5 Fakta di Balik Pembacaan Teks Proklamasi Ini Jarang Diketahui Orang. Kamu Tahu?

05 Desember 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

Indonesia secara de facto mengumumkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 setelah Soekarno dan Hatta membacakan naskah proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56, Jakarta Pusat. Namun, sebelum dan sesudah pembacaan teks proklamasi tersebut, Indonesia masih harus berjuang demi mempertahankan kemerdekaannya. Selain mempertahankan kemerdekaan, Indonesia juga masih harus berjuang untuk menyebarluaskan kabar gembira tersebut pada seluruh masyarakat dunia. Sungguh perjuangan yang teramat berat hingga akhirnya seluruh dunia dapat mengakui kedaulatan bangsa Indonesia.

Di balik peliknya perjuangan dan kebanggaan menjadi bangsa yang merdeka, ternyata terdapat beberapa fakta yang mungkin masih sangat jarang diketahui oleh masyarakat luas mengenai peristiwa Proklamasi Indonesia. Fakta apa sajakah itu? Mari kita ulas bersama. Yuk, kepo!

1. Soekarno yang sakit dan tidak berpuasa

Pembacaan teks proklamasi bertepatan dengan bulan Ramadan di mana seluruh masyarakat muslim dunia tengah menjalani ibadah puasa. Namun, pada saat itu, sang proklamator, Ir. Soekarno tidak dapat menjalankan ibadah puasa lantaran tengah sakit akibat gejala malaria tertian. Ketika dibangunkan oleh dr. Soeharto, Soekarno mengeluh perihal keadaannya. Kemudian, ia pun disuntik dan diberi obat oleh sang dokter. Ia pun kembali melanjutkan tidurnya hingga pukul 9 pagi. Setelah melakukan upacara proklamasi, Soekarno pun segera beristirahat dan melanjutkan tidurnya. 

2. Indonesia bisa memiliki lebih dari dua tokoh proklamator

Sebenarnya, seusai penyusunan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda, Hatta mengusulkan agar semua yang hadir pada pertemuan kali itu turut menandatangani naskah proklamasi. Namun, rekan-rekan yang hadir, seperti Achmad Soebardjo, Sajuti Melik, dan Soekarno menolak usulan tersebut. Hatta pun akhirya hanya bisa menerima bahwa dirinya kalah suara.

3. Bendera yang terbuat dari kain sprei

Fatmawati selaku istri dari Bung Karno telah membuat sebuah bendera merah putih sehari sebelum dibacakannya naskah proklamasi. Namun, karena ukurannya yang kecil, yakni hanya 50 cm, beliau pun mencari kain lain yang lebih besar. Setelah mencari ke sana-ke mari, akhirnya didapatlah sebuah sprei, hanya saja berwarna putih dan tidak ada warna merah di dalamnya. Lantas, seorang pemuda bernama Lukas Kastaryo turut mencari kain berwarna. Ia pun melihat kain besar berwarna merah milik penjual soto. Akhirnya, ia membeli kain tersebut dan memberikannya kepada Fatmawati. Pada akhirnya, jadilah sebuah bendera merah putih berukuran 276 cm x 200 cm yang siap dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945. 

4. Draft proklamasi yang sempat hilang

Hal unik terjadi ketika draft proklamasi yang telah ditandatangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta tiba-tiba hilang setelah upacara selesai dilakukan. Ternyata, draft tersebut secara tidak sengaja terbuang ke tempat sampah. Untungnya, wartawan B.M. Diah menemukan draft tersebut. Ia pun kemudian menyimpannya dan baru menyerahkan draft tersebut pada pihak pemerintah tanggal 29 Mei 1992 yang artinya draft tersebut baru diketahui keberadaannya setelah 46 tahun 9 bulan dan 19 hari menghilang.

5. Negatif film yang disimpan di bawah pohon

Ketika upacara proklamasi dilangsungkan, ada beberapa wartawan serta fotografer yang turut hadir dalam acara tersebut. Salah satunya bernama Frans Mendoer. Sesaat setelah upacara pembacaan teks proklamasi berakhir, Frans dikejutkan dengan kedatangan tentara Jepang yang ingin merampas negatif film dari gambar bersejarah tersebut. Ia pun digeledah oleh tentara Jepang meskipun telah berkata bahwa negatif film dari gambar-gambar yang diambilnya telah diserahkan pada Barisan Pelopor. Karena tidak mendapati negatif film tersebut, akhirnya tentara Jepang itu pun pergi. Beruntung insting Frans tajam. Seusai upacara proklamasi, negatif film dari gambar yang diambilnya itu langsung ditanam di bawah pohon yang berada di halaman kantor Harian Asia Raja. Kalau saja Frans tidak melakukan hal itu, mungkin saja kita tidak bisa melihat rangkaian gambar dari peristiwa yang sangat bersejarah tersebut. 

Itu dia lima fakta unik di balik peristiwa pembacaan teks proklamasi. Sesungguhnya, kuasa Tuhan-lah yang membuat Negara Indonesia ini berhasil merdeka. Dan sesungguhnya, Tuhan bersama orang-orang yang sabar dan yang terus berjuang demi kebaikan umat manusia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES