7 Jenis Tanaman Langka Asli Indonesia Ini Terancam Punah. Cucumu Gak Bakal Tahu!

01 Desember 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
506SHARES

Indonesia adalah negara yang dianugerahi sumber daya alam yang sangat melimpah. Bahkan, grup band legendaris Koes Ploes mengibaratkan kalau tongkat kayu dan batu saja bisa menjadi tanaman saking suburnya tanah Indonesia ini. Seharusnya kita sebagai masyarakat Indonesia bersyukur atas karunia ini. Jangan malah takabur dan seenaknya merusak segala yang udah Tuhan berikan. Nanti ketika Tuhan marah, baru deh sadar. Jangan sampai begitu.

Berkaitan dengan alam Indonesia, dewasa ini banyak sekali terjadi penebangan liar serta berbagai macam pencurian, baik tanaman maupun binatang langka yang dilindungi. Hal itu disebabkan kerakusan dari umat manusia yang tidak pernah bersyukur atas nikmat Tuhan. Negeri kita yang kaya akan flora dan fauna ini nyatanya tengah mengalami krisis kepunahan massal. Binatang langka diburu dan dijual untuk kepentingan pribadi. Habitat tanaman langka dibabat demi kepentingan segelintir orang. Sungguh sangat disayangkan. Dalam artikel kali ini, YuKepo akan memberi tahu kepada kamu semua tentang tujuh tanaman langka asli Indonesia yang sudah terancam punah. Tanaman jenis apa saja itu? Yuk, kepo!

1. Rafflesia Arnoldi

Raflesia Arnoldi adalah sejenis tanaman parasit yang membutuhkan inang untuk dapat hidup. tanaman yang dibudidayakan di Taman Nasional Bengkulu ini keadaannya semakin memprihatinkan dari tahun ke tahun. Akibat aktivitas manusia dalam rangka pembukaan lokasi rimba, baik untuk aktivitas pertambangan, pertanian, atau sejenisnya, habitat dari tanaman langka yang satu ini pun semakin berkurang. 

2. Damar

Tanaman langka asli Papua ini memiliki nama latin Agathis labillardieri. Tingginya yang mencapai 60 meter dengan diameter 2 meter membuat tanaman ini menjadi salah satu di antara jenis pohon yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Masyarakat pun banyak yang menebang pohon yang satu ini untuk berbagai keperluan.

3. Balam Suntai

Mungkin kamu semua sedikit merasa asing dengan nama tanaman langka yang satu ini. Balam Suntai yang memiliki nama latin Palaquium walsurifolium ini merupakan salah satu jenis tanaman yang mempunyai kualitas kayu yang baik. Kayu yang dihasilkan dari tanaman asli Indonesia ini memiliki tingkat keawetan kelas IV dengan kekuatannya yang berada di kelas II. Pantas saja jika tanaman yang satu ini banyak diburu oleh orang-orang. 

4. Anggrek Hartinah

Anggrek ini termasuk ke dalam tipe anggrek yang endemik yang hanya bisa tumbuh di daerah tertentu. Anggrek ini juga disebut dengan anggrek Tien Soeharto (Cymbidium hartinahianum). Tanaman langka ini pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di Desa Baniara Tele Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Sumatra Utara. 

5. Anggrek Hitam

Tanaman langka dengan nama latin Coelogyne pandurata ini memiliki ciri khas pada bunganya yang memiliki labellum berwarna hitam. Dalam bahasa Inggris, anggrek ini disebut dengan black orchid, sedangkan di wilayah Kalimantan Timur, anggrek ini disebut dengan Kersik luai.

6. Kokoleceran

Meskipun namanya terkesan aneh, namun tanaman ini merupakan maskot dari Provinsi Banten dan hanya ada di Taman Nasional Ujung Kulon. Tanaman ini juga dikatakan hanya bisa hidup di wilayah tertentu. Tanaman langka dengan nama latin Vatica bantamensis ini keberadaannya disinyalir sungguh misterius dan hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengetahui keberadaannya. 

7. Tengkawang

Tengkawang adalah sejenis pohon dari genus Shorea yang buahnya banyak mengandung minyak nabati. Pohon yang hanya ada di pulau Kalimantan serta beberapa kota kecil di Sumatra ini dikenal sebagai Illepe Nut atau Borneo Tallow Nut. Pohon yang memiliki belasan spesies ini termasuk ke dalam jenis pohon atau tanaman langka yang dilindungi dan menjadi maskot dari Kalimantan Barat. 

Sebenarnya masih banyak lagi tanaman langka asli Indonesia yang tengah berada di ambang kepunahan. Kita sebagai masyarakat Indonesia sudah seharusnya menjaga serta melestarikan alam Indonesia. Jangan sampai kita lebih mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan dengan kepentingan bersama. Mari sama-sama kita lindungi dan jaga alam Indonesia!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
506SHARES