Ngeri! Kesurupan Massal Siswa SMP di Banyumas Karena Dirasuki Indang Ebeg. Benarkah Begitu?

25 Februari 2018
|Romlah Sundari
0SHARES

Bagi kita yang tinggal di Indonesia, pasti sudah tidak asing lagi dengan fenomena kesurupan. Menurut kepercayaan masyarakat, kesurupan terjadi karena seseorang tubuhnya dirasuki oleh makhluk halus baik berupa Jin, Hantu, maupun Setan. Biasanya, mereka yang mengalami kesurupan akan mengamuk dan meracau. Dalam beberapa kasus kesurupan, bahkan ada yang dapat berkomunikasi dengan orang lain dan menyatakan siapa makhluk halus yang sedang ‘mengisi’ tubuh tersebut.

Uniknya, fenomena kesurupan ini kerap menular sehingga menjadi kesurupan massal. Salah satu tempat di mana kesurupan massal kerap terjadi adalah di sekolah. Bulan lalu pun terjadi fenomena kesurupan massal di SMP Negeri 2 Pakuncen, Banyumas.

Sebanyak kurang lebih 39 siswa dilaporkan mengalami kesurupan selama tiga hari. Insiden pertama terjadi pada Jumat (12/1) dan melibatkan 7 orang siswa. Jumlah ini pun bertambah pada Sabtu (13/1), di hari nahas tersebut, giliran 15 orang siswa yang menjadi korban. Hingga puncaknya pada Senin (15/1), sebanyak 17 siswa mengalami kesurupan dan membuat suasana di SMP Negeri 2 Pakuncen terasa mencekam.

Beberapa pihak menduga bahwa peristiwa nahas ini dipicu oleh kesenian Ebeg, salah satu bentuk kesenian tradisional yang memang dikenal cukup mistis. Kesenian Ebeg hampir mirip dengan Kuda Lumping, akan tetapi dipercaya melibatkan roh halus yang disebut dengan Indang. Setiap peserta Ebeg kabarnya tubuhnya akan dimasuki oleh Indang tersebut yang lantas memberikan mereka kemampuan ‘kebal’. Yang menjadi persoalan adalah karena sewaktu-waktu, Indang tersebut dipercaya dapat mengambil alih tubuh peserta sehingga peserta tidak sadar dan mengalami kesurupan.

Menurut seorang siswa di SMPN 2 Pakuncen, memang ada siswa yang mengikuti kesenian Ebeg tersebut. Dan siswa peserta Ebeg itulah yang mengalami kesurupan pertama kali di sekolah hingga akhirnya menyebar ke siswa-siswa lainnya. Sehingga mereka percaya bahwa kesurupan massal ini disebabkan oleh Indang Ebeg yang ada di tubuh siswa tersebut.

Akan tetapi pihak sekolah justru mencurigai bahwa peristiwa kesurupan massal ini justru merupakan masalah psikologis yang dialami oleh murid-murid. Pihak sekolah menyatakan akan memanggil psikolog untuk menyelidiki dan memeriksa sebab dari peristiwa tersebut. Akan tetapi pihak sekolah juga memanggil orang pintar untuk ‘menyembuhkan’ siswa-siswa yang kesurupan.

Gimana menurutmu? Benarkah kasus kesurupan massal di SMPN 2 Pakuncen ini merupakan akibat dari Indang Ebeg yang ‘keluar’ atau perkara psikologis siswa yang tidak stabil? Hmm, semoga hal-hal seperti ini nggak terjadi lagi ya. Selain mengganggu kegiatan belajar mengajar, bisa meninggalkan trauma juga pada mereka yang menyaksikan maupun yang mengalami.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES