Simak Penjelasan tentang Mitos Larangan Menikah Antara Suku Sunda dengan Suku Jawa

18 Juli 2017
|Ani Nur Cholifah
0SHARES

Di era modern ini mungkin bagi kamu menikah itu berdasarkan cinta, tingkat kenyamanan, ataupun materi. Bukan lagi berdasarkan bibit, bebet, dan bobot atau pun kepercayaan tentang mitos orang-orang terdahulu. Namun, masih sering kita dengar tentang larangan menikah bagi Suku Sunda dengan Suku Jawa. Meskipun terdengar sangat sepele tapi bagi sebagian orang tertentu sangat mempercayai mitos ini secara turun-temurun. Bukan rasis kok, berikut ini penjelasannya mengapa ada larangan tersebut. Nah, penasaran ya? Langsung aja yuk kepoin!

Larangan pertama berawai dari pengkhianatan yang terjadi antara dua kerajaan besar zaman dulu yang diawali melalui kejadian Perang Bubat. Perang Bubat sendiri terjadi saat masa pemerintahan Hayam Wuruk sebagai raja dari kerajaan Majapahit yang ingin menikahi seorang putri cantik jelita dari Tanah Pasundan bernama putri Dyah Pitaloka Citraresmi. Lalu atas restu dan nasihat dari para petinggi kerajaan, Hayam Wuruk mengirimkan surat untuk Maharaja Linggabuana sebagai bapak dari puteri Pitaloka. Surat yang berisi untuk melamar putrinya tersebut diterima baik oleh ayahanda dari sang puteri.

Kemudian Maharaja Linggabuana pun pergi ke Majapahit bersama rombongan dan disambut hangat untuk menempati pesanggrahan Bubat. Sayangnya saat pasukan Tanah Sunda datang menuju kerajaan, Mahapahit Gajah Mada sebagai raja yang pernah menjabat Kejaaan Majapahit ini dulunya pernah berikrar untuk mempersatukan seluruh nusantara melalui ikrarnya yang tertulis pada Sumpah Palapa.

Melalui kejadian tersebut, Gajah Mada menjelaskannya kepada Hayam Wuruk dan menyusun strategi bahwa pernikahannya tersebut adalah kedok untuk menaklukan Tanah Sunda ke dalam pimpinan Majapahit. Timbulah ketegangan antara dua kerajaan ini meskipun Hayam Wuruk saat itu belum mengambil keputusan dan perang terjadi dan disebut sebagai Perang Bubat. Perang ini mengakibatkan Maharaja Linggabuana terbunuh. Sang puteri Pitaloka pun merasa di khianati hingga bunuh diri.

Legenda mengenai Perang Bubat ini menimbulkan kekecewaan khususnya bagi masyarakat Sunda. Kemudian tahta Raja Tanah Sunda diambil alih oleh Prabu Niskalawatu yang juga seorang adik dari puteri Pitaloka. Lalu munculah larangan orang Sunda untuk menikah dengan orang luar lingkungan yang ditafsirkan sebagai keturunan Majapahit. Kemudian tragedi tersebut seakan-akan terus mengakar kepada masyarakat Sunda yang mempengaruhi  sisi sosiologis. Hingga timbulah sentimen yang sangat mendalam.

Jodoh seseorang merupakan sebuah misteri, untuk mitos ini silahkan dipandang secara bijak. Meskipun memiliki sejarah yang kurang baik, semoga tidak menimbulkan rasa dendam antarsuku. Bagaimanapun Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dengan beragam perbedaan. Semoga perbedaan tersebut bukan sebuah tembok besar bagi kamu untuk menjunjung tinggi persatuan Indonesia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ani Nur Cholifah
"Melawan zona nyaman!"
0SHARES