Parah Sadisnya, Mitos Aneh Ini Menyebabkan Perburuan Orang Albino di Malawi. Kok Tega?

17 Maret 2018
|Galih Wisnu Brata
0SHARES

Albino merupakan kelainan genetik yang berupa tidak adanya melanin. Melanin merupakan pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata. Karena hal itulah, orang Albino berkulit putih pucat. Penampilannya yang berbeda membuat mereka yang memiliki kelainan ini dipandang dengan tatapan berbeda di mana pun ia berada. Bahkan di beberapa negara, mereka justru diburu.

Di Malawi, orang Albino diburu dan dibunuh. Di Afrika, khususnya Malawi, beredar cerita bahwa darah mereka yang albino dapat meningkatkan kekuatan sihir. Maka dari itu, para dukun gencar memburu orang Albino untuk meminum darahnya. Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Masyarakat Albino, Ernest Kimaya.

Selain dukun, para pekerja tambang juga percaya bahwa bandul yang terbuat dari anggota tubuh orang Albino dapat membawa keberuntungan. Untuk itu, para pekerja tambang rela membayar mahal untuk tulang Albino bahkan mereka mau mencuri tulang dari mayat para penderita Albino.

Karena banyak mitos mengerikan dan salah kaprah mengenai orang Albino, mereka pun sering diperjualbelikan di pasar gelap. Salah seorang nelayan di Afrika bahkan tega menjual istrinya yang memiliki kelainan genetik ini. Ia menjual sang istri dengan harga 34 juta rupiah kepada seorang pengusaha.

Dari tahun 2000 hingga 2013, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 200 laporan pembunuhan orang Albino di 15 negara. Di Afrika, pada tahun 2014 setidaknya ada 18 Albino dibunuh, lima diantaranya diculik dan tidak diketahui nasibnya.

Di tahun 2015, remaja Albino bernama Alfred diserang di rumahnya. Ia tidak terluka, tetapi trauma hebat menghantuinya. Remaja Albino lain, David, ditemukan tewas dengan tubuh dimutilasi dengan jarak puluhan kilo dari rumahnya pada tahun 2016. Ada juga gadis Albino 13 tahun, Elizabeth Hussein, yang diburu dan dibunuh dengan senjata belati. David Fletcher Machinjiri, pemuda Albino 17 tahun, yang hilang tanpa jejak setelah bermain bola. Tak hanya remaja, Ezekiel John, lelaki berumur 47 tahun, juga tewas dibantai di dekat kota Kigoma.

Zihada Msembo, Sekertaris Jenderal Masyarakat Albino, mengatakan bahwa orang Albino selalu hidup dipenuhi dengan ketakutan. Grace Mazzah yang merupakan anggota Asosiasi Albino di Malawi juga merasa selalu takut dan cemas karena menjadi buruan orang-orang. Maka dari itu, tokoh Albino, Al Shaymaa Kwegyr, berharap agar pemerintah bertindak tegas terhadap para pelaku pembunuhan orang Albino.

Sungguh tak pantas perburuan orang Albino yang terjadi di Malawi dan negara lainnya. Mereka sama halnya dengan kita, justru mereka mengalami kelainan genetik. Harusnya kita bersimpati bukan malah mengajukan belati. Apalagi hanya karena mitos-mitos yang kebenarannya pun tidak jelas. Apakah nyawa orang lain kurang berharga hingga pantas dimusnahkan demi mitos semata? Yuk, coba berpikir lebih rasional dan berperikemanusiaan.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
0SHARES