Benarkah Gelar "Andi" Khas Sulawesi Selatan Merupakan Pemberian Kolonialisme Belanda?

www.kabarmakassar.com

Indonesia yang memang sejak dulu banyak berdiri kerajaan-kerajaan, tentu saja menimbulkan suatu tatanan sosial budaya yang memiliki strukturnya tersendiri. Contohnya adalah perpanjangan gelar kebangsawanan yang diberikan pada generasi-generasi selanjutnya sebagai pembeda dengan masyarakat yang lainnya. Dengan kata lain, gelar kebangsawanan diberikan sebagai tanda keturunan murni dari sebuah kerajaan ataupun kalangan keluarga kerajaan.

Bukan hanya di Jawa saja, hampir semua kerajaan di Indonesia dan dunia memberikan gelar serupa untuk generasi-generasi penerusnya. Baik kerajaan tersebut masih berdiri maupun hanya sebatas keturunan kerajaan saja. Seperti contohnya gelar Raden Mas atau Raden Ayu di kalangan orang Jawa. Sama halnya dengan gelar Andi yang banyak tersemat pada nama-nama orang Sulawesi Selatan atau Bugis lebih tepatnya.

Kali ini YuKepo mau membahas mengenai sejarah dan asal-usul gelar “Andi” pada orang Bugis. Ada yang berpendapat bahwa gelar ini merupakan pemberian Belanda kepada masyarakat Bugis. Benarkah? Yuk, langsung aja kepoin bareng YuKepo!

www.otonomi.co.id

Gelar kebangsawanan merupakan suatu penanda bahwa seseorang memiliki derajat sosial yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang kebanyakan. Penyematan gelar ini bertujuan untuk meneruskan silsilah keluarga, namun ada juga yang menyematkannya dalam konteks bisnis semata. Makanya, sering kali ditemukan di media adanya jual beli gelar kebangsawanan yang dilakukan oleh beberapa kalangan. Sah atau tidaknya, kembalikan pada yang bersangkutan. Mengenai gelar “Andi” sendiri bagi masyarakat Bugis tentunya tidak bisa disematkan pada sembarang orang. Gelar ini diperuntukkan kepada mereka yang masih memiliki garis keturunan bangsawan. Namun ternyata, gelar “Andi” tersebut bukanlah sebuah gelar yang ada sejak zaman kerajaan masa lalu. Gelar-gelar bangsawan yang dipergunakan di daerah Sulawesi Selatan adalah Daeng, Opu, Arung, Bau’, ataupun Puang. Lalu, bagaimana dengan gelar “Andi” tersebut?

dediniblog.wordpress.com

Seperti yang dilansir dari laman GNFI, penamaan gelar “Andi” tersebut pertama kali tercetus saat masa kolonialisme Belanda. Pada saat itu, Belanda ingin memberikan sebuah penanda guna membedakan orang-orang yang berasal dari garis keturunan bangsawan dengan orang kebanyakan. Ince Nurdin, tokoh bangsawan asal Makassar menjelaskannya pada laman historia.id bahwa asal-usul gelar “Andi” ini dikenalkan oleh B.F Matthes, misionaris Belanda, yang memberikan gelar “Andi” pada setiap bangsawan yang berada dalam jangkauan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada saat itu.

Dalam masa kolonialisme Belanda, setiap kerajaan di Sulawesi Selatan tengah mendapatkan intervensi. Saat itu, pemerintahan Belanda tengah membutuhkan banyak tenaga ahli yang memiliki kemampuan baca tulis untuk mendirikan sekolah, mulai dari OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren), MULO (Meerder Uitbreiding Lager Onderwijs), AMS (Algemene Middlebare School), HK (Holland Indlands), dan Normaal School. Bukan hanya itu, sekolah-sekolah desa juga dibangun di beberapa distrik. 

www.panritalopi.com

Bagi masyarakat yang ingin menempuh pendidikan juga dibutuhkan beberapa persyaratan khusus. Sekolah setingkat OSVIA atau HIS yang dikenal sebagai sekolahan raja mewajibkan tiap siswanya untuk menyerahkan daftar silsilah keluarga dan lembar pernyataan mengenai kesetiaannya pada pemerintah kolonial. Tujuannya tak lain adalah demi mengikat para siswa supaya menjadi pegawai pemerintahan dan pejabat administrasi pemerintahan kolonial.

Para anak bangsawan yang menempuh jalur pendidikan di sekolah ini lalu mendapatkan gelar “Andi” saat tamat. Mattulada dalam buku “Sejarah Masyarakat dan Kebudayaan Sulawesi Selatan” menuturkan bahwa penggunaan titel “Andi” pertama kali dilakukan pada tahun 1930-an oleh keluarga bangsawan.

Kesimpulannya adalah gelar “Andi” memang diperuntukkan kepada para keturunan bangsawan yang terpelajar di eranya. Gelar ini memang diprakarsai oleh Belanda sebagai pembeda masyarakat kelas bangsawan dengan kelas kebanyakan. 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Mie Instan Sebungkus 15.000 Rupiah, Harga Barang-barang di Papua Emang Bikin Miskin Mendadak!

Mie Instan Sebungkus 15.000 Rupiah, Harga Barang-barang di Papua Emang Bikin Miskin Mendadak!

Jauh Sebelum Nama Indonesia Diresmikan, 5 Nama Ini Menjadi Nama Negara Kita

Jauh Sebelum Nama Indonesia Diresmikan, 5 Nama Ini Menjadi Nama Negara Kita

Ikut dalam Berbagai Misi Perdamaian Dunia, Ini Kiprah TNI yang Jarang Disorot

Ikut dalam Berbagai Misi Perdamaian Dunia, Ini Kiprah TNI yang Jarang Disorot

Lucu! Bebas Tilang Hari Minggu dan Kebiasaan-kebiasaan Unik Lainnya yang Ada di NTT

Lucu! Bebas Tilang Hari Minggu dan Kebiasaan-kebiasaan Unik Lainnya yang Ada di NTT

6 Kisah Persahabatan Soekarno dengan Tokoh Dunia. Bikin Bangga!

6 Kisah Persahabatan Soekarno dengan Tokoh Dunia. Bikin Bangga!

Jangan Sampai Gagal Paham, 7 Kata Ini Punya Makna Berbeda di Tiap Daerah!

Jangan Sampai Gagal Paham, 7 Kata Ini Punya Makna Berbeda di Tiap Daerah!

loading