Sadis Banget! Perempuan Dicambuki dengan Rotan Untuk Tradisi Pengusiran Roh di Kuil Achappan

29 Januari 2018
|Galih Wisnu Brata
0SHARES

Setiap wilayah memiliki tradisi masing-masing yang senantiasa dipertahankan. Tradisi tersebut bisa berupa pernikahan, kematian, atau sekadar ritual. Dalam menjalankan tradisi tak sedikit pelakunya harus menangis, merintih, bahkan menjerit karena terdapat unsur kekerasan dalam tradisi. Seperti halnya yang terjadi dalam tradisi yang ada di India ini.

Di kuil kuno yang bernama Achappan di Trichy, India Selatan terdapat tradisi yang bisa dibilang sadis. Tradisi itu berkaitan dengan pengusiran roh yang bersemayam di dalam tubuh wanita. Dalam pelaksanaannya, para wanita harus antre hingga lima jam. Saat tiba gilirannya, para wanita tersebut harus berlutut ke tanah dan menerima cambukan keras. Cambukan tersebut dilakukan oleh Sami, biksu yang bertugas di kuil tersebut, dengan cambuk dari rotan.

Tangisan keras mengiringi tradisi pengusiran roh di Kuil Achappan, Trichy, India. Para wanita harus meringis dan menggeliat kesakitan saat cambuk mendarat dengan ganas di punggung mereka. Tak hanya yang dewasa, anak-anak pun ikut merasakan keganasan dari cambuk rotan tersebut.

Salah satu gadis usia sekolah bernama Vishakha turut mengantre untuk menjalani tradisi tersebut. Ia ditemani oleh orang tuanya. Orang tua Vishakha menganggap bahwa putrinya telah dikuasai oleh roh jahat. Menurut orang tuanya, roh jahat tersebut membuat Vishakha enggan serius dalam belajar. Hal berbeda justru diungkapkan oleh sang anak. Vishakha merasa malu apabila teman-temannya tahu bahwa ia dicambuk dalam ritual penyembuhan gangguan mental.

Alasan lain yang bisa ditemukan untuk mengikuti ritual ini adalah gadis remaja yang tidak kunjung datang bulan atau datang bulan tidak teratur. Gadis yang bermasalah dengan menstruasi akan dibawa oleh orang tuanya untuk mengikuti tradisi pengusiran roh.

Walau ada beberapa pendapat yang kontra terhadap tradisi ini dari para gadis muda, seorang wanita berusia 60 tahun mengatakan hal yang berbeda. Menurutnya, cambukan itu ditujukan untuk menyembuhkan semua penyakit, baik fisik maupun mental. Ia menceritakan bahwa dirinya telah menerima cambukan selama dekade terakhir dan ia merasakan sembuh dari penyakitnya. Ia menambahkan bahwa ia memercayai tradisi pengusiran roh jahat melalui cambukan rotan.

Nggak kebayang kan gimana rasanya? Pasti sakit luar biasa. Perempuan-perempuan Indonesia harus bersyukur nih karena nggak harus merasakan sakitnya cambukan rotan hanya karena telat datang bulan atau nggak rajin belajar. Meski melestarikan tradisi itu baik, namun jika tradisi tersebut terbukti merugikan dan menyakitkan, ada baiknya tradisi tersebut digantikan dengan tradisi lain yang lebih 'ramah'.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
0SHARES