6 Kebijakan Kontroversial Gus Dur yang Masih Diingat Masyarakat Hingga Kini

28 April 2017
|Atik Kencana S.
0SHARES

K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan Presiden Indonesia ke-4. Beliau menjabat menjadi presiden sejak 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001 setelah menggantikan Presiden Habibie.  Pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini memiliki banyak kebijakan kontroversial selama ia menjabat sebagai presiden. Mulai dari membubarkan dua departemen besar hingga mengancam untuk membubarkan parlemen.

Lebih lengkapnya lagi kali ini YuKepo udah merangkum beberapa kebijakan kontroversial Gus Dur yang masih diingat dan membekas di benak masyarakat Indonesia kali ini. Penasaran? Yuk langsung aja kita kepoin yuk!

1. Membubarkan Departemen Penerangan dan Departemen Sosial

Sosok yang baru menjabat sebaga Presiden Republik Indonesia selama satu bulan ini langsung mencoba merombak tatanan pemerintahan. Perombakan itu dilakukan dengan membubarkan dua departemen besar yaitu Departemen Penerangan dan Departemen Sosial. Padahal kedua departemen itu sudah berdiri sejak pemerintahan Presiden Soeharto dan Presiden Habibie.

Pembubaran kedua departemen itu tentunya dilakukan dengan sebuah alasan yang tak kalah kontroversial pula. Ia menginginkan peran negara yang dikurangi sebaliknya malah mendorong masyarakat untuk memiliki andil yang lebih besar dalam membenahi bangsa. Bahkan saat menyampaikan soal pembubaran dua departemen ujung tombak pada masa orde baru tersebut di hadapan DPR, Gus Dur malah menyampaikan bahwa DPR tidak berbeda dengan taman kanak-kanak. Jelas saja akibat hal ini Gus Dur menuai banyak kecaman.

2. Berkunjung ke Soeharto

Paska lengsernya penguasa Orde Baru yaitu Presiden Soeharto pada tahun 1998, Gus Dur malah berkunjung ke kediaman Keluarga Cendana. Padahal pada saat itu Soeharto dan keluarga sedang santer disoroti oleh publik. Tapi sebagai seorang presiden baru Gus Dur malah menyambanginya. Anehnya lagi justru Gus Dur lah yang pertama kali menggagas bawa Soeharto harus diadili dan hartanya disita, kemudian dimaafkan. Jadi sebenarnya alurnya mau dibawa kemana ya pak?

3. Usul penghapusan TAP MPR tentang PKI

Usul penghapusan TAP MPR ini juga yang termasuk paling kontroversial dan membuka luka lama bagi bangsa Indonesia. Usul pencabutan TAP MPRS No. XXV/1966 mengenai pelarangan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pelarangan penyebaran ajaran Marxisme/Leninisme serta komunisme di Indonesia. Tentu saja usulan ini ditolak oleh seluruh fraksi MPR. Gak hanya MPR yang menolak bahkan aksi protes juga dilakukan oleh para barisan muda Islam di beberapa penjuru Indonesia.

4. Memecat dua menteri dengan dugaan korupsi

Di bulan April tahun 2000, Gus Dur memecat Jusuf Kalla yang merupakan seorang Menteri Negara Perindustrian dan Laksamana Sukardi yang tidak lain adalah seorang Menteri Negara BUMN. Pemecatan kedua menteri tersebut bukanlah tanpa alasan. Alasan Gus Dur adalah karena kedua menteri tersebut terlibat kasus korupsi walaupun tidak ada cukup bukti untuk hal itu. Tidak lama kemudian Hamzah Haz yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia mengundurkan diri karena menolak hubungan kedekatan antara Gus Dur dengan Israel.

5. Mengubah keformalan Istana Kepresidenan

Seperti yang kita tahu bahwa Istana Kepresidenan memang sarat akan suasana yang formal bahkan sakral. Namun di kepemimpinan Gus Dur, mindset tersebut berubah. Gus Dur sering menerima tamu yang datang dari berbagai kalangan. Padahal gak semua orang bisa masuk Istana. Selain itu ia pernah muncul di teras Istana dengan hanya menggunakan kaos dan celana pendek sambil melambai ke para pewarta. Selain itu, Gus Dur juga sering kedatangan tamu hingga larut malam. Tentu saja hal-hal tersebut mengubah pandangan masyarakat tentang Istana.

6. Ancam membubarkan parlemen

Satu lagi kebijakan Gus Dur yang paling kontroversial sepanjang sejarah. Beliau mengeluarkan ancaman untuk membubarkan parlemen di akhir masa jabatannya. Beliau mengancam akan mengeluarkan dekrit yang berisi (1) membubarkan MPR/DPR, (2) pengembalian kedaulatan ke tangan rakyat dan mempercepat penyelenggaraan pemilu dalam tempo satu tahun, dan (3) menyelamatkan reformasi dari hambatan Orde Baru dan membekukan Partai Golkar. Dekrit tersebut tidak mendapat dukungan sehingga pada tanggal 23 Juli 2001, MPR resmi memberhentikan Gus Dur dari jabatannya sebagai presiden dan digantikan oleh Megawati Soekarnoputri. 

Nah, itulah tadi  beberapa kebijakan Gus Dur yang paling kontroversial hingga masih diingat sampai kini. Segala kebijakan Gus Dur baik dan buruknya tentu memiliki tujuan bukan hanya semata-mata untuk pengakuan diri semata. Gus Dur akan selalu dikenang sebagai Bapak Bangsa yang dimiliki Indonesia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES