4 Lokalisasi Terkenal di Indonesia Ini Sudah Ada Sejak Zaman Belanda. Sejarahnya Pilu!

07 Januari 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
328SHARES

Lokalisasi merupakan sebuah istilah dari sebuah tempat yang dijadikan sebagai tempat untuk memuaskan hasrat belaka. Lokalisasi juga biasa disebut dengan istilah rumah bordil atau lokasi pelacuran. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa lokasi pelacuran yang kehadirannya menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Ada yang mendukung, ada juga yang menolak. Berkaitan dengan hal tersebut, sedikitnya terdapat empat lokalisasi yang ternyata sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda. Ada yang tau di mana saja tempatnya itu? Langsung saja kita simak bersama. Yuk, kepo!

1. Sebelum berbicara tentang keempat tempat tersebut, ada baiknya jika mengetahui sejarah lokalisasi di Indonesia

Pada zaman penjajahan dulu, banyak sekali para kompeni Belanda yang merasa kesepian karena harus tinggal jauh dari keluarganya. Untuk menyiasati hal tersebut, pemerintah Belanda di Indonesia kemudian membangun sebuah tempat yang dikhususkan untuk para PSK yang memang pelanggannya kebanyakan adalah pria-pria Belanda. Setelah Belanda kalah dan Indonesia dijajah Jepang, tempat-tempat tersebut dipertahankan oleh Jepang. Bahkan bisnis tersebut melesat maju karena pria Jepang yang gemar akan layanan seks. 

2. Gang Dolly - Surabaya

Siapa yang tidak kenal dengan gang yang satu ini? Dolly telah berdiri sejak abad ke-19 dan didirikan oleh seorang perempuan Belanda bernama Dolly van de Mart. Gang terkenal ini telah banyak merekrut wanita-wanita cantik Indonesia untuk melayani kebutuhan seksual dari para tentara Belanda. Semakin bertambahnya usia, ketenaran dari tempat ini tidak luntur dan bahkan sempat menjadi lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara. Namun, saat ini gang Dolly sudah ditutup oleh Wali Kota Surabaya agar Surabaya bersih dari unsur prostitusi.

3. Pasar Kembang (Sarkem) - Yogyakarta

Nama dari lokalisasi ini berasal dari nama jalan yang ada di dekat Stasiun Tugu, Yogyakarta. Tempat ini kemudian menjadi semakin terkenal seiring dengan banyaknya pria hidung belang yang datang mengunjungi kawasan ini. Sarkem pertama kali dibuka bertepatan dengan pembukaan jalur kereta api yang menghubungkan banyak wilayah di Pulau Jawa. Sejak saat itu, banyak wanita yang datang untuk menjajakan dirinya.

4. Saritem - Bandung

Nama lokalisasi ini diambil dari nama seorang gundik Belanda,yakni Nyi Saritem. Lokalisasi ini pertama kali dibangun pada tahun 1828. Nah, ketika Nyi Saritem menjadi gundik Belanda, ia rajin mencari wanita Indonesia yang bersedia untuk bekerja di rumahnya dengan tugas menemani dan melayani para tentara Belanda agar tidak terlalu stres memikirkan pekerjaannya. Sampai saat ini, disinyalir lokalisasi ini masih beroperasi dan menjadi salah satu kawasan 'kelam' yang terkenal di Bandung.

5. Macao Po - Jakarta

Lokalisasi ini memang tidak seterkenal ketiga lokalisasi di atas. Namun, pada masa kejayaannya Macao Po ini banyak sekali didatangi oleh para tentara Belanda, lho. Didirikan sejak abad ke-17, Macao Po ternyata memiliki kisah yang menyeramkan. Para tentara Belanda yang datang ke tempat ini banyak yang menderita penyakit sifilis dan bahkan banyak juga yang meninggal dunia. Pada akhirnya, Gubernur Jenderal Belanda pada saat itu menutup lokalisasi tersebut agar tidak ada lagi tentara Belanda yang terjangkit penyakit dan meninggal. 

Meski dianggap sebagai tempat enak-enak, namun pada dasarnya lokalisasi adalah tempat yang tidak baik untuk didatangi oleh orang-orang. Apalagi jika sampai memanfaatkan layanan seks yang dijajakan di sana. Selain pastinya mendapatkan dosa, kamu juga akan sangat berisiko mendapatkan berbagai penyakit seksual yang tentunya sangat berbahaya buat kesehatan kamu dan bisa jadi mengancam nyawa. Jadi, nggak perlu coba-coba ya guys. Daripada menyesal belakangan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
328SHARES