Pasar di Afrika Ini Jadi Pusat Benda-benda Mistis. Berani Belanja di Sana?

01 Juli 2017
|Faizah Pratama
0SHARES

Afrika, sebuah benua yang cukup luas dengan jumlah penduduk terbanyak setelah Asia. Sebagian besar penduduknya masih sangat lekat dengan budaya animisme dan dinamisme. Tak heran jika praktik perdukunan masih marak dilakukan oleh para penghuni benua ini. Mereka percaya bahwa mereka mendapat kekuatan spiritual dari benda-benda yang dianggap memiliki efek magis. Uniknya, para masyarakat di sana justru menjadikan benda-benda tersebut menjadi komoditas perdagangan yang menggiurkan. 

Di Togo, sebuah wilayah di Afrika Barat terdapat sebuah pasar unik yang khusus menjual benda-benda mistis terutama yang berkaitan dengan kepercayaan Voodoo. Pasar tersebut bernama Akodessewa Market. 

 

Saat menjejakkan kaki di sana, kamu tidak akan disambut dengan riuhnya pasar pada umumnya. Kamu hanya akan mendapati hamparan tulang belulang hewan yang ditata di atas meja-meja reyot serta berbagai peralatan perdukunan. Kamu hanya akan sesekali bertemu beberapa pembeli dan pedagang di sana. Biasanya yang datang ke sana adalah para kolektor benda mistis atau paranormal yang butuh perlengkapan magis. 

 

Pasar Akodessewa digadang-gadang sebagai pasar benda mistis terlengkap. Apapun tersedia di sini, seperti tengkorak monyet, kulit binatang, ular kering, kadal kering, dan tanduk-tanduk hewan. Benda-benda tersebut dikumpulkan dari seluruh Afrika. Bagian tubuh hewan tersebut dipercaya sebagai jimat ampuh untuk mengatasi berbagai masalah kehidupan. Bukan hanya untuk keperluan magis, terkadang ada beberapa orang yang mengunjungi pasar tersebut untuk berburu obat herbal, seperti tanduk rusa atau kadal kering. 

 

Sebagian masyarakat di sana percaya bahwa pasar Akodessawa dapat memberikan banyak solusi untuk semua masalah sehari-hari. Masalah kesuburan, kesuksesan, percintaan, dan masalah apapun itu akan selesai jika kamu datang ke pasar tersebut. Pasar tersebut dikenal dengan bubuk hitamnya yang dipercaya dapat mengatasi segala penyakit. Bubuk tersebut terbuat dari ramuan herbal dan kepala hewan yang digiling. 

 

Proses mengatasi masalah di sini harus melalui seseorang yang dapat disebut "orang pintar". Dia akan berkonsultasi pada para dewa melalui patung-patung untuk mengetahui sebab keluhan pasien dan mencari ramuan yang tepat untuknya.  Jika ada yang sakit, orang tersebut akan membuat sebuah ramuan yang dianggap sangat mujarab untuk mengatasi penyakitnya. Jika masalah yang dihadapi adalah urusan sehari-hari maka "orang pintar" tersebut juga akan mencari benda apa yang tepat untuk dijadikan azimat bagi sang pasien. 

 

Itulah kisah pasar Akodessawa yang mencerminkan masih eksisnya kepercayaan animisme dan dinamisme di Afrika. Bentuk-bentuk kepercayaan tersebut memunculkan sebuah tradisi yang dipercaya turun-temurun. Dan semua itu adalah hasil kebudayaan yang perlu dihargai keberadaannya. 

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
0SHARES