Tomino's Hell, Puisi Terkutuk dari Jepang yang Bisa Sebabkan Malapetaka. Sudah Ada Korbannya!

27 Januari 2018
|Galih Wisnu Brata
1.8 KSHARES

Sebagai sebuah karya seni, puisi ditulis sebagai bentuk ekspresi dari pengarangnya. Untuk itu, tak jarang puisi berisi luapan hati pengarangnya. Karena dibuat dari hati, tentunya puisi enak ketika dibaca. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku untuk sebuah puisi yang berjudul Tomino's Hell. Kira-kira kenapa ya?

Tomino's Hell atau yang berjudul asli Tomino no Jigoku dianggap sebagai puisi terkutuk. Puisi ini dimuat dalam buku The Heart is Like a Rolling Stone karya Yomota Inuhiko. Selain itu, puisi ini juga terdapat dalam buku puisi ke-27 milik Saizo Yako. Puisi "Tomino no Jigoku" dianggap puisi terkutuk karena bisa membawa petaka. Bila seseorang yang membaca puisi tersebut secara lantang, ia harus siap-siap mengalami hal buruk. Bahkan, ia juga harus siap mati.

Seorang penyiar radio pernah membacakan puisi Tomino's Hell saat ia bersiaran. Pada awalnya, tidak terjadi hal yang aneh. Namun, saat pembacaan puisi sampai di pertengahan, tubuhnya tiba-tiba kaku tidak bisa digerakkan. Ia pun memutuskan untuk berhenti membacanya dan ia pun membuang puisi tersebut. Dua hari setelahnya, si penyiar radio tersebut mengalami kecelakaan yang membuatnya harus mendapat 7 jahitan di tubuhnya. Namun, ia tak mau mengaitkan musibah yang menimpa dirinya dengan puisi Tomino's Hell.

Banyak juga pengguna 2ch yang mengunggah video pembacaan puisi Tomino's Hell. Para pengguna 2ch mengunggah aksi pembacaan puisi Tomino's Hell yang dibacakan dengan suara lantang. Banyak yang mengaku bahwa tak terjadi apapun terhadap dirinya setelah aksi pembacaan puisi tersebut. Namun, tak sedikit juga yang tiba-tiba menghilang setelah mengunggah video pembacaan Tomino's Hell.

Menurut cerita, Tomino's Hell ditulis oleh seorang gadis cilik yang terlahir cacat bernama Tomino. Pada suatu hari gadis cilik itu merasa bosan, ia pun memutuskan untuk menulis puisi. Seusai menulis puisi, ia pun membacakannya di depan orang tuanya. Bukannya senang, orang tuanya justru marah karena menurut orang tuanya puisi tersebut terlalu menyeramkan. Kemarahan orang tua Tomino berujung hukuman bagi Tomino. Ia dikurung dalam gudang sempit tanpa diberi makan. Setelah beberapa waktu, Tomino ditemukan tewas dalam gudang dengan keadaan yang aneh.

Kalau kalian menemukan puisi ini harap jangan dibaca dengan lantang. Terlepas dari percaya atau tidak dengan kejadian misterius yang mengiringi puisi ini, alangkah baiknya jika kita tidak mengambil risiko yang tidak perlu. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
1.8 KSHARES