Begini Kisah Soekarno yang Dikawal Oleh Kelompok Yakuza Saat Kunjungan Ke Jepang. Kece!

10 Maret 2018
|Lulu Lukyani
0SHARES

Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, semasa hidupnya tidak terlepas dari berbagai kontroversi. Mulai dari kontroversi saat dirinya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia bersama dengan pejuang-pejuang lainnya, kontroversi mengenai kehidupan percintaannya, kontroversi mengenai hal-hal mistis di sekelilingnya, hingga kontroversi saat dirinya menjadi presiden dan berhubungan dengan negara-negara lain.

Soekarno dikenal memiliki karakter yang kuat dan seringkali karena karakternya itu banyak orang atau kelompok yang tidak menyukainya. Tidak heran jika selama dirinya menjabat sebagai presiden, Soekarno beberapa kali mendapat ancaman pembunuhan. Tidak hanya ancaman, bahkan ada usaha-usaha yang hampir saja menewaskan dirinya. Karena itu, penjagaan terhadap Soekarno saat itu sangat ketat.

Seperti yang terjadi ketika dirinya mengunjungi Jepang. Ada kelompok yang memang tidak menyukai Soekarno tercium akan melakukan usaha pembunuhan terhadap Soekarno. Namun karena kunjungan Soekarno ke Jepang tersebut bukanlah kunjungan resmi, pemerintah jepang enggan memberi pengamanan bagi Soekarno. Waspada akan ancaman tersebut, Soekarno akhirnya dikawal oleh gangster Jepang, Yakuza. Nah, mau tau kelanjutan kisahnya? Langsung aja yuk kepoin!

Pada tahun 1958, Ir. Soekarno melakukan kunjungan ke Jepang dengan dalih membahas proyek yang akan dibangun dengan dana rampasan perang yang sebelumnya telah disepakati oleh Indonesia dan Jepang. Kunjungan Soekarno ke Jepang ini disambut dengan rumor mengenai kelompok anti-Soekarno yang diam-diam masuk ke Jepang untuk membunuh Soekarno. Dilansir dari Historia.id, kelompok tersebut diduga adalah kelompok PRRI/Permesta. Rumor tersebut membuat Iskandar Ishak, Konsul Jenderal Indonesia di Tokyo, mencari pengamanan yang memadai untuk Soekarno. Kepolisian Tokyo pada saat itu menolak memberikan perlindungan dengan dalih kunjungannya bersifat tidak resmi.

Orang kepercayaan Soekarno, Kolonel Sambas Atmadinata, Menteri muda urusan veteran, menghubungi kawannya semasa perang, Oguchi Masami. Masami memberikan saran agar Soekarno menggunakan jasa pengawal pribadi. Mengikuti saran Masami, Iskandar Ishak kemudian meminta bantuan Yoshio Kodama, tokoh sayap kanan Jepang dan organisasi bawah tanah Yakuza. Dokumen CIA menyebutkan Kodama adalah salah satu tersangka tindak kejahatan perang pada 1945 dan baru dibebaskan pada 1948.

Kodama menyerahkan tugas itu kepada salah satu pengikutnya, Kobayashi Kusuo. Kobayashi adalah direktur utama Dai Nihon Kyogyo, perusahaan konstruksi Jepang yang diduga kedok dari organisasi bawah tanah “Polisi Ginza”, salah satu kelompok Yakuza di Tokyo, Jepang.

“Kobayashi setuju untuk merekrut duapuluh anggota kelompok ini untuk menjaga Sukarno,” tulis Masashi Nishihara dalam karya tulisnya yang berjudul Japanese and Sukarno’s Indonesia: Tokyo-Jakarta Relations, 1951-1966, seperti yang dilansir oleh Historia.id.

Selama delapan hari melakukan kunjungan ke Jepang, keamanan Soekarno dan rombongannya pun terjamin. Selain mendapat pengamanan, Soekarno pun mendapat hiburan dari para perempuan cantik. Dengan pengamanan dan hiburan yang diberikan, Tonichi Trading Company, perusahaan milik Kubo Masao yang pada saat itu menjadi penghubung antara gangster, polisi, dan presiden, mendapat banyak proyek pembangunan di Indonesia yang didanai dari hasil rampasan perang.

Nah gitu ceritanya, guys, saat Soekarno dikawal Yakuza dalam kunjungan tidak resmi ke Jepang. Seru kan? Bayanginnya aja yang seru, gimana kalau kita hidup di zaman itu ya. Presiden pertama kita ini tampaknya memang selalu punya hal unik untuk diceritakan, ya. Seolah-olah masih banyak sisi misterius di kehidupannya yang belum diketahui orang banyak. Kira-kira, ada kisah menarik apa lagi ya?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Lulu Lukyani
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES