Anggun dan Gagah, Begini Penampakan Lokomotif Tertua di Blora. Dibuat Pada Tahun 1928!

08 Februari 2018
|Lulu Lukyani
0SHARES

Masih banyak peninggalan zaman Penjajahan Belanda yang masih difungsikan di Indonesia. Ada banyak bangunan yang tetap digunakan baik itu untuk gedung pemerintahan maupun difungsikan untuk pertokoan. Tidak hanya bangunan, ada banyak lagi peninggalan zaman penjajahan yang tidak ditinggalkan pula oleh masyarakat Indonesia dengan dalih, mengapa harus dibuang jika masih bisa dimanfaatkan. Peninggalan tersebut antara lain hukum, budaya, infrastruktur seperti sekolah, jalan, hingga moda transportasi seperti kereta.

Dari berbagai macam peninggalan tersebut memang banyak yang sudah menunjukkan keringkihannya yang disebabkan oleh faktor usia, namun banyak pula yang masih kokoh seperti sediakala meski dengan renovasi di sana-sini. Seperti yang dialami oleh lokomotif peninggalan Belanda yang kini menjadi lokomotif tertua di Blora. Walau sudah ringkih, namun masih terlihat sisa-sisa kegagahannya menyusuri rel di wilayah Cepu, Blora, dan sekitarnya. Terbukti hingga kini lokomotif tersebut masih berfungsi dan dimanfaatkan sebagai wisata oleh masyarakat Blora. Biarpun lambat, lokomotif ini tetap mampu menarik wisatawan untuk melihat-lihat pemandangan indah alam Cepu, Blora.

Kereta tertua di Blora kini resmi aktif kembali! Kereta uap tua yang ada di Kabupaten Blora ini secara resmi diaktifkan kembali pada tanggal 17 Januari 2018 yang lalu. Kereta tersebut akan difungsikan kembali sebagai wahana wisata ikonik Kabupaten Blora di kancah Nasional.

Pada bagian moncong tertera tahun 1928 yang menunjukkan tahun pembuatan lokomotif ini. Usianya yang mencapai 90 tahun menjadikan kereta uap ini sebagai yang tertua di Kabupaten Blora. Walaupun produksi lama, lokomotif ini masih tetap terlihat gagah sekaligus anggun dengan modelnya yang old but gold

Pihak Perhutani telah menyiapkan rute kereta sejauh 26 km untuk para wisatawan berkeliling di seputaran KPH Cepu. Perjalanan akan dimulai dari Desa Ngelo, Kecamatan Cepu, sampai di Kecamatan Jepon. Selama perjalanan ini wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan yang menyegarkan mata lho. Seperti perkebunan dan hutan yang masih asri.

Terdapat sejumlah gerbong yang sudah disiapkan untuk mengangkut penumpang. Lokasinya berada di Start Point of Heritage Loco Tour KP Cepu di Desa Ngelo, Kecamatan Cepu, Blora. Interiornya masih sederhana banget ya. 

Arif Rohman, Wakil Bupati Blora, mengapresiasi langkah KPH Cepu untuk memajukan sektor pariwisata di Blora. Ia pun berharap langkah ini akan mengangkat nama Kabupaten Blora. Hal tersebut juga dinyatakan oleh Adm KPH Cepu, Yuda Suswardanto, “Dengan pengaktifan kembali kereta ini kami berharap bisa mengangkat sektor wisata di Kabupaten Blora”.

Nah, sebelum kalian mencoba naik lokomotif tua sekarang yang sudah jadi wahana wisata, ini dia nih potret lokomatif Blora zaman dulu. Gagah, ya. Dulu, lokomotif seperti ini biasanya digunakan untuk mengangkut berbagai hasil bumi seperti rempah-rempah atau log-log kayu.

Nah itu dia ulasan dan foto-foto keantikan lokomotif tertua di Blora yang kini difungsikan sebagai objek wisata. Walaupun benda-benda seperti lokomotif yang ada di Blora ini merupakan peninggalan masa penjajahan namun selama masih bisa dimanfaatkan dengan baik dan bermanfaat pula bagi kepentingan masyarakat sekitar tidak ada salahnya untuk tetap dilestarikan. Karena dengan begitu pula kita akan bisa berdamai dengan masa lalu kita dan menjalani hari ini dengan bahagia untuk menyambut masa depan yang cerah.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Lulu Lukyani
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES