2 Bocah Diarak dan Ditelanjangi Karena Dituduh Mencuri Jaket, Begini Fakta Persekusi di Indonesia!

www.politisonline.com

Kasus persekusi telah dialami oleh dua orang bocah berinisial AJ (12) dan H (13) pada Minggu (8/4/2018) kemarin. Keduanya diarak dan ditelanjangi oleh warga setelah diduga mencuri jaket miliki seorang warga bernama Nur alias Tuyul. Warga yang tidak tega melihat kedua anak kecil tersebut dijadikan bahan arakan sebenarnya ingin menolong mereka, namun Tuyul mengancam akan membakar kedua anak tersebut dan melaporkannya ke pihak kepolisian. Akibatnya, AJ dan H pun mengalami trauma psikologis yang cukup mendalam akibat kejadian persekusi yang menimpanya. Tapi, kamu sendiri tau gak sih makna dari persekusi itu sendiri? Lalu, bagaimana dampak yang dirasakan oleh korban persekusi itu? Kalau belum tau, yuk ah kita cari tau bareng YuKepo!

1. Apa itu persekusi?

today.line.me

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadapseorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas. Kejadian persekusi ini kerap menimpa seseorang yang diduga/terbukti telah melakukan tindakan kejahatan. Pada dasarnya, tindakan ini merupakan tindakan yang tidak benar karena menyalahi hukum yang berlaku di Indonesia.

2. Tindakan persekusi dapat diancam pidana

www.telegram.co.id

Menurut Kepala Bagian (Kabag) Mitra Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri, Kombes Awi Setiyono, tindakan persekusi dapat diancam dengan hukuman pidana. Awi pun menjelaskan setidaknya ada tiga pasal dalam KUHP yang bisa digunakan untuk menjerat pelaku persekusi.

"Pelaku atau kelompok yang melakukan persekusi dapat dikenai pasal-pasal dalam KUHP, seperti pengancaman pasal 368, penganiayaan 351, pengeroyokan 170, dan lain-lain," kata Awi seperti yang dikutip dari detik.com, Jumat (13/4/2018).

3. Bunyi ketiga pasal dalam KUHP tentang persekusi

news.detik.com

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pelaku persekusi dapat dijerat dengan hukuman pidana berlandaskan pada tiga pasal yang terdapat dalam KUHP, yakni pasal 368, 351, dan 170.

Pasal 368 KUHP mengatur tentang pemerasan dan pengancaman. Pasal 368 KUHP Ayat 1 berbunyi, 

”Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan”.

Pasal 351 KUHP Ayat 1 berbunyi ”Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”.

Sementara itu, dalam Pasal 170 Ayat 1 disebutkan ”Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan”.

4. Sebab seseorang/kelompok melakukan tindakan persekusi
www.liputan6.com

Psikolog dari Pusat Informasi dan Rumah Konsultasi Tiga Generasi, Anna Margaretha Dauhan, menyatakan setidaknya ada dua sebab seseorang dapat melakukan tindakan persekusi.

Pertama, dari aspek psikologis yakni perasaan frustasi terhadap keadaan yang dianggap tidak adil dan ideologi yang ekstrem atau radikal. Persepsi dan ideologi ekstrem ini akan berpotensi mendorong aksi persekusi terhadap kelompok lain yang dinilai berbeda, dianggap menodai, bahkan mengancam ideologi yang dimiliki oleh orang/kelompok tersebut.

“Sikap radikal atau ekstrem akan menguat apabila individu tersebut hanya berkumpul dan berdiskusi dengan orang atau kelompok lain yang memiliki pandangan sama. Dengan kata lain, individu itu tidak pernah berdialog dengan orang yang berpandangan lain, sehingga merasa paling benar,” terang Anna seperti yang dikutip dari Bintang, Jumat (13/4/2018).

Penyebab lainnya adalah aspek sosial, seperti tekanan terhadap minoritas tertentu sehingga memicu kemarahan dan ketidakpuasan yang berbalik menjadi sikap agresif, kemudian sikap tersebut secara perlahan mengarahpada tindakan persekusi.

“Ketidakpuasan terhadap hukum atau pemerintah yang dianggap tidak dapat membela kepentingan suatu kelompok dan lemahnya sistem hukum dalam memberikan sanksi tegas terhadap pelaku (persekusi) juga dapat menjadi persekusi berkepanjangan,” jelasnya.

5. Dampak yang mengancam korban persekusi
ipkkalsel.org

Psikolog klinis dan forensik, A. Kasandra Putranto, menjelaskan jika tindakan persekusi atau main hakim sendiri akan menyebabkan korban persekusi mengalami gangguan stres setelah trauma atau yang biasa disebut dengan post traumatic stress disorder (PTSD). Gejala seseorang yang mengalami PTSD pada umumnya berupa mimpi buruk, cemas, menghindari situasi yang membuatnya kembali trauma, tidak percaya, dan tidak tertarik untuk beraktivitas. 

Untuk mengatasi hal tersebut, Kasandra menjelaskan diperlukan tindakan untuk mengubah perilaku, pikiran, dan perasaan seseorang korban persekusi atau yang disebut intervensi oleh ahli yang kompeten. Proses penyembuhannya pun memakan waktu yang cukup lama.

AJ dan H yang jadi korban persekusi oleh warga di wilayah Bekasi Utara saat ini mungkin tengah mengalami kondisi PTSD. Sudirman, ayah dari AJ, mengatakan jika anaknya terus menerus mengurung diri pascakejadian tersebut. AJ bahkan enggan masuk sekolah karena teman-teman dan pihak sekolah telah mengetahui kasus yang menimpa AJ dan takut jika di sekolah nanti akan menjadi bahan gunjingan dari teman-temannya. AJ pun bahkan sempat berpikir untuk pindah sekolah ke kampung halamannya di Pekalongan, Jawa Tengah. Sementara itu, H telah dibawa oleh kedua orang tuanya pulang ke Cikarang.

Tentu saja tindakan persekusi atau main hakim sendiri ini merupakan tindakan yang tidak dibenarkan. Sebagai warga negara yang taat pada aturan hukum, lebih baik langsung laporkan saja orang yang dicurigai telah melakukan tindakan kejahatan maupun asusila ke RT/RW atau pihak kepolisian setempat. Oke oke?

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Resmi Maju Jadi Capres, Babak Kedua Pertarungan Jokowi vs Prabowo di Pilpres 2019 Dimulai!

Resmi Maju Jadi Capres, Babak Kedua Pertarungan Jokowi vs Prabowo di Pilpres 2019 Dimulai!

Jaket Jokowi Dituduh Memecah Belah Indonesia, Teori Konspirasi ala Netizen Mana Lagi Nih?

Jaket Jokowi Dituduh Memecah Belah Indonesia, Teori Konspirasi ala Netizen Mana Lagi Nih?

Dulunya Disanjung dan Bertujuan Baik, Begini Kisah Preman Medan dari Masa ke Masa!

Dulunya Disanjung dan Bertujuan Baik, Begini Kisah Preman Medan dari Masa ke Masa!

Walau Nggak Sehat, Tapi 9 Jajanan Masa SD ini Jadi Kenangan Paling Manis. Rindu!

Walau Nggak Sehat, Tapi 9 Jajanan Masa SD ini Jadi Kenangan Paling Manis. Rindu!

Pulau Sulawesi Disebut Sebagai Pulau yang Paling Tua di Nusantara, Kenapa Begitu ya?

Pulau Sulawesi Disebut Sebagai Pulau yang Paling Tua di Nusantara, Kenapa Begitu ya?

Puisi dan Keyakinan dalam Pusaran Politik Jelang Pilkada dan Pilpres. Indonesia Makin Panas!

Puisi dan Keyakinan dalam Pusaran Politik Jelang Pilkada dan Pilpres. Indonesia Makin Panas!

loading