Tega Membunuh Bayi, Tradisi Mingi di Pelosok Ethiopia Ini Kejam dan Tidak Manusiawi

15 Oktober 2017
|Ani Nur Cholifah
0SHARES

Keberagaman tradisi di berbagai belahan Indonesia selalu memiliki keunikan tersendiri. Banyak tradisi yang dilakukan oleh warga Indonesia sebenarnya merupakan salah satu cara mereka bersyukur atau memperingati suatu kejadian. Hal ini membuat Indonesia selalu menarik di mata dunia meskipun Indonesia juga punya beberapa tradisi menyeramkan. Namun bukan hanya Indonesia, tradisi dari Suku Karo dan Hamar di Ethiopia pun ternyata lebih mengerikan dan sangat kejam.

 

Suku terpencil di Ethiopia ini memiliki tradisi membunuh bayi yang disebut dengan Tradisi Mingi. Lalu apa penyebab bayi tak bersalah tersebut harus dibunuh? Apakah mereka tak punya rasa kemanusiaan hingga harus membunuh bayi? Berikut ini ulasan mengenai Tradisi Mingi yang disebut sebagai tradisi terkejam yang pernah ada di dunia!

Tradisi yang dilakukan oleh suku di daerah terpencil Ethiopia Selatan ini dilakukan karena anggapan bayi yang terlahir secara cacat ini mitosnya akan mendatangkan pengaruh buruk untuk orang lain. Bayi yang terlahir cacat ini kemudian dijuluki dengan sebutan “mingi”. Lalu kepala suku memberikan perintah agar mingi tersebut dibunuh dan dimakamkan dengan cara yang tidak wajar supaya tidak menyebarkan pengaruh buruk ke warga lain. Oleh karena itu, tradisi pembunuhan bayi ini disebut dengan Tradisi Mingi.

Kabarnya, setiap tahun terdapat kurang lebih 300 bayi tak berdosa yang dibunuh. Lalu, bagaimana kriteria bayi tersebut sehingga bisa dikatakan mingi? Kriteria mingi beragam, seperti bayi yang terlahir kembar, memiliki cacat fisik yang jelas, bayi yang terlahir dari ayah yang gagal sewaktu menjalankan tradisi lompat kerbau saat ia hendak menikah dan juga bayi yang terlahir tanpa izin dari kepala suku setempat. Kemudian saat kepala suku ini sudah mengatakan bayi tersebut termasuk bayi mingi maka orang tua pun tidak memiliki kuasa.

Sangat kejam, begitulah ungkapan untuk Tradisi Mingi dari suku pedalaman di Ethiopia Selatan ini. Cara membunuhnya pun sangat keji dan sadis, bayi mingi dilemparkan ke aliran sungai yang diketahui ada buayanya atau dibiarkan dihutan hingga bayi tersebut mati kelaparan atau menjadi santapan hewan buas. Bayangkan saja bagaimana hancurnya para hati orang tua yang melihat anak buah hati kesayangan mereka meninggal sia-sia. Namun, mereka tak berani menentang perintah dari kepala suku.

Tradisi yang kejam ini sebenarnya sudah dilarang oleh pemerintah. Sebagian Suku Karo dan Hamar juga mulai meninggalkan tradisi yang tak manusiawi ini seiring perkembangan zaman walaupun masih ada beberapa yang melakukannya. Untuk mengurangi angka kematian akibat tradisi tersebut, pemerintah pun membuat panti asuhan dan lembaga lainnya yang dikhususkan untuk menampung bayi mingi agar mereka bisa tetap hidup. Meskipun panti asuhan dan lembaga-lembaga tersebut jauh dari pemukiman warga Ethiopia Selatan, setidaknya para orang tua suku ini masih bisa bertemu dengan buah hati mereka kelak.

Tradisi kejam yang seperti ini mungkin memang harus segera dihapuskan karena kasihan para bayi suci tak berdosa yang harus jadi korbannya. Bukankah setiap orang terlahir dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing? Untungnya, pemerintah ikut andil dalam permasalahan seperti ini sehingga kini semakin banyak bayi yang selamat dari tradisi kejam ini.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ani Nur Cholifah
"Melawan zona nyaman!"
0SHARES