48 Patung di Dasar Laut Gili Meno ini Tuai Kontroversi. Ada Apa Sebenarnya?

16 Agustus 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Pernah dengar tentang keindahan alam Indonesia timur? Salah satu provinsi yang terkenal dengan keistimewaan alamnya di Indonesia timur adalah Provinsi Lombok. Pulau kecil di timur Pulau Bali ini sudah dikenal dunia sebagai pulau dengan berbagai pantai dan spot menyelam yang sangat indah. Karena itu tidak heran jika Lombok selalu dipenuhi oleh wisatawan mancanegara. Jika kita berjalan-jalan di spot wisata Lombok, seperti kawasan 3 Gili, dijamin kita akan melihat lebih banyak wisatawan asing dibandingkan dengan wisatawan lokal. Hal ini membuktikan bahwa keindahan Lombok telah mendunia.

Salah satu Gili atau Pulau yang banyak menjadi destinasi wisata adalah Gili Meno, yang terletak di Kabupaten Lombok Utara. Belakangan ini, Gili Meno sedang banyak diperbincangkan orang karena terdapat spot menyelam baru yang unik di Gili Meno. Di spot menyelam ini, terdapat puluhan patung manusia yang terletak di dasar laut. Karena keunikannya, banyak wisatawan yang berfoto di spot menyelam ini dan mengunggahnya di berbagai akun sosial media mereka dan menarik lebih banyak lagi wisatawan untuk berkunjung ke Gili Meno.

Patung-patung unik ini adalah buah karya seorang seniman Internasional Jason deCaires Taylor, yang bekerja sama dengan manajemen Resort Bask di Gili Meno. Patung ini merupakan bagian dari proyek pembangunan Vila Bask yang sebenarnya memiliki tujuan baik yaitu selain untuk menarik wisatawan, juga untuk melestarikan kekayaan terumbu karang di perairan Gili Meno. Peletakan patung di dasar laut ini diharapkan dapat menjadi media bagi tumbuhnya terumbu karang dan biota laut lainnya. Menurut Jason, karang lunak dan spons laut seharusnya dapat bertumbuh dengan cepat di permukaan patung dan lama-lama mengeras sehingga menciptakan terumbu karang baru.

Meski begitu, ternyata Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan beberapa pihak di masyarakat tidak menyukai keberadaan patung-patung unik karya Jason ini dan mempertimbangkan pengangkatannya kembali dari dasar laut. Menurut para pejabat Kabupaten Lombok Utara, ke-48 patung ini mengandung unsur pornografi dan merupakan pajangan yang bersifat eksploitatif terhadap perempuan. Pose patung ini dimana seorang laki-laki memeluk seorang perempuan yang mengenakan bikini dan kain yang menutupi bagian bawah tubuhnya, dianggap sebagai pose yang mengeksploitasi perempuan dan berlawanan dengan nilai-nilai yang dianut di daerah Lombok Utara.

Sedangkan patung ini menurut Kepala Desa Gili Indah belum mendapat izin dari pihak pemerintahan desa. Meskipun pihak dusun sudah mengetahui mengenai penenggelaman ini dan warga setempat pun sudah menyetujui patung-patung ini untuk diletakkan di dasar laut. Selain itu pihak Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional menyatakan telah memberikan rekomendasi bagi penurunan patung-patung ini karena memiliki tujuan konservasi dan memenuhi syarat Balai KKPN bahwa pajangan tersebut dibuka untuk publik.

Nah, menurutmu bagaimana? Apakah patung-patung di Gili Meno ini memang mengandung unsur pornografi dan harus diangkat? Atau justru harus dipertahankan karena merupakan upaya konservasi dan meningkatkan pariwisata?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES