Mitos Jembatan Kreteg Pegat di Balik Pesona Grojogan Sewu

20 Juli 2017
|Faizah Pratama
0SHARES

Grojogan Sewu, air terjun yang terletak di kaki Gunung Lawu ini menjadi tempat wisata ikonik di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.  Tak hanya bagi warga lokal, tempat ini juga menjadi tujuan wisata favorit bagi warga dari daerah sekitarnya. Untuk mencapai ke lokasi air terjun, kamu harus melewati ratusan anak tangga. Lelah memang, namun akan terbayar oleh keindahan alam yang masih asri serta air terjun yang mengalir deras. Kuliner khas sate kelinci yang banyak dijajakan di lokasi wisata siap menjadi pemuas laparmu.

Meski bernama Grojogan Sewu, air terjun di sini tidak berjumlah sebanyak itu. Kata sewu ini diduga berasal dari tinggi air terjun yang berjumlah seribu "pecak". Satu "pecak" berarti sebesar telapak kaki orang dewasa. Namun, ukuran grojogan tersebut sesungguhnya setinggi kurang lebih 80 m. Airnya mengaliri sungai yang membelah rimbunnya pepohonan di lokasi wisata ini. Kamu juga dapat menjumpai puluhan monyet yang mungkin akan jahil padamu dengan merampas makanan yang kamu bawa.

Selain menawarkan keindahan alam, Grojogan Sewu ternyata juga menyimpan berbagai mitos. Di salah satu bagian air terjun, ada sebuah jembatan penghubung kalan yang dipisahkan sungai. Jembatan tersebut menjadi spot terbaik jika kamu ingin berfoto dengan latar air terjun. Jembatan tersebut dikenal dengan nama kreteg pegat. Sesuai dengan namanya, pegat berarti ‘pemisah’. Jembatan ini diyakini oleh orang "pintar" memiliki aura pemisah yang sangat kuat. Konon, jika ada pasangan kekasih yang belum menikah melewati jembatan ini, hubungannya akan putus. Pasangan tersebut tidak akan berlanjut ke jenjang pernikahan. Namun, hal ini tidak berlaku bagi pasangan yang telah menikah.

Selain mitos bagi pasangan kekasih, pada hari tertentu jembatan ini akan diselimuti oleh kabut. Katanya, akan ada sesosok kakek yang muncul di antara pekatnya kabut. Sosok kakek ini dipercaya sebagai abdi setia Baladewa penunggu wilayah itu. Tempat ini diyakini pernah digunakan oleh Baladewa Putra Bima untuk bertapa sesaat sebelum terjadinya perang Bharatayudha.

Itulah mitos tentang jembatan pemisah Kreteg Pegat di Grojogan Sewu. Percaya atau tidak kamu bisa membuktikannya dengan mengunjungi tempat itu. Berani ke sana dengan pacarmu?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
0SHARES