Begini Kisah Sjafruddin, Mantan Presiden Indonesia yang Membelot Jadi Pemberontak dan Terlupakan. Miris!

www.merdeka.com

Tahun 1945-1949 bisa dibilang merupakan tahun-tahun terberat di Indonesia setelah memproklamirkan kemerdekaan. Hingga pada 1948, Ibukota yang sudah di pindah Yogyakarta di gempur habis-habisan oleh Belanda dan mereka berhasil menawan Soekarno-Hatta dan diasingkan ke Pulau Bangka. Untungnya, sebelum penangkapan itu, dwi-tunggal pendiri Republik Indonesia ini sempat mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran RI, Sjafruddin Prawiranegara, untuk melanjutkan pemerintahan jika dwi-tunggal pendiri Republik Indonesia ini tertangkap.

riauonline.co.id

Atas dasar mandat dari Soekarno-Hatta tersebut, Sjafruddin resmi mendirikan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 22 Desember 1948 yang dipimpin langsung oleh beliau. Tidak hanya sendiri, beliau dibantu oleh 5 orang anggota kabinet yang telah ditunjuk. Sehari kemudian, Sjafruddin membacakan sebuah pidato di radio yang menegaskan eksistensi bangsa Indonesia. Kabar yang beredar dari radio tersebut menyebar tidak hanya ke dalam negeri, namun hingga mencapai jaringan mancanegara. Belanda yang semula hendak mempertanyakan kedaulatan Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah agresi besar-besaran di Yogyakarta tersebut akhirnya terpaksa harus gigit jari karena PDRI menjadi alasan kuat eksistensi bangsa Indonesia di mata dunia.

news.liputan6.com

Setelah itu, PDRI menjadi musuh nomor 1 Belanda yang membuat Sjafruddin beserta kabinetnya harus berpindah-pindah tempat supaya tetap bisa menjalankan roda pemerintahannya. Semua tokoh-tokohnya harus bermalam di hutan rimba demi bersembunyi dari kejaran Belanda. Tidak jarang Sjafruddin beserta kabinetnya tidur di bantaran sungai Batanghari beralaskan semak belukar dengan persediaan makanan yang tidak banyak. Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana, mereka terus melakukan komunikasi dengan dunia luar untuk memberitakan perjuangan bangsa Indonesia yang tidak kenal menyerah. PDRI menjadi saluran Indonesia untuk tetap terhubung dan meraih dukungan dari dunia global.

tirto.id

Perjuangan PDRI yang sangat berat mulai menampakkan hasilnya. Karena setelah itu, posisi Belanda semakin terjepit di dunia internasional karena agresi besar-besaran yang mereka lakukan di Indonesia. Utusan Soekarno-Hatta diajak berunding yang menghasilkan perjanjian Roem-Royen. Setelah perjanjian ini ditandatangani, Sjafruddin Prawiranegara selaku pimpinan PDRI menyerahkan pemerintahan kembali kepada Ir. Soekarno. Meskipun hanya berkuasa selama 207 hari, namun peran yang beliau lakukan berdampak sangat besar bagi Republik Indonesia hingga saat ini.

Jasa Sjafruddin kini memang tidak banyak diingat oleh masyarakat Indonesia. Hal ini mungkin berkaitan pula dengan keterlibatannya sebagai kepala pemberontakan PRRI. Aksi membelot yang dilakukan Sjafruddin namun bukanlah untuk mendirikan Sumatra yang merdeka, melainkan karena ia menginginkan pemerataan kekuasaan alih-alih sentralisasi kekuasaan seperti yang terjadi di masa orde lama dan orde baru. Impian beliau akhirnya baru terwujud kini dengan penerapan otonomi daerah di Indonesia.

Dari kisah di atas, kita kini menyadari kehadiran dan jasa Sjafruddin Prawiranegara kepada bangsa Indonesia. Dan untuk menghargai jasanya tersebut, ada baiknya jika kita menjadi masyarakat yang melek politik dan berupaya menjaga kelancaran serta kelangsungan otonomi daerah di Indonesia. Karena itu, yuk kita ramaikan Pilkada serentak 2018 ini! Jangan acuh, demi masa depan bangsa dan dirimu sendiri!

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Brebes Tertimpa Bencana Longsor Hebat, Begini Foto-Foto Keadaannya Kini. Duh, Ingin Nangis!

Brebes Tertimpa Bencana Longsor Hebat, Begini Foto-Foto Keadaannya Kini. Duh, Ingin Nangis!

Kaya Rempah dan Pedas, Kelezatan 7 Makanan Indonesia Ini Bikin Merem Melek

Kaya Rempah dan Pedas, Kelezatan 7 Makanan Indonesia Ini Bikin Merem Melek

10 Jenang Nusantara Ini Bukan Cuma Bikin Liur Menitik, Filosofinya juga Mantap Jaya!

10 Jenang Nusantara Ini Bukan Cuma Bikin Liur Menitik, Filosofinya juga Mantap Jaya!

12 Foto Langka Zaman Penjajahan Ini Bikin Kita Makin Menghargai Jasa Para Pejuang!

12 Foto Langka Zaman Penjajahan Ini Bikin Kita Makin Menghargai Jasa Para Pejuang!

Asapnya Membubung Bak Ledakan Chernobyl, Begini 8 Foto Dahsyatnya Letusan Gunung Sinabung. Ngeri!

Asapnya Membubung Bak Ledakan Chernobyl, Begini 8 Foto Dahsyatnya Letusan Gunung Sinabung. Ngeri!

Pernah Jadi Primadona Masyarakat, 7 Buah Khas Indonesia Ini Sudah Diambang Kepunahan

Pernah Jadi Primadona Masyarakat, 7 Buah Khas Indonesia Ini Sudah Diambang Kepunahan

loading