Aturan Baru Tarif Taksi Online, Menguntungkan Atau Menyengsarakan?

23 Oktober 2017
|Meidiana
Indonesiaku
0SHARES

Ada kabar terbaru tentang taksi online nih, teman-teman. Jadi, beberapa hari yang lalu, pemerintah mengumumkan aturan baru, revisi dari Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek atau biasa disebut taksi online. Kaya gimana ya aturan terbarunya? Kira-kira lebih menguntungkan atau malah menyengsarakan? Baca, yuk, penjelasan aturan baru taksi online yang dikutip dari detikFinance berikut ini.

Pemerintah bersama pihak-pihak terkait, mulai dari Organda, Kepolisian, Kementerian Perhubungan, sampai dengan pelaku industri transportasi online telah merumuskan paling tidak sembilan poin dalam aturan terbaru perihal taksi online. Kesembilan poin tersebut adalah argometer, tarif, wilayah operasi, kuota/ perencanaan kebutuhan, persyaratan minimal lima kendaraan, bukti kepemilikan kendaraan bermotor, domisili tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), sertifikat registrasi uji tipe (SRUT), dan peran aplikator. Di antara poin yang lain, tarif tentu saja menjadi menjadi pembahasan yang paling memerlukan pengkajian yang mendalam karena dari faktor tarif inilah yang memunculkan beragam permasalahan antara taksi online dan taksi konvensional. Masih ingat kan kasus-kasus perkelahian antara pengemudi taksi online dan taksi konvensional, kemudian perusakan terhadap taksi online karena banyaknya penumpang yang lebih memilih untuk menggunakan jasa taksi online yang tarifnya lebih murah? Nah, pemerintah nggak mau kejadian-kejadian kaya gitu terulang lagi. Masyarakat juga pastinya. Oleh karena itu, pemerintah berusaha semaksimal mungkin agar tercipta keadilan di antara para pengusaha taksi online dan taksi konvensional.

Dalam pembicaraan aturan baru, tarif batas atas dan tarif batas bawah memang belum diputuskan karena masih dihitung sembari menunggu masukan dari daerah. Sementara sampai saat ini, tarif batas atas dan batas bawah masih mengacu pada Permen No. 26 Tahun 2017, yaitu Rp3.500,00/ km (batas bawah) dan Rp6.000,00/ km (batas atas) untuk wilayah I dan Rp3.700,00/ km (batas bawah) dan Rp6.500,00/ km (batas atas) untuk wilayah II. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan penetapan tarif batas dan batas bawah dilakukan untuk mengurangi persaingan tarif murah yang tidak sehat yang membuat pihak lain tidak mampu bersaing. Sampai saat ini, tarif batas atas dan batas bawah taksi online masih dalam perhitungan karena dibutuhkan transisi waktu, dibutuhkan waktu sekitar 3—6 bulan. Dari pihak pengemudi taksi online, ternyata mereka juga menyambut baik langkah pemerintah dalam menerbitkan aturan baru. Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO), Christiansen, mengatakan bahwa para driver menghargai aturan baru tersebut dan sepakat untuk taat hukum. Berkaitan dengan tarif baru, dia berharap bahwa tarif batas bawah taksi online paling tidak berada di angka Rp4.000,00/ km untuk wilayah I karena para driver masih dikenai potongan dari aplikasi sebesar 10—25%. 

Semoga cepat kelar dan cepat diberlakukan deh ya aturan baru taksi online-nya biar semua juga bisa tenang, baik pemerintah, pihak taksi konvensional, pihak taksi online, maupun masyarakat Indonesia. Kita semua pastinya juga ingin semua bisa damai dan saling berbagi rezeki tanpa ada pihak yang merasa dirugikan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Meidiana
"Bahagia bersama senandika."
0SHARES