Seniman Ini Makan Amandel Manusia di Tempat Umum Atas Nama Seni. Kenapa Ya?

22 Januari 2018
|Anggar Shandy

Kanibalisme merupakan praktik dimana seseorang manusia memakan daging atau organ tubuh manusia lain. Hingga saat ini kanibalisme masih dipraktikkan di beberapa suku di Kepulauan Solomon, Fiji, Papua Nugini, lembah sungai Amazon, Kongo hingga Selandia Baru. Tak hanya itu, kanibalisme juga muncul di cerita-cerita rakyat dan legenda masyarakat Eropa, seperti dalam mitologi Yunani Kono dan cerita-cerita rakyat bangsa Slav.

Namun kanibalisme juga bukan merupakan praktik khas suku-suku pedalaman. Kanibalisme juga sering dipraktikkan dengan berbagai alasan, mulai dari alasan politik, ritual sekte keagamaan hingga menakisme untuk bertahan hidup. Namun bagaimana jika praktik kanibalisme digunakan sebagai bagian dari pertunjukan seni?

Kanibalisme dipraktikkan sebagai bagian dari pertunjukan seni oleh seniman asal Kanada bernama Rick Gibson.  Ia memang terkenal sebagai seniman yang nyeleneh.  Karya seni atau seni-seni pertunjukannya sering membuat orang heran, bahkan marah. Ia pernah menciptakan karya seni berupa anting dengan bandul berupa janin berusia 10 minggu. Karya seni antingnya tersebut ia pasang di sebuah manekin. Tak hanya itu, pada Desember 1989, ia  berniat untuk menjatuhkan beton seberat 25 kilogram ke kepala tikus yang sudah diletakkan di antara dua kanvas. Namun seni pertunjukan yang ia rencanakan akan berlangsung pada 6 Januari 1990 tersebut gagal total. Pagi hari itu sekitar 300 aktivis pecinta binatang mencuri beton yang sedianya ia siapkan untuk menjatuhi kepala tikus malang tersebut.

Tak berhenti sampai di situ kenekatan Gibson. Pada 19 Juli 1988, ia memakan amandel manusia yang didapatnya dari seorang kawan. Aksi tersebut ia lakukan di tengah publik kota London. Karena Inggris tidak memiliki undang-undang yang mengatur mengenai kanibalisme, ia bisa bebas begitu saja dan menajdi kanibal pertama yang secara legal memakan daging manusia di depan publik.

Setahun berselang, ia kembali membuat publik Inggris heboh dengan aksinya yang lagi-lagi menjadikan praktik kanibalisme sebagai bagian dari seni pertunjukannya. Kali ini ia memakan potongan testis manusia di Lewisham, bagian selatan London. Ia berupaya mengulangi aksinya memakan testis manusia di Pitt International Galleries, di Vancouver, Kanada. Namun aksi tersebut digagalkan oleh kepolisian setempat dan ia pun diseret ke pengadilan atas tuduhan memamerkan objek menjijikkan di publik. Namun ia berhasil lolos dari tuduhan tersebut dan ketika ia berjalan menuruni tangga pengadilan Vancouver, ia akhirnya melakukan aksinya memakan testis manusia tersebut.

Mendengarkan aksi-aksi dan karya-karya seni dari Rick Gibson, kamu pasti bertanya-tanya apa maksud dari orang ini? Namun, Gibson memiliki jawaban yang cukup menarik. Ia mengaku bahwa ia sangat tertarik dengan pemisahan antara moral dan hukum. Ia membuktikan itu lewat aksi pertunjukan kanibalismenya. Kanibalisme merupakan sesuatu yang terlarang secara moral publik, tapi hal tersebut bukan merupakan tindakan melawan hukum, setidaknya di Inggris.

Sedangkan untuk aksinya yang ingin menghantam kepala tikus dengan beton seberat 25 kg, ia seakan-akan ingin bertanya; kenapa membunuh tikus dengan menghantam kepalanya dengan beton seberat 25kg merupakan hal yang tidak manusiawi sementara kita sering juga membunuh hewan dengan cara yang tak kalah sadis demi keperluan kita? Hmm, menarik ya pemikirannya. Kalau menurutmu gimana? Bolehkah melakukan hal seperti itu atas nama seni dan kritik sosial?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Anggar Shandy
"Ini quote, ojo ngeyel!"
SHARES