Ada yang Memiliki Arti Kuntilanak, Begini Sejarah Unik 5 Nama Kota di Indonesia!

08 Januari 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan sumber daya alamnya yang melimpah. Di Indonesia, tongkat, batu, dan kayu pun bisa jadi tanaman saking suburnya tanah di Indonesia. Oleh karena itu, tak heran jika negara kita tercinta ini memiliki sejuta pesona alam yang luar biasa. Di samping alamnya yang asri, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu kota terpadat di dunia. Berdasarkan data yang dihimpun dari laman World Economic Forum, Rabu 24 Mei 2017, Indonesia berada di posisi ke-9 sebagai negara terpadat di dunia dengan kepadatan yang mencapai 9.600 orang per kilometer persegi. Selain itu, Indonesia juga sedang gencar-gencarnya membangun berbagai infrastruktur penunjang agar masalah-masalah klasik, seperti macet dan banjir dapat teratasi.

Berkaitan dengan tingkat kepadatan penduduk Indonesia, berdasarkan data yang ada kebanyakan masyarakat Indonesia memilih tinggal di kota-kota besar maupun kota penyangga. Itu dilakukan guna mencari peruntungan buat kehidupan mereka karena memang kota-kota tersebut memiliki posisi yang cukup strategis dalam hal perekonomian. Nah, kali ini YuKepo akan sedikit mengajak kamu untuk melihat sejarah lima nama kota yang ada di Indonesia. Penasaran nama kota mana saja yang diincar oleh YuKepo kali ini? Langsung aja deh kita simak bersama. Yuk, kepo!

1. Bandung

Konon, nama kota Bandung berasal dari sebuah kendaraan air yang digunakan oleh R.A. Wiranatakusumah II untuk melayari Sungai Citarum ketika mencari ibu kota pengganti yang sebelumnya terletak di Dayeuh Kolot. Bandung sendiri merupakan kendaraan air yang terdiri atas dua perahu yang diikat secara berdampingan sehingga masyarakat lokal menyebutnya sebagai perahu bandung. 

2. Balikpapan

Nama kota yang terdengar unik ini ternyata ada kaitannya dengan sejarah dari salah satu Kerajaan besar di Indonesia, yakni Kerajaan Kutai. Pada tahun 1739, Sultan Muhammad Idris yang berasal dari Kerajaan Kutai memerintahkan kepada para pemukim di sepanjang Teluk Balikpapan untuk menyumbangkan beberapa bahan bangunan guna pembangunan sebuah istana baru yang ada di Kutai Lama. Sumbangan tersebut kemudian dimanifestasikan ke dalam bentuk papan yang berjumlah 1000 lembar. Papan tersebut kemudian diikat menjadi sebuah rakit dan digunakan untuk berlayar menuju Kutai Lama. Sesampainya di sana, ternyata ada 10 lembar papan yang hilang dari rakit tersebut. Kemudian, kesepuluh papan itu ditemukan di sebuah tempat yang bernama Jenebora. Nah, dari peristiwa inilah nama kota Balikpapan muncul yang kalau dalam bahasa Kutai, Balikpapan memiliki makna ‘papan yang kembali yang tidak mau ikut disumbangkan’.

3. Malang

Legenda mengatakan bahwa nama kota Malang memiliki makna menghalang-halangi. Dalam hal ini, pada waktu Sunan Mataram ingin menguasai wilayah Malang, masyarakat setempat melakukan perlawanan yang cukup alot sehingga Sunan Mataram menamai wilayah tersebut dengan sebutan Malang yang berarti menghalangi maksud penyebarluasan pengaruhnya ke wilayah Jawa Timur. 

4. Banyuwangi

Menurut legenda, nama kota Banyuwangi muncul akibat peristiwa pembunuhan yang terjadi pada waktu dulu. Jadi, menurut cerita rakyat setempat, dulu di ujung timur wilayah Pulau Jawa ini dipimpin oleh seorang raja bernama Prabu Sulahkromo. Raja ini sangat mengagumi kecantikan dari Sri Tanjung, istri dari patihnya sendiri yang bernama Patih Sidopekso. Lantaran cintanya selalu ditolak, Prabu Sulahkromo pun kemudian memfitnah Sri Tanjung dengan berkata kepada Patih Sidopekso bahwa dirinya telah main serong dengan istrinya. Sang patih pun merasa geram dan akhirnya menghabisi nyawa dari sang istri. Mayatnya kemudian dibuang ke sebuah sungai. Namun, tak lama kemudian sungai tersebut mengeluarkan wewangian sehingga masyarakat setempat menyebut wilayah yang dialiri oleh sungai tersebut sebagai Banyuwangi yang artinya air yang wangi.

5. Pontianak

Nama kota Pontianak ternyata menyimpan sejarah mistis yang cukup menyeramkan. Mitosnya, pada waktu dulu ada sebuah rombongan yang dipimpin oleh Syarif Abdurrahman sering kali diganggu oleh makhluk tak kasat mata yang diyakini adalah kuntilanak ketika menyusuri Sungai Kapuas. Bahkan, saking kesalnya, Syarif pun beberapa kali menembakkan meriam ke arah kuntilanak tersebut agar sang hantu mau pergi dan tidak mengganggu rombongannya. Nah, dari cerita itulah kemudian wilayah tersebut dinamai sebagai Pontianak yang dalam bahasa Melayu bermakna ‘kuntilanak’.

Itu dia asal-usul dari lima nama kota yang ada di Indonesia. Percaya atau tidak, yang pasti kita harus menghormati setiap tempat yang kita kunjungi dengan bersikap santun dan tidak boleh sombong. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES