Ngeri! Kutukan Makam Timur Lenk ini Diduga Menjadi Penyebab Perang Dunia 2!

09 Oktober 2017
|Idham Nur Indrajaya
61SHARES

Timur Lenk adalah seorang penguasa keturunan Turki-Mongol dari wilayah Asia Tengah. Timur Lenk atau Tamerlane lahir pada tahun 1336 di dekat Samarkand, Transoxiana, Uzbekistan. Ayahnya, Teragai, adalah kepala Suku Barlas yang merupakan campuran keturunan Mongol dan Turki. Meskipun tidak ada bukti otentik, Timur mengaku bahwa dirinya adalah keturunan dari Genghis Khan, salah satu orang yang dikenal sebagai penakluk dunia di abad ke-13. Maka dari itu, dia pun mengabdikan hidupnya untuk meneruskan perjuangan Genghis Khan dalam menaklukkan berbagai wilayah di dunia.

Meskipun pada masa kecilnya Timur dikenal sebagai anak yang ramah, lembut, serta pandai membaca Al-quran, pada masa dewasanya dia lebih dikenal sebagai sosok penguasa kejam karena dia menganut kepada Genghis Khan yang dia percaya sebagai leluhurnya. Bayangkan saja, untuk menghormati Genghis Khan, Timur membangun piramida yang terbuat dari 70.000 tengkorak manusia! Beberapa sumber bahkan mengatakan bahwa pasukan Timur setidaknya telah membunuh kurang lebih 19 juta orang dalam usahanya untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Meskipun dirinya dikenal kejam dan banyak dibenci orang, pada masa hidupnya dia sangat dikagumi oleh Bangsa Eropa.

Konon, saat Timur meninggal, kutukan pun menyertai makamnya yang terdapat di kota kelahirannya. Keluarganya memastikan agar tulang-belulang milik Timur tidak diganggu oleh orang-orang. Di makam itu, terdapat tulisan yang berbunyi: “Ketika aku bangkit dari kematian, dunia akan bergetar,” dan “Siapapun yang mengganggu makamku akan ada seorang penjajah yang lebih mengerikan daripada aku”.

Tulisan di makam itu diduga memiliki pesan tersirat yang kurang lebih menyatakan bahwa jika makam Timur diganggu, akan datang suatu bencana yang menghebohkan dunia. Pada tahun 1941, Stalin mengirim orang-orang dari Rusia untuk membongkar makam tersebut. Alhasil, para juru kunci makam pun marah besar atas tindakan yang dilakukan oleh pemimpin Uni Soviet itu dan mengingatkan Stalin akan kutukan makam dengan mengatakan bahwa pembongkaran makam ini akan memicu perang besar.

Kurang dari 24 jam setelah makam dibongkar, Jerman tiba-tiba melakukan penyerangan terhadap Uni Soviet pada 22 Juni 1941. Setelah beberapa kali mengalami kekalahan perang, Stalin akhirnya memerintahkan Timur dikembalikan ke makamnya dengan upacara penguburan secara Islam. Ketika Timur sudah kembali ke makamnya, Jerman pun akhirnya menyerah dan Uni Soviet memenangkan pertempuran. Disebabkan oleh rangkaian peristiwa itu, beberapa orang percaya bahwa serangan Jerman itu merupakan bentuk kutukan makam Timur Lenk. Bencana yang menimpa Uni Soviet karena Stalin diduga terjadi karena Stalin telah mengganggu Timur Lenk dari istirahat panjangnya.

Percaya atau tidak, sebagian masyarakat Rusia masih ada yang percaya bahwa operasi Barbarossaserangan paling brutal di masa Perang Dunia ke-2—yang dilancarkan oleh Nazi pada tahun 1941 merupakan hasil kutukan makam Timur Lenk yang diprakarsai oleh Stalin. Kalau sudah ada pengalaman seperti itu, kira-kira ada yang berani ganggu makam Timur lagi nggak ya? 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Idham Nur Indrajaya
Gak Punya Quote Nih!
61SHARES