Tumpukan Batu Di Sungai Cibojong Ini Disebut Buatan Jin, Ternyata Begini Fakta Sesungguhnya!

14 Februari 2018
|Chandra W.

Beberapa hari yang lalu masyarakat dihebohkan dengan temuan puluhan susunan batu (beberapa sumber menyebutkan jumlahnya mencapai 90) di tepi dan tengah Sungai Cibojong, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Warga sekitar pun heran, sebab arus sungai tersebut cukup deras. Sebagian lalu menyebutnya sebagai fenomena mistis. Bahkan mulai ada orang dari luar Sukabumi yang datang ke tempat itu untuk melihat tumpukan batu yang katanya buatan jin ini.

Khawatir menimbulkan kehebohan yang lebih jauh lagi, Camat Cidahu beserta Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) setempat meruntuhkan tumpukan batu tersebut, semuanya. Padahal ternyata penampakan tumpukan batu semacam itu (disusun vertikal dengan ukuran berbeda-beda) ada namanya yaitu seni rock balancing. Seni rock balancing sudah banyak dilakoni orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Bahkan sudah ada komunitasnya sendiri di Indonesia yaitu Balancing Art Indonesia dan Rock Balancing Indonesia. Melalui Facebook Page-nya, ROCK BALANCING INDONESIA telah mengonfirmasi bahwa salah satu seniman komunitas merekalah yang telah membuat karya tumpukan batu di Sungai Cibojong.

Seni menyeimbangkan benda ini menarik banget, karena ada kaitannya dengan ilmu fisika, khususnya hukum gravitasi. Seorang seniman art balancing harus bisa menemukan titik yang tepat pada suatu benda agar ketika ditumpuk dengan benda lainnya nggak jatuh atau runtuh. Di Korea bahkan ada yang balancing art-nya pakai bermacam-macam benda, seperti kulkas, kursi dan benda-benda besar lainnya.

Di Jepang dan Filipina, balancing art ini juga cukup terkenal. Komunitasnya di sana bahkan sering ikut dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan. Untuk menata dan menyeimbangkan benda-benda sampai tersusun rapi begitu dibutuhkan konsentrasi penuh dan kesabaran. Seorang seniman rock balancing yang sudah menekuni dunia tersebut selama lebih dari 10 tahun, Michael Grab, mengatakan bahwa efek yang didapat dari rock balancing sama seperti meditasi.

Dalam rock balancing ada berbagai gaya. Dari yang klasik yaitu dua batu ditata secara horizontal dan saling menyangga satu sama lain, rock stacking yaitu menyusun secara vertikal dengan ukuran berbeda-beda seperti di Sungai Cibojong, hingga gaya bebas di mana batu boleh disusun sesuka hati asal seimbang dan bentuknya menarik.

Jadi, sekali lagi, itu bukan perbuatan jin dan nggak perlu lah dikaitkan dengan hal-hal mistis. Coba lain kali kalau ada fenomena aneh, dicari dulu penyebab dan latar belakang terjadinya apa. Jangan dikit-dikit menuduh jin sampai bikin petugas kecamatan merasa berkewajiban meruntuhkannya agar masyarakat nggak musyrik. Kapan Indonesia maju kalau begini?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
SHARES