7 Penanda Jalan Berlubang Ini Buktikan Indonesia Pintar Ubah Fakta Miris Jadi Komedi

27 Agustus 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Kreativitas orang Indonesia sebenarnya sudah sering dibuktikan melalui banyak hal. Seperti kemampuan hebat warganet Indonesia dalam menulis komentar di media sosial hingga kejeniusan orang Indonesia dalam memanjangkan episode sinetron yang awalnya puluhan hingga menjadi ribuan. Aksi-aksi seperti ini sesungguhnya membutuhkan tingkat kreativitas yang tinggi dan imajinasi yang liar. Namun, bukan hanya dalam bidang membuat komentar dan sinetron saja, orang Indonesia ternyata juga sangat kreatif dalam menghadapi berbagai kesulitan dan persoalan yang ditemuinya sehari-hari, misalnya persoalan jalan yang berlubang.

Tidak dapat disangkal, luasnya wilayah Indonesia dan bentuknya yang berupa kepulauan memberikan kesulitan tertentu bagi pemerintah untuk dapat menyediakan infrastruktur yang baik dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Maka, tidak heran jika banyak daerah di Indonesia yang belum memiliki infrastruktur jalan yang mumpuni. Namun, bukan hanya ketiadaan infrastruktur jalan yang baik, banyak juga jalanan di Indonesia yang tadinya sudah dibangun dengan baik, namun lantas menjadi rusak dan berlubang karena berbagai faktor.

Tentu saja jalan yang berlubang menjadi suatu bentuk keresahan tersendiri di masyarakat. Karena berbeda dengan jalan yang memang belum diaspal, jalan yang berlubang lebih rawan menimbulkan kecelakaan untuk pengguna jalan. Pasalnya, jika jalan belum diaspal dan memang sulit dilewati, pengguna jalan akan berkendara dengan lebih hati-hati. Sementara jika jalan sudah halus diaspal, namun ternyata berlubang, pengguna jalan tidak akan terlalu berhati-hati dan bisa saja terjatuh karena lubang yang tidak diantisipasi keberadaannya tersebut. Maka dari itu, masyarakat biasanya akan menaruh penanda jalan berlubang untuk menghindari terjadinya kecelakaan. Dengan kekuatan kreativitas orang Indonesia yang hebat, mereka dapat mengubah fakta miris jalanan berlubang menjadi lelucon yang justru menghibur sekaligus menyindir aparat pemerintah yang belum membenahi lubang tersebut. Penasaran? Yuk, kepo!

1. Jalur Pantura adalah salah satu ruas jalan yang paling banyak menderita lubang. Jadi nggak salah kalau disebut sebagai Jebakan Batman.

Jalur pantura yang melintas dari ujung barat hingga ujung timur pulau Jawa ini memang menjadi jalur favorit kendaraan-kendaraan besar seperti truk dan bis antarkota. Melihat beban berat yang ditanggung oleh ruas jalan pantura ini, maka tidak heran jika jalur pantura disebut-sebut sebagai jalan yang paling banyak berlubang.

2. Kabarnya sih banyak jalanan rusak karena dana pembuatan jalan dikorupsi oknum-oknum tertentu. Pantas orang Jogja bilang jalanan ini dijual

Entah benar atau tidak, tetapi kabarnya sih banyak jalan yang rusak karena anggaran yang dialokasikan untuk pembenahan jalan sering dikorupsi sehingga kualitas material yang digunakan untuk membangun jalan adalah material yang buruk. Karena kualitas jalan yang buruk, maka tidak heran jika jalanan cepat amblas dan berlubang.

3. Nggak salah juga kalau jalan berlubang dipasangi boneka yang sedang memancing karena pemerintah juga suka mengatakan kalau jalan rusak diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi.

Selain karena sering dilewati oleh kendaraan bermuatan besar, biasanya alasan yang dipakai pemerintah untuk menjelaskan jalan yang rusak adalah karena curah hujan yang tinggi. Memang benar bahwa jalan aspal yang tergenang, lalu dilewati oleh kendaraan berat, maka akan lebih mudah amblas dan berlubang. Akan tetapi, seharusnya sih pemerintah sudah mengantisipasinya dengan membuat jalanan yang berbentuk agak melengkung seperti punggung sapi agar air tidak menggenang dan membuat aspal rentan hancur.

4. Sementara di Jawa Tengah, jumlah lubang jalan dikabarkan mencapai angka 18.000. Nggak heran warga Klaten menyindir pemerintah dengan rambu ini

Jumlah lubang di jalanan Nasional Jawa Tengah kabarnya mencapai 18.000. Jumlah fantastis ini membuat masyarakat Jawa Tengah banyak yang marah dan memprotes Ganjar selaku Gubernur Jawa Tengah. Menurut Ganjar, pemerintah Jawa Tengah telah berupaya untuk membenarkan jalan, namun prosedur perbaikan jalan tidaklah singkat. Oleh karena itu, warga diharapkan bersabar.

5. Di daerah Sumatera Selatan, sebanyak 10% dari total jalan nasional mengalami kerusakan dari ringan hingga berat. Jadi, nggak salah kalau jalan di Lampung ini jadi kawasan wisata jeglongan 1000

Humor masyarakat Lampung terlihat dari tanda jalan yang dipasangnya ini. Jalanan di Sumatera Selatan, termasuk Lampung, memang kabarnya banyak yang mengalami kerusakan. Menurut data Dinas PU, terdapat setidaknya 10% ruas jalan di Sumatera Selatan yang membutuhkan perbaikan. Di wilayah Lampung sendiri, jumlah jalan rusak mencapai 8% dari total jalan nasional yang ada di sana.

6. Sayangnya, hukum di Indonesia terkait kewenangan penyelenggaraan jalan justru membuat bingung. Mungkin memang yang bisa kita lakukan ya cuma menikmati jalan berlubang seperti kata rambu ini.

Pemerintah Indonesia memang terkenal lama dalam merespon protes warga terkait jalanan yang berlubang. Namun, mungkin saja hal tersebut disebabkan oleh hukum di Indonesia sendiri terkait kewenangan perbaikan jalan yang sebenarnya justru membuat pusing. Karena ruas jalan dibedakan menjadi dua, yaitu jalan yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dengan begini, masyarakat justru jadi bingung ke mana harus melaporkan jalanan yang berlubang ini.

7. Sisi positifnya, fakta miris jalanan berlubang di Indonesia berhasil menggerakkan masyarakat untuk membentuk komunitas khusus yang mengurusi hal ini. Salah satu bentuk aksi komunitasnya adalah menandai jalan berlubang dengan cara yang menarik seperti ini

Meskipun jalanan berlubang ini merupakan hal yang menyedihkan, namun justru sesuatu yang baik muncul dari keresahan masyarakat akan jalanan rusak. Ya, kini di berbagai kota telah muncul komunitas-komunitas yang khusus bergerak untuk mengurusi jalanan rusak. Seperti komunitas di Malang yang bergerak memberi tanda di setiap lubang jalan dan melabelinya dengan tulisan yang menyindir pemerintah Malang atau komunitas Jogja "Nyah Nyoh" yang bergerak memperbaiki jalan berlubang di Yogyakarta secara mandiri.

Terbukti kan bahwa orang Indonesia itu sangat pintar dalam mengubah penderitaan menjadi lelucon satire?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES