan saja sekarang positive thinking saja kita bereskan," ucapnya seperti yang dikutip dari Liputan6.com, Selasa (20/3/2018).

2. Lokasi sampah digunakan untuk budidaya bandeng

www.viva.co.id

Risnandar selakuk Ketua Komunitas Mangrove Muara Angke (Komma) menyatakan jika ‘kolam sampah’ Teluk Jakarta tersebut pada awalnya akan dijadikan sebagai tambak budidaya bandeng. Namun, hal itu tidak akan terjadi lantaran banjir rob yang menyebabkan sampah laut masuk dan 'tertampung' di kolam tersebut.

"Jadi tanggal 13 Februari sebelum Imlek itu terjadi angin barat atau rob yang cukup besar. Jadinya ombak masuk ke sini, sehingga menghantam pembatas dan ombak itu membawa sampah akhirnya masuk ke sini," jelasnya.

Meski banjr rob telah surut, namun ‘hadiah’ sampah yang diberikan masih tertinggal di kolam itu. Hal itu menyebabkan air laut menjadi tercemar dan tidak mungkin bisa untuk menjadi tempat tinggal dari ikan bandeng. Meski begitu, Risnandar bersama Komma berniat untuk membangun hutan mangrove di atas kolam dari sampah Teluk Jakarta.

3. Sebanyak 400 personel dikerahkan

www.indovoices.com

Untuk mengatasi hal ini, Pemprov DKI telah mengerahkan sedikitnya 400 personel untuk mengangkut sampah-sampah yang ada di Blok Empang Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Tim tersebut terdiri atas gabungan dari beberapa unit satuan kerja, yakni Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Seribu, Sudin LH Jakarta Utara (Jakut), PPSU dari berbagai kecamatan di Jakut, serta UPK Badan Air.

Husein Murad selaku Wali Kota Jakarta Utara menuturkan jika tumpukan sampah tersebut memang berasal dari laut yang kemudian dibawa oleh fenomena rob dan terjebak di Blok Muara Angke.

4. 20 Ton sampah ditargertkan terangkut
news.okezone.com

Akibat adanya tumpukan sampah yang menggenangi kawasan mangrove Teluk Jakarta, proses penanaman mangrove pun urung dilaksanakan. Tumpukan sampah yang berada di lahan seluas 1,5 hektare ini disinyalir berasal dari 13 muara sungai serta fenomena banjir rob yang terjadi pada Februari 2018 yang lalu. Pemprov pun menargetkan 20 ton sampah akan terangkut pada kegiatan bersih-bersih kali ini.

5. Pengerahan alat berat
foto.kompas.com

Untuk dapat mengangkut banyaknya sampah yang ada, Pemprov DKI mengerahkan alat berat amphibi excavator swamp sejak hari Minggu, 18 Maret 2018. Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Yusen Herdiman, menargetkan kolam tersebut akan bebas dari sampah dalam kurun waktu seminggu.

"Kalau pakai alat berat, saya yakin hanya beberapa hari. Optimistis (selesai)," katanya.

Meskipun pihak-pihak terkait mengatakan jika sumber sampah berasal dari banjir rob yang melanda pada Februari lalu, namun kesadaran akan kebersihan sungai harus lebih ditingkatkan lagi oleh masyarakat sekitar terutama dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Jangan sampai ketika kawasan mangrove Teluk Jakarta ini telah steril dari sampah, ada aja orang ‘iseng’ yang masih buang sampah di sungai. Nanti ujung-ujungnya bakalan numpuk lagi sampahnya. Ya gak?

Karena itu, mengacu pada kata-kata Wagub DKI, Sandiaga Uno, daripada bermain salah-salahan baik secara terselubung maupun terang-terangan, lebih baik kita bekerja untuk solusi bagi persoalan sampah Teluk Jakarta. Dimulai dari turut serta dalam kegiatan bersih-bersih, dan meninggalkan kebiasaan buruk kita yang kerap mencemari lingkungan dengan sampah.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Ditangkap Bawaslu Karena Diduga Palsukan Ijazah, Inilah Sosok Bakal Cagub Sumut, JR Saragih!

Ditangkap Bawaslu Karena Diduga Palsukan Ijazah, Inilah Sosok Bakal Cagub Sumut, JR Saragih!

Sempat Menipu Presiden, Inilah Kabar Hoaks Paling Menghebohkan di Indonesia. Jangan Sampai Ketipu!

Sempat Menipu Presiden, Inilah Kabar Hoaks Paling Menghebohkan di Indonesia. Jangan Sampai Ketipu!

Berdasar Survei, Inilah 7 Kota Paling Layak Huni di Indonesia! Ada Kotamu Nggak?

Berdasar Survei, Inilah 7 Kota Paling Layak Huni di Indonesia! Ada Kotamu Nggak?

Banyak Dipertanyakan dan Dikritik, Begini Seluk Beluk Program Rumah DP 0 Rupiah Anies-Sandi!

Banyak Dipertanyakan dan Dikritik, Begini Seluk Beluk Program Rumah DP 0 Rupiah Anies-Sandi!

Diduga Penasihat Spiritual Soeharto Hingga Berpenampilan Nyentrik, Inilah Sosok Jenderal Soedjono Hoemardani!

Diduga Penasihat Spiritual Soeharto Hingga Berpenampilan Nyentrik, Inilah Sosok Jenderal Soedjono Hoemardani!

Bank BRI Dibobol Ratusan Juta dengan Metode Skimming. Waspada, Kita Bisa Jadi Korban!

Bank BRI Dibobol Ratusan Juta dengan Metode Skimming. Waspada, Kita Bisa Jadi Korban!

loading